
Menempuh perjalanan panjang, Ilham dan Kirana akhirnya sampai juga di rumah.
Keduanya turun dari mobil angkutan yang mereka tumpangi.
Ilham dan Kirana, berjalan beriringan namun tidak bergandengan tangan. Saat tiba di depan pintu Kirana mengetuk pintu.
"Assallamualaikum," sapa Kirana seraya mengetuk pintu rumah.
"Waallaikumsalam," balas orang dari dalam.
Saat pintu terbuka, Bu Lastri terkejut melihat Kirana dan Ilham sudah sampai di rumah.
"Loh, sudah sampai kalian? Kenapa tidak menghubungi Bapak atau Ibu! Biar kami menjemput." jelas Bu Lastri.
"Tidak apa-apa, Bu! Kami tidak mau merepotkan Ibu." ujar Kirana seraya berjalan masuk ke dalam rumah diikuti Ilham dari belakang.
Ilham dan Kirana kemudian duduk di sofa, diikuti Bu Lastri. Tak berselang lama Pak Tono pun ikut bergabung saat melihat siapa tamu yang datang.
Pak Tono pun terkejut, melihat putri dan menantunya pulang kerumah. Walaupun sebelumnya, Kirana sudah memberitahu kalau dirinya akan pulang. Akan tetapi, kenapa tidak menghubungi kembali kalau sudah sampai Jakarta.
__ADS_1
"Kenapa, kalian pulang tidak mengabari kami dahulu!" ucap Pak Tono dengan wajah yang terlihat kebingungan.
"Kami, tidak mau merepotkan Bapak dan Ibu," ucap Ilham seraya tersenyum.
"Baiklah, karena kalian baru sampai, lebih baik istirahat dulu di kamar. Nanti malam kita lanjut ngobrolnya." pinta Pak Tono kepada putri dan menantunya itu.
Ilham dan Kirana, kemudian beranjak berdiri dan berjalan menuju kamar mereka.
Setelah masuk ke kamar, Ilham dan Kirana bergantian ke kamar mandi. Ilham masuk terlebih dahulu untuk mandi karena badannya yang terasa lengket. Sedangkan, Kirana menunggu suaminya sambil rebahan di tempat tidur.
Lima belas menit kemudian, Ilham keluar dari kamar mandi dengan badan dan wajah terlihat segar.
Setelah beberapa menit, Kirana keluar dan rambutnya yang basah menambah kecantikan alami pada dirinya.
Ilham yang sedari tadi menunggu Kirana pun tampak tercengang dan merasa canggung melihat kecantikan istrinya.
Namun apa daya, Kirana pun tak tersenyum sama sekali saat melihat dirinya. Bahkan, selama perjalanan tadi hanya sedikit obrolan yang mereka bicarakan. Tidak seperti Bydahulu waktu awal pernikahan mereka.
"Mas, aku mau tidur sebentar ya? Badanku lelah sekali." ucap Kirana seraya merebahkan tubuhnya dan memunggungi Ilham.
__ADS_1
Ilham hanya menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan istrinya itu.
Ilham yang melihat istrinya tidur memunggunginya, hanya tersenyum getir. Kemudian, dirinya ikut merebahkan tubuhnya yang lelah setelah melakukan perjalanan panjang tersebut.
Sedangkan di dapur, Bu Lastri dan Pak Tono sedang memasak untuk hidangan makan malam nanti.
"Pak, lihat 'kan tadi, Kirana dan Ilham nampak baik-baik saja hubungan mereka. Tetapi, kenapa wajahnya datar saja ya?" tanya Bu Lastri pada suaminya yang sedang mengiris bawang merah.
"Entahlah, Bu! Kita dengar saja nanti dari cerita mereka berdua. Bagaimana, kelanjutan hubungan mereka nantinya! Yang penting, kita sudah tahu dari cerita Kirana, bahwa Kirana dan Ilham akan bercerai. Kita sebagai orang tua mau bagaimana lagi memberitahu mereka, kalau keputusan mereka sudah bulat." tutur Pak Tono panjang dan lebar.
Bu Lastri yang mendengar penuturan suaminya, hanya bisa menghela nafas panjang. "Hhhhh, iya, Pak. Kita tunggu mereka setelah bangun tidur." ucap Bu Lastri seraya melanjutkan memasaknya.
Setengah jam kemudian, Bu Lastri telah menyelesaikan masakannya dan segera menata di meja makan dibantu Pak Tono.
Kemudian, Bu Lastri segera mencuci peralatan dapur yang kotor setelah memasak tadi, lalu segera membantu karyawan di toko kue yang semakin rame pembeli.
Sedangkan Pak Tono, lebih memilih melanjutkan memberi makan ikan-ikan hiasnya yang semakin banyak dirumah.
Untuk Andika dan Laras, mereka masih sekolah dan mereka pun pulang sore hari, karena Andika yang sedang kuliah dan Laras yang sudah kelas tiga SMA, dimana dirinya akan lulus setahun lagi. Tentunya banyak kegiatan sekolah mereka bersama teman-temannya di luar.
__ADS_1