
***
2 bulan kemudian
Kini Ilham telah kembali ke kampung halaman untuk melaksanakan pernikahan yang akan diadakan sebulan lagi.
Berbagai persiapan telah dirancang dengan matang oleh kedua pihak keluarga masing-masing.
Pagi hari pukul sembilan, Pak Darman dan Bu Susi disibukkan dengan berbagai hal karena mendapat kabar bahwa Ilham hari ini pulang kerumah.
Mereka dengan tergesa-gesa segera berangkat menuju terminal.
"Bu, ayo berangkat! Ilham minta dijemput di terminal dan sebentar lagi sampai!" teriak Pak Darman di ruang tamu seraya berjalan keluar menuju bagasi mobil.
"Iya, Pak, sebentar kenapa? Ini juga mau ambil tas." timpal Bu Susi pada suaminya.
Bu Susi segera bergegas keluar kamar menyusul suaminya.
Beberapa saat kemudian, sampailah mereka di terminal. Takut mereka terlambat menjemput putra semata wayangnya.
Suasana terminal yang ramai dan padat orang yang berlalu lalang, membuat Pak Darman dan Bu Susi sulit mencari keberadaan Ilham.
"Ham, kamu dimana? Bapak dan Ibu sudah sampai terminal." tanya Pak Darman menghubungi Ilham di ponsel menanyakan keberadaannya.
"Ilham masih diperjalanan, Pak! Sebentar lagi sampai terminal kok!" ucap Ilham saat berada dalam bus.
__ADS_1
"Oh, ya sudah, Bapak berada di dekat gerbang terminal." ujar Pak Darman.
"Baik, Pak, nanti Ilham datang ke tempat dimana Bapak menunggu," jawab Ilham.
Tak berapa lama kemudian, bus yang ditumpangi Ilham akhirnya sampai di terminal.
Ilham yang duduk di depan segera melihat ke arah gerbang terminal, dimana ternyata orang tuanya sudah menunggu kedatangannya dan melambaikan tangannya.
Pak Darman dan Bu Susi yang sedang menunggu kedatangan Ilham segera menoleh ke arah bus yang memasuki terminal. Berharap putranya ada di bus itu.
Saat ada orang yang melambaikan tangan Pak Darman segera mengetahui bahwa itu adalah Ilham putranya.
Ilham bergegas turun setelah bus berhenti dan menghampiri kedua orang tuanya.
"Maaf, Pak, membuat Bapak dan Ibu menunggu lama." ucap Ilham seraya mencium tangan dan memeluk kedua orang tua yang telah mendidiknya dengan baik.
"Ya sudah, ayo kita pulang dan lanjutkan obrolannya di rumah saja." ajak Bu Susi.
Ilham segera masuk dan melajukan kendaraan keluar gerbang terminal menuju rumah masa kecilnya dulu.
Beberapa lama kemudian akhirnya mereka tiba dirumah dengan lancar.
Ilham segera turun dari mobil disusul kedua orang tuanya dan masuk ke dalam rumah.
"Akhirnya sampai juga ke rumah," ucap Ilham seraya duduk di sofa setelah melakukan perjalanan panjang yang melelahkan.
__ADS_1
Pak Darman dan Bu Susi menyusul setelahnya dan ikut duduk di sofa.
"Kalau capek, istirahat di kamar dulu Ham," pinta Bu Susi pada putranya.
"Iya Bu, Ilham masuk ke dalam kamar dulu ya? Capek banget nih?" timpal Ilham langsung berdiri menuju kamar kesayangannya.
Membuka pintu kamarnya, Ilham langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi agar badannya terasa segar setelah melakukan perjalanan panjang dan melelahkan.
Setelah selesai mandi, Ilham berjalan menuju lemari dan membuka pintu lalu mengambil kaos oblong dan celana pendek.
Ilham segera merebahkan badannya ke kasur dan tak berapa lama Ilham terlelap menuju ke alam mimpi.
Ilham yang kelelahan tak sadar sudah tidur terlalu lama. Dan akhirnya terbangun saat hari sudah sore. Dan bergegas ke kamar mandi untuk mandi.
Keluar kamar mandi, Ilham segera memakai baju lalu menyisir rambutnya dan bergegas keluar kamar untuk bertemu orang tuanya di ruang tamu.
Ilham berjalan menuju ruang tamu, namun apa yang dilihat ternyata sepi tak ada orang.
Lalu Ilham segera menuju dapur karena mencium bau harum dari masakan Ibunya.
"Eh, Ham? Sudah wangi dan seger nih?" tanya Bu Susi yang lagi berada di dapur.
"Iya Bu," ujar Ilham sambil tersenyum dan duduk di kursi dapur menemani Ibunya mengobrol.
"Bapak kemana Bu? kok sepi?" tanya Ilham seraya mengambil camilan di dapur.
__ADS_1
"Bapak ada kok, mungkin sedang mandi Ham," jawab Bu Susi.