Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 65


__ADS_3

Selesai makan, mereka berempat menuju ruang keluarga. Ilham dan Kirana ingin membicarakan hal penting kepada orang tuanya.


"Pak, Bu. Ilham dan Kirana, tadi ke kantor pengadilan agama dan sudah mendaftarkan surat perceraian." kata Ilham dengan tegas.


"Untuk keputusan kapan sidangnya, masih menunggu dari pihak pengadilan tersebut." timpal Ilham lagi.


Pak Darman dan Bu Susi, terkejut akan keputusan Ilham dan Kirana yang mendadak.


"Apakah, keputusan kalian sudah dipikirkan terlebih dahulu?" tanya Pak Darman.


"Sudah Pak! Keputusan bercerai ini, karena Ilham yang bersalah Pak," ucap Ilham seraya menundukkan wajahnya.


"Apa maksudmu, bersalah, Ham?" tanya Bu Susi.


"Mas Ilham, terbukti berselingkuh di belakang Kirana Bu," cetus Kirana dengan hati yang dipenuhi rasa kecewa.


Pak Darman dan Bu Susi tampak shock dan bingung akan semua hal yang di hadapi putranya. Terlebih, Ilham yang bersalah karena menghianati kepercayaan yang telah dibina selama enam tahun pernikahan mereka.


"Pak, Bu. Maafkan Kirana, bila selama menjadi menantu, belum bisa membahagiakan Bapak dan Ibu. Kirana, belum bisa memberi cucu kebanggaan kalian." ucap Kirana beranjak berdiri dan memeluk mertua yang sangat disayanginya dengan berlinang air mata.


"Ini, terakhir kalinya Kirana berada disini Bu! Besok, Kirana akan pulang sampai nanti keputusan sidang di gelar." kata Kirana dengan tersenyum.


"Maafkan, Ibu juga ya Kirana, Ibu sangat sayang banget sama Kirana. Tapi, takdir berkehendak lain. Ibu hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk masa depanmu kelak. Maafkan Ilham juga, selama menjadi suamimu belum bisa menjadi imam yang baik untuk keluarga." jelas Bu Susi panjang dan lebar.

__ADS_1


Kirana, langsung memeluk Bu Susi erat dan meneteskan air matanya. Sungguh, Kirana bahagia mendapat mertua yang begitu menyayanginya. Akan tetapi, kebahagiaan itu sirna karena ulah putranya sendiri.


Malam harinya, Bu Susi dan Pak Darman, banyak menceritakan hal-hal masa kecil Ilham dan berbagi pengalaman dalam membina rumah tangga sampai larut malam. Mereka bertiga bercanda tawa tanpa Ilham.


Sedangkan, Ilham duduk termenung sendirian di kamar tamu ditemani gelapnya malam, juga kamar yang hanya diterangi lampu remang-remang. Pikirannya kacau dan hanya bisa menangisi nasibnya juga pekerjaannya.


Bahkan, Ilham tak mampu menghubungi Ani hanya untuk sekedar menyapa. Pikirannya benar-benar kacau. Ada perasaan tak nyaman yang ada di dalam hatinya.


***


Keesokan harinya.


Ilham akan mengantar Kirana pulang kerumah orang tuanya. Ilham dan Kirana pun segera berpamitan kepada Pak Darman dan Bu Susi.


"Pak..Bu, Kirana pamit. Sekali lagi, maafkan Kirana," ucapnya sambil memeluk Bu Susi erat. Lalu, bergantian memeluk Pak Darman.


Kirana hanya mengangguk menanggapi perkataan ibu mertuanya.


"Ya sudah, Ilham berangkat dulu Bu! Assalamualaikum," pamit Ilham.


"Waallaikumsalam,"


Ilham dan Kirana, masuk ke dalam mobil. Kemudian, Ilham segera melajukan kendaraannya keluar halaman rumah dan membelah jalanan menuju rumah Kirana.

__ADS_1


Selama perjalanan, keduanya hanya diam membisu tanpa ada pembicaraan. Ilham pun menyalakan radio untuk mencairkan suasana hening di dalam mobil.


Sesekali Ilham melirik Kirana yang sebentar lagi akan menjadi mantan istrinya kelak.


Keadaan ini, membuat Ilham menyesal telah melakukan hal bodoh dan egois terhadap Kirana. Namun, nasi telah menjadi bubur. Ilham tak bisa berbuat apa-apa lagi, sebab dirinya yang telah menyakiti hati Kirana.


Kini, perasaan menyesal pun telah terlambat karena surat perceraian pasti akan datang ke rumahnya.


Tak terasa, perjalanan yang awalnya lambat terasa cepat bagi Ilham. Akibat banyak memikirkan hal yang telah dilewatinya, Ilham seperti orang bodoh yang hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memahami isi hati istrinya.


Sampailah, Ilham di rumah Kirana. Keduanya, turun dari mobil dan duduk di teras rumah tanpa masuk ke dalam.


"Dek, maafkan Mas yang telah menyakiti hatimu selama ini. Mas akui, Mas memang bersalah dan dibutakan rasa ego yang tinggi. Tetapi, Mas sebenarnya masih cinta. Namun, hati tidak bisa dibohongi Dek," ucap Ilham sambil menatap Kirana dengan wajah sendunya.


"Mas, tenang saja. Aku sudah memaafkan Mas Ilham, pernikahan kita adalah suatu anugerah bagiku yang pernah memiliki Mas Ilham dalam hatiku. Semoga, Mas Ilham mendapatkan jodoh yang lebih baik dariku." tutur Kirana dengan senyuman menghiasi wajahnya.


Ilham yang melihat wajah Kirana begitu tenang dan tersenyum, membuat Ilham semakin merasa bersalah. Kini, Ilham hanya bisa terdiam dan menunggu panggilan sidang. Setelah itu, barulah dirinya kembali ke Lampung untuk menyelesaikan urusannya dengan Ani disana.


Kemudian, Ilham segera berpamitan kepada Kirana untuk pulang ke rumah. "Sampaikan salamku kepada Bapak, Ibu, Andika dan juga Laras," ucap Ilham seraya berdiri dan mencium kening Kirana untuk terakhir kalinya.


"Iya Mas, nanti disampaikan salamnya," ucap Kirana memandang wajah suaminya dengan perasaan rindu juga sesak.


****

__ADS_1


Maafkan author ya🙏🙏 beberapa hari ini gak up dikarenakan kesibukan author yang tidak bisa ditinggalkan.


Selamat membaca 🤗


__ADS_2