
Dengan menggenggam kedua jemari Kirana, jantung Ilham semakin berdebar tak karuan.
Namun Ilham mampu mengendalikan rasa kegugupan tersebut dengan senyuman.
Kini Ilham ingin mengungkapkan isi hati dan sudah memantapkan perasaan kepada gadis yang ada dihadapannya.
"Kau tahu sejak pandangan pertama saat aku datang melamarmu.
Hati dan mata ini selalu melihat dirimu.
Wajah dan senyummu mampu mengalihkan duniaku.
Mencintaimu karena alam semesta mendukungku.
Ketika aku jatuh cinta, aku merasa malu terhadap semua.
Itulah yang dapat aku katakan tentang cinta.
Dan ketika kamu tersenyum seluruh dunia berhenti bergerak dan memandangmu sejenak karena kamu luar biasa apa adanya.
Aku hanya mau kamu tahu bahwa kamu sangat spesial dan satu-satunya alasan aku memberitahumu adalah karena aku tidak yakin ada yang sudah memberitahumu sebelumnya.
Kalau aku sudah memilikimu, aku tidak membutuhkan apa-apa lagi.
Kamu membuatku ingin menjadi sosok yang lebih baik.
Engkau adalah jantungku, hidupku, satu-satunya yang aku pikirkan.
__ADS_1
Karena cinta yang hebat seseorang menjadi berani.
Aku semakin mencintaimu karena aku telah percaya engkau menyukai diriku apa adanya dan bukan karena hal lain.
Itu adalah cinta pada pandangan pertama, pandangan terakhir dan pandangan selamanya."
"Kirana, I LOVE YOU."
"Maukah kau menikah denganku?" tanya Ilham saat menyelesaikan ungkapan hati dan menyatakan cinta pada gadis di hadapannya.
Kemudian Ilham, mengeluarkan kotak kecil bentuk hati warna merah, lalu menyematkan cincin di jari manis Kirana.
Kirana yang sedari tadi mendengar kata-kata Ilham dan melihat cincin di jari manisnya membuat Kirana menangis bahagia dan terharu.
Seumur hidup baru kali ini Kirana mendengar kata romantis dari seorang laki-laki yang menyatakan perasaannya dengan tulus.
Kirana terdiam dan mulai berpikir. Apakah takdir cintanya memang benar-benar kepada lelaki di hadapannya.
Tuhan, jika Mas Ilham adalah jodoh yang kau berikan untukku, aku akan menerimanya dengan ikhlas. Dan semoga kelak menjadi imam dan pemimpin keluarga yang bijaksana dalam suka maupun duka. batin Kirana.
Setelah terdiam cukup lama akhirnya Kirana menjawab," ya Mas aku mau menikah denganmu!" lirih Kirana seraya menunduk.
Ilham yang mendengar jawaban Kirana seketika berdiri dan berteriak kencang "I LOVE YOU KIRANAAAA."
Orang di sekitar langsung menoleh dan bertepuk tangan saat melihat ungkapan cinta sepasang kekasih di terima.
Kirana yang melihat sekitar seketika terkejut dengan tepukan orang-orang dan tampak semburat rona merah di kedua pipinya.
__ADS_1
Baginya ini adalah hal paling terindah yang pernah dia alami dengan seorang lelaki yang sesungguhnya tidak dia cintai.
Namun semua seakan mengalir begitu saja karena Ilham mampu menghiburnya. Dan Kirana akan berusaha menerima Ilham dengan ikhlas.
***
Dua minggu kemudian
Menjelang hari pernikahan tampak kedua belah pihak keluarga di sibukkan dengan berbagai persiapan agar terlihat sempurna nanti.
Dan semuanya baik-baik saja seperti biasanya.
Namun badai di keluarga Pak Tono bagaikan angin topan yang siap menghancurkan segalanya.
Ibrahim kini berdiri tepat di pagar rumah Kirana. Kedatangan Ibrahim bagaikan ancaman bagi keluarga Pak Tono.
Ibrahim yang tak kunjung mendapatkan balasan pesan dari Kirana selama dua minggu ini merasa kesal dan kecewa.
Ternyata Ibrahim datang menepati janjinya kepada mantan kekasihnya itu, akan tetapi Kirana yang saat ini sedang berada di kamar tidak mengetahui kedatangan Ibrahim.
"Tok…tok…tok."
Suara ketukan pintu dari luar membuat Bu Lastri yang sedang menata makanan di meja makan segera menghampiri lalu membuka pintu melihat siapa yang datang.
Saat pintu terbuka lebar Bu Lastri segera menanyakan tamu tersebut. "Anda siapa ya? Dan mencari siapa? tanya Bu Lastri kepada tamu di hadapannya.
"Saya Ibrahim Bu! Kedatangan saya kesini mencari Kirana!" jawab Ibrahim dengan tegas dan lugas.
__ADS_1