
Setelah istirahat beberapa jam, Kirana dan Fahiz sedang dirias di tempat berbeda. Kedua orang tua pun juga dirias agar selaras dengan pengantin.
Disinilah mereka berada di panggung sebagai raja dan ratu sehari.
Walau Kirana tampak lelah, tetapi dirinya tetap tersenyum untuk kebahagiaannya saat ini. Demi masa depannya yang akan dia jalani bersama suaminya.
Banyak tamu undangan yang hadir. Mulai dari kolega mertuanya, teman suaminya dan juga beberapa teman Kirana juga hadir.
Ana, Mella, Intan juga hadir di acara pernikahan Kirana yang kedua.
"Mel, lihat deh Kirana. Makin cantik tuh anak, heran aku mel!" ucap Ana yang merasa kagum akan kecantikan Kirana yang natural sejak dulu.
Kirana yang melihat temannya datang tampak melambaikan tangannya, begitu pula ketiga teman Kirana yang membalas lambaian tangan pengantin di panggung.
***
Di sisi lain, Pak Darman dan Bu Susi bersiap-siap akan menghadiri undangan mantan besannya tersebut.
Untuk Ilham, sampai saat ini belum mengetahui bahwa Kirana menikah dengan lelaki yang pernah dilihatnya saat di perjalanan pulang beberapa bulan yang lalu.
Ilham sudah berangkat kerja sejak pagi dan kini telah disibukkan dengan banyaknya pelanggan yang memilih tempat travel dimana dirinya bekerja.
__ADS_1
"Pak, sudah siap nih? Ayo segera berangkat!" ajak Bu Susi yang tampil cantik dengan balutan gamis warna merah maroon sangat cocok dengan kulitnya yang putih.
"Ayo Bu, Bapak juga sudah siap." ucap Pak Darman yang menunggu istrinya di sofa.
Keduanya masuk kemobil dan melajukan kendaraan menuju gedung dimana Kirana mengadakan resepsi pernikahan.
Setelah melakukan perjalanan panjang, akhirnya Pak Darman dan Bu Susi sampai di gedung tersebut.
"Wah…Pak! Lihatlah, tempatnya sangat ramai sekali." ucap Bu Susi yang masih berada di mobil.
"Iya ya Bu, ramai sekali. Kelihatannya tamunya sangat banyak dari berbagai kalangan." kata Pak Darman yang terlihat tidak percaya diri.
"Tapi kita sudah terlanjur datang Pak, gak enak nanti sama keluarga Pak Tono. Mereka dulu besan kita, mereka juga yang mengundang." terang Bu Susi meyakinkan suaminya agar mau masuk ke gedung.
Lalu, keduanya keluar mobil dan berjalan masuk ke gedung yang sudah ramai para tamu undangan.
Memasuki gedung, Bu Susi tampak tercengang melihat pemandangan yang ada di depan matanya.
"Pak, benar-benar ramai." ucap Bu Susi yang masih terdiam kaku di tempatnya berdiri.
"Sudahlah Bu, kayak Ibu gak pernah datang ke tempat ini saja." jawab Pak Darman seraya menarik tangan istrinya untuk mencari tempat duduk.
__ADS_1
Setelah menemukan tempat yang kosong, walau agak jauh dari tempat Kirana berada. Akan tetapi Pak Darman dan Bu Susi masih melihat jelas senyum Kirana yang mengembang dan bahagia akan pernikahan keduanya tersebut.
Lalu, para karyawan membawakan berbagai menu makanan ke hadapan para tamu undangan yang datang.
"Eh, itu bukannya mantan mertuanya Kirana ya An?" tanya Intan saat tak sengaja melihat keduanya duduk di belakang mereka.
"Mana sih?" tanya Meli yang melihat kemana arah pandangan temannya itu.
"Itu loh Mel, mereka duduk di belakang kita." lirih Intan mengucapkannya.
"Oh itu toh! Iya, gak nyangka mereka akan datang. Tetapi aku tak melihat Ilham." kata Meli.
"Idih, ngapain Kirana ngundang mantan suaminya yang egois itu. Gak penting tau!" geram Ana saat mendengar perkataan Meli.
"Mungkin orang tua Kirana yang mengundang mereka sebagai bentuk silaturahmi." kata Ana menimpali ucapan teman-temannya.
Jangan lupa like, komen dan hadiahnya ya.
Selamat Membaca 🤗
Yuk gaes, mampir ke karya temanku ya yang gak kalah menarik. Judul Jerat Asmara Sang Mafia by Komalasari. Mampir ya gaes.
__ADS_1