Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 105


__ADS_3

Keesokan harinya, Fahiz dan Kirana sudah bangun pagi - pagi untuk menikmati suasana pantai Kuta Bali.


Keduanya bermain pasir bersama membuat istana pasir dan mengabadikan momen indah ini untuk kenangan.


"Sayang, ambilkan minuman di tas ku?" pinta Kirana yang sedang sibuk menata pasir - pasir itu.


Fahis mengambil minuman di tas Kirana dan menyerahkan kepada istrinya.


Dengan cepat Kirana mengambil minuman tersebut dan meneguknya hingga tak bersisa.


Fahiz yang melihat tingkah istrinya hanya menggelengkan kepalanya.


"Sayang, kamu tahu. Aku sangat mencintaimu melebihi dari apapun. Kamu memberiku warna dalam keseharianku yang semu. Bahkan aku dulu sempat tidak ingin mengenal lelaki manapun karena rasa trauma ku terhadap lelaki." kata Kirana mengingat masa - masa sulitnya dulu.


"Banyak tetangga yang membicarakan diriku, namun Kirana tetap tegar Mas dalam menghadapi mereka. Kirana selalu berusaha tersenyum walau hati rapuh." timpal Kirana yang bersandar di bahu suaminya.


"Andai kita kenal lebih awal, Mas tak akan menyia - nyiakanmu sayang." sahut Fahiz memeluk istrinya penuh kasih sayang.


"Sekali lagi terimakasih Mas telah menerimaku apa adanya." ucap Kirana memandang wajah suaminya seraya tersenyum.


"Iya sayang." 


Hari tak terasa sudah siang, Fahiz dan Kirana segera menuju toilet untuk membersihkan diri mereka.


Selesai dari toilet, mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata yang banyak jajanan khas Bali dan souvenir cantik di daerah Bali.


Kirana pun membeli banyak jajanan dan souvenir Bali untuk oleh - oleh keluarga dan juga mertuanya.


Fahiz dan Kirana menyewa kendaraan untuk jalan - jalan selama berada di Bali.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Fahiz sampai dan memarkirkan kendaraan di sebuah restoran dimana banyak mobil terparkir.


Turun dari mobil, keduanya masuk ke restoran dan benar saja sangat ramai sekali.


Salah satu karyawan menghampiri mereka yang berdiri di depan kasir.


"Selamat siang, mbak carikan kami tempat dekat dengan jendela dan pemandangan laut." pinta Fahiz.


"Baiklah, mari ikut saya Pak." ucap karyawan tersebut.


Keduanya mengikuti karyawan itu, lalu disinilah mereka berada.


"Silahkan pilih menu, disini untuk menu andalan restoran kami saat ini ada Gurame bakar." ucap karyawan tersebut.


Setelah melihat beberapa menu, Kirana memilih ayam bakar dan Fahiz gurame bakar. Lalu untuk minuman memilih es jeruk karena suasana sangat panas hari ini.


"Mas, sungguh indah ya suasananya. Seperti di pedesaan sejuk banget." ujar Kirana kagum akan keindahan Bali.


"Iya sayang, kapanpun kamu mau akan aku ajak lagi kesini tahun depan." kata Fahiz seraya menggenggam tangan istrinya.


Setelah mengobrol beberapa saat, tak lama karyawan datang membawa pesanan mereka tadi.


"Terimakasih."


Karyawan tersebut hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala kemudian pergi untuk melayani pembeli lainnya.


Fahiz dan Kirana segera makan dengan santai. Kirana pun memfoto makanan tersebut dan mempostingnya di akun sosial medianya.


Tak lama, ponsel Kirana berbunyi menandakan bahwa ada pesan masuk dalam postingannya.

__ADS_1


"Kiranaaaaaa, aku mau ikut kamu ke Bali! Aku mau makan gurame bakarnya!" ucap Ana yang saat itu melihat postingan Kirana di sosmed.


Kirana yang membaca pun segera membalas komen tersebut. "Kesinilah nyusul, keburu habis nanti!" balas Kirana dengan di beri emoticon ketawa.


"Pokoknya kamu pulang, kita ketemuan lagi ya? Sudah kangen nih kumpul - kumpul kayak dulu lagi." sahut Ana lagi.


"Oke Ana, siap dilaksanakan."


Selesai makan, keduanya menuju kasir dan membayar. Lalu kembali ke hotel karena mempersiapkan segalanya untuk pulang ke Jakarta nanti.


Jangan lupa like, komen ya gaes.


Selamat Membaca 🤗


Kali ini author mau rekomendasikan karya teman. Karya Author Angela dengan judul Terjerat Gairah Sang Pelakor. Ceritanya menarik loh, jangan lupa mampir ya.


Rayana Hasianna, tidak pernah menyangka rumah tangga yang sudah dibina selama 2 dua tahun, harus kandas di tangan pelakor yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri.


Rayana tidak pernah menyangka kalau sore itu dia akan melihat ranjang yang selama ini menjadi milik pribadinya bersama suami, harus digantikan oleh, Lani, sahabatnya sendiri.


Bertekad ingin membalas dendam atau menyelamatkan rumah tangganya, Ray memilih pura-pura tidak mengetahui perbuatan mesum kedua orang yang sangat dia sayangi itu.


Bagaimana kisah Ray? akankah hati yang sudah hancur berkeping-keping bisa ditata kembali?


Akankah Ray berhasil mendapatkan cinta suaminya lagi, atau memang takdir berkata lain?


"Aku mungkin bisa memaafkanmu, tapi tidak untuk melupakan, rasa sakit ini." - Rayana Hasianna.


__ADS_1


__ADS_2