Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 24


__ADS_3

Mendengar nama Ibrahim, Bu Lastri seketika terkejut dan ingatannya kembali pada enam bulan yang lalu, di mana Kirana pernah menceritakan perihal Ibrahim.


'Jadi ini yang namanya Ibrahim?' , batin Bu Lastri seraya menatap Ibrahim dari atas ke bawah.


...Bu Lastri tidak menyangka bahwa Ibrahim akan mendatangi rumahnya. Apakah Ibrahim tidak tahu bahwa pernikahan Kirana sebentar lagi diadakan, batin Bu Lastri masih dengan pikirannya yang berkelana....


Ibrahim yang sedari tadi berdiri hanya diam memandang Ibu Kirana yang menatapnya lama.


Saat Bu Lastri masih belum mempersilahkan Ibrahim masuk, dari belakang Pak Tono segera melihat siapa tamu pagi-pagi yang sudah datang ke rumahnya.


"Siapa, Bu, tamunya?" tanya Pak Tono saat sudah berada di belakang istrinya.


Deg


Seketika Bu Lastri tercengang dan panik saat suaminya sudah berdiri di belakangnya.


"I-ini Pak, namanya Ibrahim. Kesini mencari Kirana karena dulu teman sekolahnya!" ucap Bu Lastri bermaksud membohongi suaminya.


"Mari, Nak, masuk dulu ke rumah. Gak enak masa ngobrolnya sambil berdiri," ujar Pak Tono meminta Ibrahim masuk ke dalam.


Sedang Bu Lastri pergi ke dapur untuk membuat minuman untuk tamunya.


Di ruang tamu Ibrahim duduk dihadapan Pak Tono dengan perasaan campur aduk.


"Nak Ibrahim dulu teman sekolah Kirana, ya?" tanya Pak Tono pada Ibrahim.


"Iya, Pak, bahkan satu kelas sama Kirana," jawab Ibrahim seraya tersenyum.


Pak Tono tidak mengetahui teman-teman Kirana, karena jarang bermain keluar rumah dan hanya sibuk membantu di toko kalau putrinya libur sekolah saja.


Bahkan perihal kekasih Kirana pun Pak Tono tidak mengetahui karena putrinya tidak pernah menceritakannya.


Pak Tono hanya meminta kepada ketiga anak-anaknya untuk memikirkan pendidikan dahulu.


Baru kali ini ada teman Kirana berkunjung ke rumahnya semenjak perpisahan sekolah.

__ADS_1


"Apa Kirana ada Pak?" tanya Ibrahim pada Pak Tono.


"Ada 'kok? Kirana sedang di kamar. Sebentar Bapak panggil dulu," Pak Tono kemudian berdiri dan menuju kamar putrinya.


Saat Pak Tono berjalan ke kamar Kirana, Bu Lastri keluar dari dapur membawa minuman dan camilan.


Bu Lastri berusaha menghindari suaminya dan ingin berbicara dengan Ibrahim mantan kekasih Kirana.


Hanya Bu Lastri yang mengetahui hubungan Kirana dan Ibrahim. Sedang Pak Tono belum mengetahui sama sekali perihal masalah tersebut.


"Silahkan, Nak di minum," pinta Bu Lastri.


"Iya Bu,"


"Nak Ibrahim, boleh Ibu bertanya sesuatu?" ucap Bu Lastri ingin memastikan kepada lelaki di hadapannya ini.


"Boleh Bu,"


"Apa hubungan Nak Ibrahim dan Kirana? Sudah berapa lama hubungan kalian terjalin?" tanya Bu Lastri dengan menatap tajam wajah Ibrahim.


Diamnya Ibrahim membuat Bu Lastri semakin yakin tentang hubungan mereka dahulu.


Kedatangan Ibrahim kali ini membuat dugaannya semakin kuat, bahwa Ibrahim ingin menjalin hubungan kembali dengan Kirana,


"Iya, Bu, saya dan Kirana memang berhubungan dahulu. Kedatangan saya kesini karena ingin berbicara dengan Kirana juga melamarnya," ucap Ibrahim dengan tegas.


"Apa!" Bu Lastri terkejut dan matanya membelalak lebar. 


Bagaimana bisa pemuda di hadapannya begitu berani melamar putrinya? di saat persiapan pernikahan sudah terlaksana dengan baik.


Saat Bu Lastri dan Ibrahim sedang mengobrol. Di depan kamar putrinya Pak Tono mengetuk pintu.


Tok…tok…tok


"Nak, Bapak boleh masuk?" pinta Pak Tono.

__ADS_1


Kirana yang mendengar suara Bapaknya segera membuka pintu kamar.


"Masuk dulu Pak," ujar Kirana.


Pak Tono masuk dan duduk di kursi meja belajar Kirana. Kemudian di susul Kirana yang duduk di kasur.


"Nak, di depan ada temanmu!" kata Pak Tono.


"Teman!" ucap Kirana seraya keningnya mengernyit heran.


"Iya, temanmu bernama Ibrahim dan sekarang ada di ruang tamu bersama Ibumu.


Deg


Kirana matanya seketika membelalak lebar dan terdiam kaku saat mendengar nama Ibrahim.


"Apa! Ibrahim kesini dan tidak memberitahuku lebih dulu kepadaku, kalau dia mau datang." ucap Kirana dalam hati.


Pak Tono yang melihat reaksi putrinya seketika keningnya ikut mengernyit tapi berusaha tenang. 


"Apa kamu kenal dengan Ibrahim Nak? Katanya dia teman sekolahmu?" tanya Pak Tono pada putrinya tanpa basa basi.


"I-iya Pak, I-ibrahim teman sekolahku waktu SMA." jawab Kirana terbata-bata seraya menundukkan kepalanya.


Pak Tono merasa curiga dan pasti ada yang disembunyikan oleh putrinya. 


Namun, sebisa mungkin Pak Tono bersikap tenang dan menunggu waktu yang tepat agar putrinya sendiri yang akan menceritakannya nanti.


Pak Tono meminta Kirana segera menemui Ibrahim di depan, karena sudah terlalu lama menunggu.


"Ya, sudah buruan ke depan, tidak enak menunggu lama," kata Pak Tono.


"Iya, Pak, Kirana siap-siap dulu." tukas Kirana.


Setelah kepergian Pak Tono yang meninggalkan Kirana sendirian di kamar, Kirana duduk termenung dan merasa bersalah juga frustasi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Kirana berusaha tenang dan menepuk-nepuk pipinya agar tidak gugup nanti saat bertemu Ibrahim.


__ADS_2