
Fahiz sampai di rumah dan keluar dari mobil dengan senyum yang mengembang di kedua sudut bibirnya.
Memasuki rumah, Fahiz berjalan dan menghampiri adik dan juga mamanya yang sedang di ruang keluarga.
"Sore Ma dan juga adikku sayang," ucap Fahiz sambil mencium pipi mama Heni dan juga Dwi.
"Sore juga Fahiz," sahut Heni melihat wajah bahagia putranya.
"Sore juga,"
"Fahiz ke kamar duluan ya Ma!" kata Fahiz berlalu meninggalkan mereka berdua di ruang keluarga.
"Ma, ada apa dengan Mas Fahiz? Kelihatannya bahagia banget, dari tadi tersenyum saat masuk ke rumah.
"Biarin saja Dwi, mungkin lagi dapat rejeki durian runtuh kali," ucap Heni dengan mengangkat bahunya.
Di kamar, Fahiz segera melepas kemeja kerjanya dan bergegas masuk ke kamar mandi.
Fahiz berendam di bathup sambil membayangkan wajah Kirana. "Andai saja kita kenal lebih awal, aku tidak mungkin akan menyia-nyiakan istri secantik dirimu Kirana," gumam Fahiz.
Setengah jam kemudian, Fahiz keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit pinggangnya. Berjalan menuju lemari pakaian dan memakai kaos oblong dan juga celana pendek rumahan.
Fahiz lalu berjalan di depan cermin dan menyisir rambutnya yang basah. Nampak ketampanan Fahiz semakin memukau tatkala bercermin.
Fahiz keluar kamar dan bergabung dengan mama dan juga adiknya di ruang keluarga.
***
__ADS_1
Di tempat berbeda, Ilham telah bekerja di perusahaan swasta yang bergerak di bidang travel.
Ilham setelah kembali dari Lampung, dirinya lebih memilih bekerja di Jakarta agar bisa dekat dengan orang tuanya.
Seperti hari ini, keluar dari kantor Ilham langsung melajukan mobilnya membelah jalanan agar bisa pulang dan melupakan semua kenangannya bersama Kirana.
Saat sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Dirinya tak sengaja bertemu dengan mantan istrinya di pinggir jalan sedang berbincang-bincang dengan seorang lelaki.
"Kirana, aku sangat merindukanmu!" ucap Ilham di dalam mobil.
Ilham berhenti tak jauh dari motor Kirana yang sedang diperbaiki.
"Siapa lelaki itu? Apakah pacar Kirana? Kenapa kelihatannya sangat dekat sekali?" Ilham bertanya-tanya sendiri dengan apa yang di lihatnya.
"Kenapa cepat sekali kamu melupakanku Kirana? Maafkan aku Kirana, maafkan aku yang telah membuatmu terluka!" kata Ilham dengan memukul setir mobilnya.
Beberapa saat kemudian, Ilham sampai di rumah dan keluar dari mobil lalu menutup pintu dengan kencang.
Ilham berjalan dengan tergesa-gesa saat bertemu Ibu dan Bapaknya di ruang tamu, Ilham berlalu begitu saja tanpa menyapa kedua orang tuanya itu.
"Pak, ada apa dengan Ilham? Kenapa jalan terburu-buru begitu?" tanya Bu Susi pada suaminya yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Entahlah Bu, Bapak juga tidak tahu. Mungkin ada masalah di kantornya!" sahut Pak Darman yang melanjutkan menonton di televisi.
Di dalam kamar Ilham langsung mandi dan menyiram kepalanya dengan air shower untuk melupakan mantan istrinya itu.
Setengah jam kemudian, Ilham keluar dengan badan yang segar dan segera mengambil pakaian di dalam lemari.
__ADS_1
Setelah memakai baju, Ilham keluar kamar dan ingin menceritakan kepada orang tuanya soal pertemuan tidak sengajanya dengan Kirana tadi.
"Diminum dulu Ham, kopinya," ucap Bu Susi yang telah menyiapkan kopi untuk Ilham.
"Terimakasih Bu,"
"Dulu Kirana selalu menyiapkan kopi untukku saat pulang kerja begini. Sekarang, tidak ada lagi wajah dan senyuman Kirana Bu," ujar Ilham menyesali perbuatannya di masa lalu.
"Ham, sudahlah! Mau sampai kapan kamu seperti ini terus. Kirana, mungkin sudah bahagia dengan orang lain." tutur Pak Darman mengingatkan Ilham agar melupakan mantan istrinya.
"Tadi aku tidak sengaja bertemu Kirana di pinggir jalan Pak!" kata Ilham menceritakan pertemuannya tadi dengan Kirana.
"Apa…!" kompak kedua orang tuanya terkejut menimpali apa yang Ilham baru saja katakan.
"Apa benar yang kamu katakan Ilham?" tanya Bu Susi.
"Benar Bu, tapi Kirana sudah memiliki pacar dan lelaki itu sangat tampan." Ilham menimpali lagi.
"Apa Kirana tahu akan keberadaannu disana?" tanya Pak Darman.
"Tidak Pak! Kirana tidak tahu. Ilham sengaja tidak keluar dari mobil tadi saat melihat Kirana dari kejauhan." ucap Ilham mengingat kejadian tadi.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiah.
Terimakasih yang sudah mampir di karya recehku🤗
Selamat Membaca😘
__ADS_1