
Kirana berusaha melepaskan resleting kebaya dari tadi nampak kesusahan karena macet.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Ilham selesai mandi dan melihat Kirana yang kesusahan membuka resleting, Ilham segera membantu melepaskan resleting itu.
Namun saat membuka setengahnya, Ilham langsung menelan saliva saat melihat punggung putih mulus Kirana, membuat Ilham tak bisa menahan gejolak yang ditahannya.
Kirana yang sudah dibantu membuka resleting baju kebayanya, seketika berdiri dan lari ke kamar mandi karena rasa malu dan gugup sejak tadi.
Ilham yang melihat Kirana masuk ke kamar mandi, hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum dan memilih merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil menunggu Kirana selesai mandi.
Menunggu beberapa saat, Kirana selesai mandi dan keluar dengan jubah mandinya. Ilham yang sedang rebahan di ranjang, seketika terpesona dan semakin tak bisa menahan rasa penasarannya saat melihat paha mulus istrinya.
Kirana duduk di tepi tempat tidur seraya mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
__ADS_1
Saat Kirana berada di sampingnya, Ilham langsung memeluk Kirana dari belakang dan mencium rambut istrinya yang wangi karena habis keramas.
Ilham segera mematikan lampu kamar, dan diganti dengan lampu temaram yang ada di meja nakas, sehingga benar-benar mendukung suasana.
Ilham yang sudah tidak tahan, segera menidurkan Kirana di atas tempat tidur. Awalnya, Ilham menciumi seluruh wajah Kirana. Namun, ciumannya terhenti di bibir ranum milik gadis yang baru saja sah menjadi istrinya.
Kirana menutup mulut rapat saat Ilham berusaha memasukkan lidahnya. Namun, karena kelembutan yang dilakukan Ilham membuat Kirana terbuai dan membuka mulutnya dengan perlahan. Lidah Ilham pun mulai memasuki dan menyapu seluruh rongga mulut istrinya. Walaupun mereka masih sama-sama kaku karena baru pertama kali melakukannya, tetapi mereka sebisa mungkin tetap menikmati.
Tangan Ilham beralih memegang dua bukit kenyal yang pas di genggaman. Bahkan telah mengeras. Kirana merem*s rambut Ilham saat bibir itu menyesap bukit kenyal itu. Dengan satu tangan merem*snya.
Desah*n Kirana tak bisa ditahan lagi. Suara erotis itu mampu membuat hasrat Ilham makin menggebu-gebu.
Posisi Ilham yang menindih Kirana, sudah siap dengan tongkat sakti yang sudah berdiri sempurna sejak awal, semakin membuatnya bergejolak saat melihat warna merah muda milik Kirana.
__ADS_1
"Aaaaaa…" jeritan kesakitan Kirana dibungkam oleh Ilham dengan bibir.
Ilham kembali mencium dan ******* bibir Kirana untuk mengurangi rasa sakit. Ilham terus bergerak perlahan, agar Kirana tidak semakin kesakitan.
Dua jam sudah berlalu, Ilham masih terus bergerak dengan lincah dan semakin membuat Kirana lemas tak berdaya karena sudah tiga kali pelepasan. Namun, Ilham masih kuat dan terus berpacu dalam kenikmatan.
Ilham semakin mempercepat gerakannya, dan akhirnya mereka berdua menjerit bersamaan mencapai puncak kenikmatan bersama-sama. Akhirnya, Ilham sudah melepaskan bibit ke dalam rahim Kirana.
Ilham kemudian menarik dan memeluk Kirana dalam dekapannya lalu mencium kening dan wajah.
"Terima kasih, sayang!" ucap Ilham sambil mencium wajah Kirana terus menerus.
Kini, keduanya nampak kelelahan terlebih Kirana yang sudah terlelap tidur di dekapan suaminya dengan selimut menutupi tubuh mereka.
__ADS_1