Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 26


__ADS_3

Sepulangnya dari taman. Di ruang tamu, Kirana disambut dengan tatapan tajam oleh kedua orang tuanya terutama Pak Tono.


Pak Tono, yang sedari tadi menunggu kedatangan Kirana, segera menanyakan apa yang mengganjal di hatinya pada putri tercintanya sejak tadi.


Bu Lastri, sedang memegang lengan suaminya dengan mengusap pelan-pelan agar tak marah pada putrinya. 


Bu Lastri khawatir akan kesehatan suaminya menurun, setelah melihat dan mendengar Kirana dan Ibrahim berhubungan selama ini.


"Kirana, duduk!" perintah Pak Tono tegas.


Kirana berjalan menuju sofa dan hanya bisa menunduk, dirinya tak berani menatap Bapaknya yang sedang diliputi amarah.


"Jelaskan Kirana, apa yang Bapak lihat dan dengar tadi benar adanya!" titah Pak Tono pada putrinya.


"Sudah berapa lama kalian berhubungan?" Pak Tono bertanya sekali lagi pada putrinya dengan amarah yang berkobar.


Kirana tampak terkejut, bagaimana Bapaknya tahu kalau Ibrahim dan Kirana berhubungan selama ini. Ternyata, tanpa disadarinya kedua orang tuanya mendengar obrolan mereka tadi.


Kirana semakin bersalah dan tak mampu berpikir dan hanya meratapi kecerobohannya.

__ADS_1


"Be … benar, Pak!" ucap Kirana dengan terbata-bata.


"Kami berhubungan sudah dua tahun yang lalu sejak sekolah SMA, Pak. Akan tetapi, kami berpisah setelah Bapak dan Ibu menjodohkan Kirana." sahut Kirana menjelaskan.


"Jujur, Kirana memang masih mencintai Ibrahim. Sampai kapan pun tetap mencintainya. Akan tetapi, kedatangan Ibrahim tadi adalah yang terakhir kalinya kami bertemu Pak. Kirana, tidak mau mengecewakan Bapak dan Ibu setelah perjodohan terjadi." jujur Kirana menceritakan panjang dan lebar kepada Bapaknya agar mempercayai perkataannya.


Mendengar jawaban dari Kirana benar adanya, membuat Pak Tono semakin marah dan menggebrak meja di hadapannya.


Braaaghh


Bu Lastri dan Kirana tersentak kaget mendengar suara gebrakan meja.


Pak Tono tidak menggubris apa yang dikatakan istrinya karena sedang diliputi amarah yang membuncah.


"Apa kamu bilang! Kamu masih mencintai lelaki itu, di saat pernikahanmu dua minggu lagi diadakan." teriak Pak Tono memarahi Kirana dengan tegas.


"Maaf, Pak! Maafkan kesalahan Kirana." ucap Kirana menunduk sambil menangis sejak tadi.


"Apa yang kamu lakukan ini benar-benar keterlaluan Kirana. Bapak sangat kecewa padamu dan tidak mengerti dengan jalan pikiranmu. Mau ditaruh mana muka Bapak nanti, kalau ada yang melihatmu berjalan dengan laki-laki lain." kata Pak Tono tanpa memandang putrinya.

__ADS_1


Kirana hanya bisa menangis sesenggukan mendapat amarah dari Bapaknya.


Kirana kemudian berdiri lalu bersimpuh di kedua kaki Bapaknya dengan berderai air mata. "Maafkan Kirana, Pak, maafkan Kirana."


Bu Lastri yang menyaksikan perdebatan di antara suami dan putrinya, ikut menangis dan merasakan kesedihan yang menimpa putrinya.


Sedangkan, Pak Tono tak bergeming sama sekali saat putrinya bersimpuh di hadapannya. Namun, hanya kekecewaan juga amarah yang dirasakan Pak Tono saat ini.


Pak Tono segera berdiri dan pergi ke kamar untuk menenangkan hati dan amarah yang dirasakannya tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Kirana.


Bu Lastri yang melihat kepergian suaminya, hanya menangis dan menarik lengan Kirana agar duduk di sofa kemudian memeluknya erat-erat.


Pasangan Ibu dan anak pun menangis bersamaan dengan suasana yang mencekam.


Di kamar, Andika dan Laras yang mendengar perdebatan antara Bapak dan Kakaknya hanya diam membisu dan ikut merasakan kesedihan apa yang dialami kakaknya Kirana.


Mereka berdua saling berpelukan merasakan kesedihan dengan masalah yang menimpa kakaknya, dan tak berani keluar kamar.


Sedangkan, Pak Tono yang berada di kamar saat ini juga menangis atas kekecewaannya terhadap putrinya.

__ADS_1


__ADS_2