
Setibanya di Pelabuhan Merak, bus segera keluar dan berangkat menuju terminal.
"Kapan-kapan saya akan bermain ke Yogyakarta Mas! Kalau ada waktu." ucap Ibrahim di sela-sela obrolan mereka saat bus melenggang keluar dari Pelabuhan Merak.
"Oke, aku tunggu kabar baiknya ya." sahut Joko.
Mereka berdua akhirnya saling bertukar nomor telepon dan bercerita berbagi pengalaman selama merantau sambil menunggu bus sampai di terminal.
Menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya bus sampai di terminal.
Ibrahim dan Joko sama-sama turun dari bus dan mereka memilih mencari makanan karena selama perjalanan di dalam bus hanya makan roti saja.
Menemukan warung soto mereka segera makan karena rasa lapar yang ditahan selama perjalanan.
Selesai makan, Ibrahim dan Joko akhirnya berpisah dan saling melambaikan tangan setelah bus tujuan mereka masing-masing telah datang.
Kini Ibrahim hanya bisa berharap, bahwa tujuannya akan tercapai dan bisa menikahi wanita yang dicintainya.
***
Ilham mengantarkan Kirana dan adik-adiknya sampai dirumah saat hari sudah malam.
Andika dan Laras ternyata ketiduran setelah lelah bermain di wahana yang di sediakan pihak mall.
Ilham turun dari mobil dan membuka pintu belakang untuk menurunkan sepeda Andika terlebih dahulu dan menaruhnya di teras.
Setelah itu Ilham kembali ke mobil lalu membuka pintu tengah untuk menggendong Andika yang tertidur pulas.
Begitu pula Kirana segera mengangkat adiknya Laras yang tertidur dan menggendongnya ke dalam rumah.
__ADS_1
"Assalamualaikum," ucap Kirana dan Ilham bersamaan menyapa orang di dalam.
"Waallaikumsalam," sahut Pak Tono seraya membuka pintu dan kaget melihat siapa yang digendong Ilham dan Kirana.
Nampak Ilham dan Kirana menggendong Andika dan Laras bak sepasang suami istri yang menggendong anak-anak mereka.
Pak Tono yang melihat hanya tersenyum senang dan tak sabar menanti pernikahan Ilham dan Kirana di gelar.
"Bawa langsung ke kamar mereka masing-masing," ujar Pak Tono.
Bu Lastri yang menunggu kedatangan anak dan calon menantunya pulang juga ikut tersenyum melihat adegan yang dilihatnya.
Ilham dan Kirana berjalan menuju kamar Andika dan Laras untuk menaruh mereka di kamar.
Setelah keluar dari kamar, Ilham dan Kirana nampak masih canggung walau setengah hari ini mereka pergi berkencan walau bukan kencan yang sebenarnya.
Selama di mall Ilham dan Kirana sebenarnya sudah mengobrol layaknya teman, bercanda, tertawa dan bermain dengan adik-adiknya.
Ilham segera menuju ruang tamu dimana kedua orang tua Kirana berada dan disusul oleh Kirana yang berada di belakang Ilham.
..."Kalau begitu saya permisi pulang Pak, Bu," pamit Ilham karena sudah kemalaman. ...
..."Baiklah, Nak Ilham. Terimakasih sudah mengantar Kirana dan adik-adiknya pulang!" ucap Bu Lastri tersenyum melihat Ilham yang begitu sopan....
"Dek Kirana, Mas pulang dulu ya? Besok Mas datang kesini lagi," ucap Ilham berpamitan pada Kirana.
"Iya, Mas. Hati-hati di jalan," ujar Kirana pada Ilham.
Ilham berdiri dan menyalami seraya mencium punggung tangan orang tua Kirana bergantian.
__ADS_1
Kirana mengantar Ilham sampai di depan mobil.
"Jangan lupa besok ya, Mas datang kesini lagi!" ujar Ilham lagi kepada Kirana mengingatkannya.
"Iya Mas iya!" balas Kirana seraya tersenyum manis di depan Ilham.
Jujur Kirana masih merasa canggung karena dihadapan orang tuanya tadi.
Di depan Ilham Kirana sebisa mungkin bersikap ramah dan berusaha menerima Ilham sebagai calon suaminya kelak.
"Ya, sudah. Mas pulang ya?" pamit Ilham lagi pada Kirana seraya membuka pintu dan masuk ke mobil.
"Hati-hati, Mas!"
Ilham melajukan mobil keluar rumah dan pulang dengan senyum yang mengembang di kedua sudut bibirnya juga perasaannya hari ini begitu senang dan bahagia.
Setelah kepergian Ilham, Kirana segera masuk kedalam rumah juga dengan senyum yang mengembang di kedua sudut bibirnya.
Karena hari ini ternyata Ilham mampu menghiburnya di kala hatinya yang galau memikirkan mantannya.
Walau Kirana tak bisa mengatakan yang sejujurnya pada Ilham. Akan tetapi Kirana tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya.
Belum sampai pintu rumah. Ponsel Kirana bergetar menandakan ada sms masuk di saku celananya.
Kirana mengambil ponselnya dari saku celana dan langsung menggeser layar ponsel.
Kirana melihat bahwa ada sms dari seseorang. Saat membuka pesan dan melihat isi pesan tersebut.
Seketika mata Kirana membelalak lebar dan menutup mulut dengan kedua tangannya dan ponsel yang dia genggam pun terjatuh.
__ADS_1
"Deg."