Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 107


__ADS_3

Sebulan kemudian…


Sepulang mereka dari Bali, Fahiz dan Kirana sudah mulai beraktifitas seperti biasanya.


Kehidupan keluarga baru Kirana yang semakin hari semakin harmonis membuat kedua orang tua Kirana merasa tenang dan bahagia setelah melihat kasih sayang Fahiz terhadap Kirana benar - benar tulus.


Sedangkan Dwi, saat ini sudah mulai sibuk melakukan sidang untuk skripsi yang telah di selesaikannya itu.


"Ma, doain Dwi sidangnya lancar ya hari ini!" ucap Dwi dengan hati yang berdebar - debar.


"Pasti sayang, mama selalu mendoakanmu yang terbaik begitu juga kakakmu." kata Mama Heni memeluk erat putrinya bungsunya itu.


Tak lama, Dwi pamit untuk berangkat kuliah karena sidang hari ini adalah penentu dirinya lulus dan segera Dwi akan bekerja membantu kakaknya itu.


Mama Heni pergi mencari Kirana di kamar, dirinya merasa bosan harus di rumah sebesar ini tanpa melakukan apapun.


Tok … tok … tok 


"Kirana!" mama Heni memanggil dari luar kamar Kirana yang tertutup.


Pintu terbuka, nampak Kirana habis mandi dengan handuk dikepalanya.


"Masuk Ma," pinta Kirana yang berjalan menuju sofa.


Mama Heni lalu masuk ikut menyusul Kirana duduk di sofa.


"Kirana, yuk kita jalan - jalan! Mama bosen hanya di rumah gak ada kegiatan." tukas Mama Heni yang sedikit memelas pada menantunya karena rasa sepi.


Kirana yang mendengar perkataan mertuanya, hanya tersenyum dan mengangguk bahwa dirinya menyetujui permintaan mama mertuanya itu.


"Baiklah Ma, Kirana ganti baju dulu dan setelah itu kita keliling mall sesuai keinginan mama." ucap Kirana yang langsung disambut pelukan erat oleh mertuanya itu.


"Benarkah! Sungguh mama merasa sangat senang Kirana. Untung ada kamu disini, bila tidak Mama akan sangat sedih." ucap Mama Heni yang tersenyum lebar.


Kemudian mertuanya itu, keluar kamar Kirana untuk berganti pakaian. Kirana juga bersiap - siap mengganti pakaian serta berdandan natural saja hanya lipstik dan bedak tipis yang melekat di wajahnya.

__ADS_1


Setengah jam kemudian, Mama Heni dan Kirana telah bersiap untuk berangkat.


Namun, nada dering di ponsel Kirana berbunyi.


"Hallo, Assallamualaikum Mas?" sapa Kirana setelah mendial tombol hijau.


"Waallaikumsalam sayang, sedang apa sekarang?" tanya Fahiz setelah selesai rapat dengan beberapa staff karyawannya.


"Ini Mas, mau keluar dengan Mama jalan - jalan di mall." sahut Kirana.


"Ya udah hati - hati di jalan ya!" ucap Fahiz.


"Jadi Mas menghubungiku hanya mengatakan itu saja!" heran Kirana pada suaminya.


"Sebenarnya, Mas hanya kangen saja padamu sayang," ujar Fahiz yang berdiri di dekat jendela ruangannya seraya tersenyum.


"Kirana juga kangen sama Mas. Nanti pulangnya jangan terlalu malam ya." kata Kirana.


"Baiklah sayang, tapi servis jangan lupa. Bye sayang!" kata Fahiz sambil menutup telepon sepihak.


Sedangkan Mama Heni, hanya memandang Kirana dengan kebingungan.


"Ada apa dengan Fahiz!" tanya Mama Heni.


"Itu Ma, Mas Fahiz hanya bilang hati - hati dijalan," kata Kirana sambil menggandeng tangan Mamanya untuk segera berangkat.


Keduannya masuk ke mobil dan pak sopir siap mengantar majikannya kemanapun.


Setengah jam kemudian, mobil sampai di parkiran mall yang kebetulan saat ini suasana sangat ramai.


Turun dari mobil, Mama Heni tampak antusias dan menarik Kirana untuk segera masuk ke mall. Sedangkan, pak sopir menunggu di mobil sambil tiduran.


"Wah, Kirana lihat banyak promo di pajang dimana - mana!" ucap Mama Heni dengan mata berbinar melihat barang - barang yang ada di depan matanya.


"Yuk, kita kesana! Jiwa belanja Mama memberontak ini." kata Ma Heni menarik tangan Kirana lagi.

__ADS_1


Kirana hanya menggelengkan kepalanya melihat aksi mertuanya itu.


Dari toko yang di singgahi, berpindah lagi ke toko satunya yang memiliki promo dan beberapa toko yang mereka masuki. Tentunya, Mama Heni tak ingin melewatkan hal satu ini.


Satu jam kemudian, Kirana tampak lelah mengikuti mertuanya. Kakinya terasa kebas setelah berjalan kesana kemari membuatnya lelah.


"Kita mampir ke cafe ya, mama haus dan lapar!" ajak Mama Heni.


"Iya Ma, Kirana juga haus dan capek. Lama tidak berjalan seperti ini di mall membuat Kirana lemas." ujar Kirana sambil memijat kakinya.


Sementara untuk belajaan, telah mereka titipkan kepada sopir yang telah dihubungi Mama Heni tadi.


"Mbak dua jus jeruk dan kentang goreng besar satu ya?" ucap Mama Heni kepada pelayan itu setelah duduk di cafe.


"Baik Bu, ditunggu." pelayan kemudian berlalu dari hadapan mereka.


Makanan pun akhirnya sampai setelah beberapa menit menunggu.


Mama Heni langsung minum jus tersebut dalam sekali tegukan lalu memanggil pelayan lagi untuk memesan satu jus lagi. Tingkah mertuanya itu membuat Kirana yang melihatnya tampak tercengang.


"Maaf Kirana, Mama haus sekali tadi hehehe," ucapnya sambil tertawa.


Setelah menghabiskan minum dan kentang keduanya memanggil pelayan untuk membayar, kemudian Kirana dan Mama Heni pergi dari tempat itu. Akan tetapi, pada saat baru beberapa langkah tiba - tiba.


"Braaaakk…"


Kira - kira siapa yang jatuh ya 🤭 ayo tebak?


Jangan lupa like, komen dan hadiahnya ya..


Author mau promo lg ya, ini gak kalah menarik, karya author Unchi dengan judul Terpaksa Menikahi Mantan Napi. Jangan lupa mampir ya.


Selamat Membaca 🤗


__ADS_1


__ADS_2