
Beberapa saat kemudian, Fahiz dan Kirana sampai di kantor. Banyak yang sudah datang, mulai dari relasi dan beberapa karyawan penting hadir untuk merayakan ulang tahun kantor Fahiz yang sudah berdiri sejak muda.
"Ayo turun," ajak Fahiz pada gadis disampingnya.
"Iya Mas."
Keduanya turun dari mobil. Fahiz lalu berdiri di samping Kirana dan menggandeng tangan Kirana berjalan masuk ke dalam gedung.
Begitu masuk, pandangan semua orang tertuju pada Fahiz yang sedang bersama seorang wanita.
"Wah siapa gadis itu? Cantik sekali?" bisik salah seorang pengunjung yang hadir di acara tersebut.
"Mungkin saja itu pacar Fahiz. Dia 'kan sudah lama menyendiri. Akhirnya dapat juga pasangan yang sepadan. Yang laki ganteng, yang wanita cantik." sahut orang tersebut.
Fahiz berjalan menghampiri kedua orang tuanya yang sedang berbicara dengan salah satu koleganya.
"Pa, Ma." ucap Fahiz menyapa.
"Pantes lama sekali datang, ternyata bawa seseorang di sebelahmu." ucap Mama Heni yang penasaran siapa yang dibawa oleh putranya itu.
"Kenalin Ma, ini Kirana anak Bu Lastri langganan kue Mama." kata Fahiz.
"Oh ya," ucap Mama Heni terkejut saat gadis di hadapannya ini adalah anak Bu Lastri.
__ADS_1
"Kirana kenalin, ini Mama dan juga Papaku." kata Fahiz mengenalkan Kirana.
"Salam kenal Om dan Tante," ucap Kirana mencium tangan kedua orang tua Fahiz.
"Cantik sekali kamu Nak? Bagaimana kabar Ibumu?" tanya Mama Heni.
"Ibu, alhamdulillah sehat." ucap Kirana tersenyum memandang takjub kepada Mamanya Fahiz yang begitu cantik.
"Dimana Dwi Ma?" tanya Fahiz yang mencari keberadaan adiknya.
"Adikmu tadi datang kesini. Tetapi, ada urusan mendadak dan pergi bersama temannya." jawab Mama Heni.
Sedangkan, Pak Ilyas hanya tersenyum saat Kirana menyapa dan kembali melanjutkan mengobrol dengan Fahiz dan yang lainnya.
Setelah mengobrol lama, acara pun segera dimulai dengan memotong kue ulang tahun dan ucapan selamat ulang tahun atas kerja keras dan kesuksesan membangun kantor ini dari nol.
Tepuk tangan dari orang-orang saat Fahiz mengucapkan beberapa kata, karena acara ini berjalan lancar.
Satu jam kemudian, acara telah berjalan lancar dan beberapa orang telah pulang dengan perasaan bahagia.
Di kantor hanya tersisa Pak Ilyas, Bu Heni dan juga Fahiz. Jangan lupakan asisten yang selalu penuh kharisma Deni.
"Jadi, ini yang mau kamu kenalin ke Papa dan Mama?" tanya Pak Ilyas.
__ADS_1
"Iya Pa. Walau kami masih berteman, tapi Kirana adalah gadis yang baik." jawab Fahiz mantap.
Kirana yang sedari tadi diam, hanya bisa tertunduk dan tak tahu harus berbuat apa akan percakapan antara Fahiz dan Papanya itu.
Sedangkan Mama Heni hanya tersenyum bahagia, sebab Fahiz telah menemukan pasangan dan Mama Heni langsung suka saat pertama kali melihat Kirana.
Kirana sungguh tak menyangka, bahwa Fahiz menyukai dirinya yang sudah berstatus janda. " Apa yang harus aku katakan pada Fahiz nanti, kalau aku sebenarnya sudah janda!" ucap Kirana dalam hati.
"Bagaimana Nak Kirana menurutmu tentang Fahiz?" tanya Pak Ilyas.
Kirana yang mendapat pertanyaan seperti itu langsung menjawab dengan tenang.
"Mas Fahiz baik Om selama ini. Kami kenal juga baru beberapa kali bertemu." ucap Kirana tersenyum.
Fahiz langsung berbinar wajahnya saat Kirana tak merasa gugup saat berhadapan dengan Papanya.
"Apakah kamu sudah yakin akan Fahiz?" tanya Pak Ilyas lagi.
"Bila memang Mas Fahiz adalah jodoh Kirana. Kirana akan berusaha menjaga hubungan ini dengan baik." jawab Kirana tenang.
Maaf ya up nya dikit, sebab author masih sedang sakit. Dan author usahakan up sebisa mungkin.
Jangan lupa like, komen dan vote ya.
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir ke karya recehku.
Selamat Membaca 🤗