Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 96


__ADS_3

Ketiga sahabat Kirana berpamitan dan saling berpelukan juga saling mendoakan pernikahannya bahagia selalu sampai maut memisahkan. 


Begitu juga Kirana yang terharu bahwa ketiga sahabatnya datang di acara pernikahan keduanya. Nampak kekompakan persahabatan mereka masih terjalin walau jarang bertemu.


Setelah kepergian ketiga sahabatnya, Kirana dan Fahiz duduk kembali sebab mereka berdiri dari tadi karena banyaknya tamu undangan.


"Gimana sayang? Capek gak?" tanya Fahiz merasa khawatir, takut istrinya kecapekan.


"Enggak Mas, Kirana gak capek kok? 'kan ada suami tercinta yang akan memijatku nanti." ucap Kirana dengan tersenyum.


"Kamu yakin Dek, minta pijat! Nanti pijat plus sekalian ya?" goda Fahiz pada Kirana dengan senyum manisnya.


Kirana hanya tertunduk menahan senyumannya.


Disaat Kirana dan Fahiz saling memandang satu sama lainnya.


Pak Darman dan Bu Susi nampak terkagum akan pernikahan Kirana yang digelar dengan mewah, berbeda saat menikah dengan anaknya Ilham dulu.


"Kirana sungguh beruntung ya Pak, mendapat suami yang begitu sangat menyayanginya." ucap Bu Susi melihat sekitarnya yang benar-benar mewah.


"Itu namanya jodoh Bu, kita tidak boleh iri dengan apa yang kita lihat. Yang penting doakan Kirana dan suaminya bahagia dunia akhirat." tutur Pak Darman pada istrinya.

__ADS_1


"Iya Pak, andai saja Ilham tahu pernikahan Kirana. Pasti Ilham akan merasa sedih sekali." lirih Bu Susi mengatakannya.


Setelah lama mengobrol dengan suaminya, akhirnya Pak Darman dan Bu Susi segera beranjak berdiri untuk bersalaman dengan Pak Tono sekalian Bu Lastri.


Sesampainya di panggung, Pak Tono maupun Bu Lastri tampak senang melihat kedatangan mantan besannya itu.


"Selamat ya jeng atas pernikahan Kirana, semoga bahagia sampai kakek nenek nanti." ucap Bu Susi yang bersalaman dan memeluk Bu Lastri.


Begitu juga Pak Tono dan Pak Darman melakukan hal yang sama.


Kemudian, kedua mantan mertua Kirana berpindah posisi ke pasangan yang lagi berbahagia.


Kirana dikejutkan dengan mantan mertuanya yang datang ke pernikahannya.


"Selamat ya nak Kirana dan nak Fahiz, semoga pernikahanmu bahagia selalu. Ibu mendoakan yang terbaik demi kebahagiaanmu." kata Bu Susi memandang wajah Kirana, setelah bertahun-tahun tak bertemu.


Bu Susi nampak menangis dan menyesali perbuatan putranya yang telah bercerai dari Kirana.


"Terimakasih Bu sudah datang. Ehm.. apa Mas Ilham tau Bu?" tanya Kirana saat masih berbincang-bincang dengan mantan mertuanya.


"Tidak, Ilham tidak tahu sama sekali Kirana. Maafkan Ibu Kirana, Ibu tidak bisa mendidik Ilham dengan baik." ucap Bu Susi memeluk Kirana erat dengan meminta maaf.

__ADS_1


Fahiz yang mendengar hal itu hanya terdiam dan menyimak obrolan tersebut. Fahiz tidak ingin mengungkit kisah masa lalu istrinya, dirinya hanya tersenyum memandang kedua orang tua tersebut.


"Sudah Bu, Kirana sudah memaafkan Mas Ilham. Semoga Mas Ilham mendapatkan jodoh yang lebih baik daripada Kirana." jawab Kirana dengan menahan tangisnya dihadapan suaminya.


Fahiz pun mengobrol dengan Pak Tono sebentar saja. Lalu, Bu Susi melepas pelukan tersebut dan tersenyum memandang kedua pengantin lalu berpamitan kepada Fahiz dan Kirana.


Lalu, beberapa tamu bergantian bersalaman dengan pengantin dan juga berfoto bersama untuk mengabadikan kenangan tersebut.


Beberapa jam kemudian, pesta pernikahan berakhir.


Kini orang tua Fahiz dan Kirana menginap di gedung yang mereka sewa akibat kelelahan. Begitu juga kedua adik Kirana.


Di kamar, Fahiz dan Kirana nampak begitu gugup. Kirana pun meminta ijin pada suaminya untuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket.


Sedangkan Fahiz menunggu Kirana selesai mandi sambil rebahan di tempat tidur.


Jangan lupa like, komen dan hadiah ya. Dukungan kalian sangat berati bagi author.


Selamat Membaca 🤗


Hai semua, aku mau rekomendasikan karya author Adindara yang keren nih dengan judul Gadis Scorpio, jangan lupa mampir ya gaes.

__ADS_1



__ADS_2