
Di kamar, Kirana merebahkan tubuhnya yang merasa lelah setelah jalan - jalan di kota Bali. Kirana ingin menghabiskan waktunya di Bali dengan kenangan yang indah bersama suaminya.
"Mas besok keliling lagi ya? Aku belum puas untuk hari ini." ucap Kirana dengan manja.
"Oke sayang."
Kemudian Kirana menata kembali barang belanjaan, lalu dipisahkan agar oleh - oleh tersebut diberi nama agar tidak tertukar nanti.
Sedangkan Fahiz lebih memilih mandi untuk membersihkan badannya yang lengket dan bau keringat.
Selesai mandi, Fahiz nampak segar dan wangi dengan aroma sampo. Kini, giliran Kirana yang mandi setelah memisahkan barang - barang belanjaannya.
Beberapa saat kemudian, Kirana keluar dari kamar mandi dan langsung menghampiri suaminya di tempat tidur.
"Mas, malam ini kita makan di restoran hotel saja ya? Hari ini aku lelah sekali?" ucap Kirana yang ikut duduk disamping Fahiz.
"Iya, setelah ini kita siap - siap ke lobi hotel." kata Fahiz seraya turun dari tempat tidur untuk mengambil baju di lemari disusul dengan Kirana.
Selesai berdandan, keduanya keluar kamar untuk menuju restoran hotel ini yang begitu ramai malam ini.
***
Di tempat berbeda, Ilham nampak gelisah saat mengetahui Kirana sudah menikah.
Kedua orang tua Kirana tampak terkejut akan kedatangan Ilham di rumah.
__ADS_1
"Pak, apa benar Kirana telah menikah?" tanya Ilham yang sedikit gugup tapi juga was - was akan berita tersebut.
"Iya benar Nak Ilham, Kirana sudah menikah beberapa hari yang lalu. Saat ini Kirana sedang liburan di Bali bersama suaminya." kata Pak Tono yang memandang Ilham dengan rasa iba.
"Jadi benar Kirana sudah menikah." gumam Ilham yang melihat sekeliling rumah mantan mertuanya masih sama seperti dahulu saat pertama kalinya datang ke rumah ini.
Bu Lastri yang melihat Ilham yang tampak kurus pun ikut merasakan kesedihan tersebut.
Namun, nasi sudah menjadi bubur. Kirana sudah bahagia dengan pernikahan keduanya.
"Lupakanlah Kirana nak Ilham. Kirana sudah bahagia sekarang, semoga nak Ilham mendapat jodoh yang lebih baik." tutur Bu Lastri menasehati Ilham.
"Maafkan Ilham Pak, Bu. Ilham khilaf dan begitu egois dulu telah meninggalkan Kirana." lirih Ilham mengatakan dengan penuh penyesalan.
"Baiklah Pak, kalau begitu Ilham pamit pulang dulu." ucap Ilham seraya mencium tangan mantan mertuanya itu.
Ilham pulang dengan keadaan kacau dan pasrah akan nasib dirinya yang saat ini masih belum bisa melupakan mantan istrinya itu.
Betapa bodohnya Ilham yang telah menyia - nyiakan istri sebaik Kirana di masa lalu. ( Ditinggal pergi pas sayang - sayange 🤣 emang enak rasakno🤭 nyesel kan.)
Ilham bukannya pulang kerumah, tetapi memilih pergi ke pantai ancol untuk menumpahkan rasa kecewa dan batinnya yang tersiksa selama ini.
Disinilah Ilham berada, "Kiranaaaaaaa …" teriak Ilham dengan penuh penyesalan mendalam.
Beberapa orang yang melihat Ilham hanya bisa geleng - geleng kepala dan juga merasa kasihan karena ditinggal pergi kekasihnya.
__ADS_1
"Lihat orang itu, frustasi sekali ditinggal pacarnya menikah kali ya?" ucap salah seorang pengunjung di pantai tersebut.
"Iya pasti dia sangat mencintainya sampai kekasihnya pergi demi orang tuanya." sahut pengunjung lain.
Ilham terduduk lemas menatap hamparan laut yang luas di depannya. Tangannya menggenggam pasir dengan erat untuk melampiaskan emosinya yang dia tahan.
"Kirana aku telah salah menilaimu selama ini, maafkan Mas Kirana! Maafkan Mas!" lirih Ilham dengan berderai airmata.
Hai - hai selamat pagi semuanya. Gak terasa udah sampai sini. Tinggal dikit lagi kisah Kirana akan berakhir.
Yuk kasih like, komen dan hadiahnya ya.
Selamat Membaca 🤗
Author mau promosi lagi nih, karya teman yang juga menarik loh. Karya Author M. Anha dengan judul Aku Juga Ingin Bahagia. Yuk mampir ya gaes.
Zahra memutuskan untuk menikah dengan pria yang baru saja hadir di hidupnya, cinta pandangan pertama itulah yang dialaminya hingga Ia memutuskan hal penting tanpa tahu terlebih dahulu pria yang akan dijadikan sebagai imamnya.
Kebahagiaan dirasakan di awal pernikahannya, hingga semua hancur karena sebuah kecelakaan yang merenggut bayi yang ada di dalam kandungannya.
Zahra mengalami keguguran dan di hadapan pada kenyataan jika kesempatan untuk menjadi seorang ibu sangatlah kecil karena kecelakaan yang dialaminya.
Mampukah Zahra mengembalikan kehidupan rumah tangganya yang harmonis?
Akankah Zahra bisa merasakan menjadi seorang ibu?
__ADS_1