
Di dapur, Kirana dan Bu Susi menyiapkan bahan-bahan untuk memasak.
"Kirana, tolong uleg bumbu itu sampai halus ya? Ibu mau cuci ayam ini dulu ke belakang," pinta Bu Susi seraya berjalan ke belakang.
"Baik, Bu."
Kirana segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Ibu mertuanya.
Saat sedang duduk di lantai dapur, Kirana nampak sedang mengusap air mata karena pedasnya bawang merah.
Ilham yang melihatnya, segera menghampiri dan menyerahkan tisu pada istrinya. "Ini, tisu untuk menghapus air mata. Biar gak pedih," celetuk Ilham.
"Terima kasih, Mas."
"Kok, Mas disini? Bukannya lagi menemani Bapak mengobrol!" ucap Kirana saat melihat suaminya berada di dapur.
"Bapak lagi menonton berita di tv, makanya, Mas nyusul ke dapur dan hanya ingin melihat dek Kirana saja. Ternyata, istri Mas makin cantik kalau lagi memasak ya," puji Ilham yang membuat Kirana salah tingkah.
Selesai mencuci ayam, Bu Susi segera masuk ke dapur dan dilihatnya Ilham sedang membantu Kirana.
Betapa bahagianya Bu Susi melihat pemandangan antara putra dan menantunya yang terlihat romantis.
"Ehem…" Bu Susi berdehem saat mereka lagi berdua.
__ADS_1
Ilham dan Kirana, seketika menoleh dan terkejut akan kedatangan Ibunya yang tiba-tiba.
"Hehehe, Bu, ngagetin saja!" ucap Ilham lalu duduk di kursi dapur, kemudian Kirana segera berdiri dan menaruh bumbu halus tadi ke meja.
Seraya menunggu Kirana memasak, Ilham mengambil beberapa foto Kirana secara diam-diam. Bu Susi yang melirik aksi putranya hanya menggelengkan kepala.
Tiga puluh menit kemudian, akhirnya selesai juga opor ayam kesukaan Ilham. Kemudian, Kirana segera menata hidangan ke meja makan.
"Panggil Bapak, Ham, untuk makan siang bersama-sama," pinta Bu Susi.
Ilham segera mengangguk dan memanggil Bapaknya yang sedang menonton tv di ruang tamu.
"Pak, waktunya makan siang," ucap Ilham memanggil dan mengajak makan siang Bapaknya. Kemudian, Pak Darman segera meraih remot dan mematikan tv.
Sesampainya di meja makan, Pak Darman nampak berbinar saat melihat menu makanan adalah opor ayam. Makanan kesukaan Pak Darman dan Ilham.
"Siapa dulu yang masak? Menantu kita yang memasaknya." puji Bu Susi melihat hasil masakan Kirana.
"Wah, kalau begitu, Bapak akan mencobanya." kata Pak Darman.
Bu Susi dan Kirana segera mengambilkan nasi untuk para suami masing-masing.
Ilham juga ingin mencoba masakan Kirana, karena ini pertama kalinya Kirana memasak. Saat memasukkan suapan pertama ke mulutnya, Ilham terdiam selama beberapa menit.
__ADS_1
"Bagaimana, Ham, enakkan masakan Kirana?" tanya Bu Susi yang sedang mengunyah makanan.
Ilham yang ditanya masih larut dalam kenikmatan rasa yang ada di mulutnya. "Iya, Bu, ini benar-benar lezat dan amazing," puji Ilham seraya memberi dua jempol pada istrinya.
"Iya, ini enak banget loh! Baru kali ini Bapak makan opor ayam selezat ini," timpal Pak Darman memuji masakan menantunya.
Kirana tersenyum dan nampak tersipu malu saat suami dan mertuanya memuji hasil masakannya.
Bagi Kirana, ini adalah pertama kalinya berada di lingkungan keluarga suaminya. Semoga dirinya bisa bertahan dan mampu berbaur dengan mertuanya.
Selesai makan siang, Ilham dan Kirana segera ke kamar untuk istirahat dan mempersiapkan pakaian suaminya.
Memasuki kamar suaminya, Kirana begitu terpukau melihat ruangan yang begitu rapi dan bersih.
"Mas, ini kamar kamu?" tanya Kirana saat melihat seluruh ruangan yang sudah tertata rapi dan bersih.
"Iya, dek, ini kamar Mas dari kecil sampai sekarang!" kata Ilham saat mengenang masa kecilnya.
"Dek, kita menginap disini malam ini saja, ya!" pinta Ilham pada Kirana.
"Iya, Mas, malam ini kita menginap! Lagian, aku masih capek setelah acara pernikahan kita kemarin," ujar Kirana saat duduk di tepi tempat tidur.
Yes, malam ini aku bisa bercocok tanam lagi!" ucap Ilham dalam hati.
__ADS_1
Ilham kemudian pergi ke kamar mandi untuk menuntaskan panggilan alam yang sejak tadi ditahannya.
Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan buat para pembaca. Semoga Ibadah Puasa kita lancar sampai Hari Raya Idul Fitri tiba. Mohon Maaf Lahir dan Batin ya 🙏🙏🤗