Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 18


__ADS_3

Di hari yang sama, di tempat yang berbeda. Kini Ibrahim bersiap-siap berangkat pulang kembali ke kota asalnya di Jakarta ingin menemui mantan kekasihnya. Berharap bisa menjalin hubungan kembali dengan Kirana.


Ibrahim sengaja tidak memberitahu Kirana karena ingin memberi kejutan pada mantan kekasihnya itu.


Kirana yang saat ini sedang berjalan-jalan dengan Ilham dan kedua adiknya tidak mengetahui rencana Ibrahim pada dirinya.


Kirana tunggu aku pulang dan aku akan membuktikan kepada orang tuamu bahwa aku bisa dan mampu membuatmu bahagia. Batin Ibrahim saat menunggu kapal datang.


Ibrahim saat ini ditemani Alan teman kerjanya yang mengantar Ibrahim pulang ke kampung halamannya sampai di dermaga.


"Bro, hati-hati selama di perjalanan nanti!" ucap Alan teman kerja Ibrahim di perkebunan sawit di Riau.


"Thanks, bro!" Jawab Ibrahim saat melihat kapal sudah datang.


Ibrahim segera memeluk Alan teman kerja juga teman satu mess di tempat dia bekerja. Dan Ibrahim berjalan menuju kapal seraya melambaikan tangan untuk sahabatnya itu karena kapal segera berangkat.


Perjalanan dari kebun sawit menuju kota memerlukan waktu tiga jam. Dan sesampainya di kota Ibrahim segera berangkat menunggu pangkalan bis khusus yang biasa melakukan perjalanan sampai berhenti di terminal tujuannya Jakarta.


Selama perjalanan, bis yang ditumpangi Ibrahim berhenti disebuah restoran 24 jam untuk mengganjal perut dan melepaskan dahaga dan penat karena melakukan perjalanan panjang.


Ibrahim segera turun dari bis menuju toilet untuk cuci muka dan setelah itu makan karena perutnya sudah keroncongan sedari tadi.


Keluar dari toilet Ibrahim menuju tempat makanan karena bentuknya prasmanan jadi tinggal memilih.


Ibrahim mengambil piring dan sendok yang sudah tersedia lalu mengambil nasi secukupnya, setelah itu mengambil menu makanan yaitu ayam dan sayur lodeh. 

__ADS_1


Untuk minumnya kebetulan Ibrahim membawa dan berada di tas yang selalu ditentengnya di bahu.


Setelah mengambil makanan Ibrahim mencari tempat duduk dan kebetulan ada yang kosong.


"Boleh saya gabung disini mbak?" tanya Ibrahim pada seseorang yang sedang makan.


"Boleh, silahkan!" ucap seorang gadis yang seketika menoleh ada yang menyapa saat dirinya sedang makan.


Ibrahim segera duduk dihadapan gadis itu.


Mereka berdua pun makan tanpa berbicara sama sekali. Hanya suara sendok yang berdenting memecah suasana ramai di restoran itu.


Selesai makan gadis itu pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Ibrahim.


Setelah makan, Ibrahim segera menuju kasir dan membayar makanan.


Ibrahim bergegas masuk ke bus yang ditumpanginya karena bus akan segera berangkat lagi dan Ibrahim memilih tidur karena rasa lelah dan rindunya pada Kirana yang membuncah.


Beberapa jam kemudian bus akhirnya sampai di Pelabuhan Bakauheni.


Ibrahim terbangun saat orang disampingnya membangunkannya karena Ibrahim tidur sangat nyenyak.


"Mas…Mas..! Bus sudah sampai di pelabuhan! Tak ingin keluar melihat suasana laut?" kata orang tersebut membangunkan Ibrahim seraya menepuk bahunya pelan-pelan.


Ibrahim yang merasa dipanggil namanya segera bangun dan mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


"Sudah sampai Pelabuhan Bakauheni ya? Terimakasih sudah membangunkan saya Mas…!" ucap Ibrahim yang tidak tahu menahu nama orang yang telah duduk disampingnya selama perjalanan di Riau.


"Panggil saja Mas Joko!" ujar Joko yang memperkenalkan dirinya seraya menjabat tangan Ibrahim.


Ibrahim pun juga mengenalkan dirinya pada teman seperjalanannya itu.


Kini mereka berdua telah berada di pembatas kapal untuk melihat suasana pelabuhan yang ramai dan laut yang begitu indah.


"Tujuan Mas Joko kemana?" tanya Ibrahim pada Joko seraya menatap hamparan laut.


"Saya ke Yogyakarta Mas Ibrahim. Karena saya sudah rindu pada anak dan istri saya." ujar Joko juga menatap hamparan laut yang luas.


"Mas Joko sudah menikah ya? Dan di Riau sudah berapa lama?" tanya Ibrahim lagi pada Joko.


"Saya merantau di Riau sudah sepuluh tahun. Dan sudah waktunya saya pulang dan membuka usaha di kampung halaman!" sahut Joko menceritakan pengalamannya selama merantau.


"Semoga usahanya nanti lancar ya, Mas!" balas Ibrahim seraya tersenyum dan menerawang masa depannya sendiri.


"Terimakasih. Dan kamu juga aku doa' kan semoga sukses selalu dalam mengejar impianmu." kata Joko mendoakan kebaikan kepada teman perjalanannya Ibrahim.


"Terimakasih."


Tak berselang lama kapal segera berangkat dan menuju Pelabuhan Merak. 


Menempuh perjalanan dua jam sampailah kapal di Pelabuhan Merak.

__ADS_1


__ADS_2