
Kirana yang masih shock saat melihat isi pesan tersebut segera mengambil ponselnya yang jatuh dan bergegas masuk ke dalam rumah.
Sedangkan, Ilham yang masih bingung dengan sikap Kirana segera pergi dan masuk ke dalam mobil. Lalu, melajukan kendaraanya keluar dari rumah Kirana.
Pak Tono dan Bu Lastri yang melihat Kirana berjalan terburu-buru segera menghentikan Kirana.
"Ada apa, Kirana? Kenapa kamu jalan terburu-buru begitu?" tanya Bu Lastri heran saat melihat putrinya.
"Tidak ada apa-apa, Bu!" tukas Kirana seraya berpamitan pada kedua orang tuanya untuk tidur.
Pak Tono dan Bu Lastri saling pandang serta bingung dengan tingkah putrinya yang sebelumnya baik-baik saja kenapa sekarang wajahnya jadi muram.
Bu Lastri yang merasa khawatir, segera menyusul Kirana ke kamarnya.
Kirana membuka pintu kamarnya dan segera merebahkan tubuhnya ke kasur.
Kirana lama menatap langit-langit kamar serta melamun karena mendapat pesan dari Ibrahim. Dan beberapa saat kembali tersadar, lalu mengambil ponsel disebelahnya.
Kirana melihat sekali lagi pesan dari Ibrahim dan membacanya.
"Hai, Kirana? Aku pulang!"
"Bagaimana kabarmu? Aku rindu banget sama kamu."
"Bisakah kita bertemu minggu depan?" isi pesan Ibrahim dengan emoji dua hati.
"Kirana...!" panggil Bu Lastri saat pintu kamar terbuka lebar.
Kirana yang sedang membaca pesan Ibrahim, langsung terkejut dan menyembunyikan ponselnya di bawah bantal.
__ADS_1
Bu Lastri yang menatap Kirana, seketika curiga akan sikap Kirana.
"Apa yang terjadi Kirana?" tanya Bu Lastri yang sudah duduk di tepi tempat tidur.
"Ibrahim, Bu. Ibrahim akan datang ke rumah dan melamar Kirana," cemas Kirana yang tampak merasa gugup.
"Tenang Kirana. Walaupun Ibrahim kesini dan ingin melamarmu. Dia tak akan bisa menghalangi pernikahanmu. Ibu yakin hal itu." ujar Bu Lastri menjelaskan Kirana dengan tenang.
Seketika, Kirana langsung memeluk Ibunya erat. Kirana merasa bahagia dan beruntung memiliki Ibu yang sabar dan baik.
"Terimakasih, Bu. Andai, Ibrahim kesini aku akan menjelaskan semuanya dan waktu tidak bisa diputar kembali." kata Kirana yanv masih berada dipelukan Bu Lastri.
"Ya sudah, sekarang waktunya tidur karena sudah malam." ujar Bu Lastri.
"Iya Bu."
Kirana pun merebahkan tubuhnya dan Bu Lastri mencium kening Kirana kemudian segera meninggalkan kamar Kirana.
"Apa yang harus aku lakukan? Aku mencintaimu Ibrahim tetapi cinta kita tidak bisa bersatu karena perjodohan ini." monolog Kirana berbicara pada dirinya sendiri.
Sejujurnya Kirana ingin menemui Ibrahim. Namun dirinya takut tidak bisa bertemu Ibrahim karena orang tuanya melarang calon pengantin keluar rumah dalam arti kata lain di pingit.
Di tempat berbeda, Ibrahim setelah mengirim pesan kepada Kirana namun tak kunjung mendapat balasan dan hanya dibaca oleh Kirana membuat Ibrahim merasa was-was.
"Kenapa pesanku hanya dibaca saja sama Kirana?" gumam Ibrahim.
Ibrahim mencoba mengirim pesan sekali lagi pada Kirana.
"Kirana kenapa pesanku hanya dibaca saja? Apakah kamu sudah tak ingin menemuiku lagi!"
__ADS_1
"Kalau sempat balas pesanku ini."
Kirana yang mendengar notifikasi pesan dari Ibrahim hanya menatap ponselnya secara gamang.
Pikiran Kirana berkelana kemana-mana. Ibrahim adalah cinta pertamanya sedangkan Ilham adalah calon suaminya kelak.
Merasa dilema akhirnya Kirana turun dari kasur lalu memilih pergi ke kamar mandi untuk wudhu.
Setelah wudhu Kirana segera menunaikan ibadah sholat dan menyerahkan segala urusan pada yang di atas.
Selesai menunaikan ibadah sholat Kirana menuju kasur kesayangannya dan mengambil guling lalu memeluknya erat-erat dan menuju ke alam mimpi indah.
Beberapa menit saja Kirana sudah terlelap tidur karena efek lelah jalan-jalan dengan Ilham.
Di satu sisi Ibrahim menunggu balasan dari Kirana, namun saat melihat pesannya ternyata belum dibaca oleh Kirana.
Tak kunjung juga mendapat balasan dari mantan kekasihnya itu. Ibrahim akhirnya memilih tidur dan memikirkan pertemuan dengan Kirana besok.
Di waktu yang sama, Ilham juga melakukan yang sama mengirim pesan kepada Kirana.
"Dek Kirana sedang apa? Apakah sudah tidur?" tanya Ilham melalui pesan sms kepada Kirana.
Menunggu beberapa menit pesan tersebut belum terbaca. Dan Ilham berpikir mungkin saja Kirana sudah tidur.
Ilham nampak bahagia dan tersenyum sendiri melihat beberapa foto Kirana yang diambilnya secara diam-diam saat Kirana sendirian atau bermain dengan adik-adiknya tadi.
Wajah dan senyum Kirana mampu membuat seorang Ilham terpesona dan tak bisa tidur sampai larut malam.
Dan memang kenyataannya Ilham sampai larut malam tak bisa tidur karena membayangkan wajah Kirana dan kelak menjadi istri sahnya.
__ADS_1
Haiii…gak terasa sudah sampai 20 bab. Kira-kira Kirana, Ilham dan Ibrahim bakal ketemu gak ya?? Makasih yang sudah mampir di novel receh ini 🤗. Dukungan kalian sangat berarti😘
Jangan lupa like, fav, vote dan komen😘😘