Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 37


__ADS_3

Kirana sedang mengambil koper saat Ilham sedang di kamar mandi. Kemudian, mengambil beberapa baju suaminya lalu memasukkannya di koper.


Ilham keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan panggilan alamnya.


"Dek, besok pulangnya agak siangan saja ya, soalnya Mas mau membeli oleh-oleh untuk teman Mas di Lampung." kata Ilham menghampiri istrinya di tempat tidur.


"Iya, Mas! Apa aku boleh ikut?" tanya Kirana.


"Boleh dek," sahut Ilham merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Selesai memasukkan baju ke koper, Kirana ikut merebahkan tubuhnya yang lelah di samping suaminya.


Tak berapa lama, Kirana tertidur. Sedangkan Ilham lagi membalas pesan teman kerjanya melalui sms memberitahu kalau dirinya kembali ke Lampung. Tanpa menyadari Kirana sudah terlelap tidur ke alam mimpinya.


"Dek, sudah tidur ya?" tanya Ilham menoleh kesamping kiri.

__ADS_1


Ilham kemudian melihat istrinya yang tidur membelakanginya, ternyata benar-benar tidur.


Lalu, Ilham meletakkan ponsel di atas nakas, kemudian menyusul istrinya tidur dan memeluknya dari belakang dan mencium kepala Kirana dengan mesra. "Selamat tidur sayang."


Beberapa jam kemudian, hari telah beranjak ke sore hari. Ilham dan Kirana masih terlelap dengan saling memeluk satu sama lain.


Kirana menggeliatkan tubuh dan merasakan ada yang memeluk dirinya. Seketika mata Kirana terbuka, nampak Ilham masih memejamkan mata. Lalu, Kirana memandangi wajah Ilham dan diamatinya, ternyata suaminya ganteng juga.


"Ternyata, kalau diamati dengan baik-baik, Mas Ilham ganteng juga," ucap Kirana dalam hati seraya tersenyum.


Perlahan-lahan, Kirana melepaskan tangan Ilham dari tubuhnya. Kemudian, Kirana beranjak berdiri menuju kamar mandi karena hari sudah sore.


Ternyata pintu kamar mandi tidak dikunci. Tanpa disadari Kirana, Ilham masuk dan membuka pintu lalu menutupnya perlahan-lahan. Saat melihat bentuk tubuh Kirana dari belakang, membuat gairah Ilham semakin bergejolak. 


Tongkat sakti Ilham sudah menegang, kemudian melepas bajunya ke sembarang arah, lalu Ilham berjalan pelan dan memeluk Kirana dari belakang. "Aaarrghh, Mas ngagetin saja! Kapan, Mas masuk!" cecar Kirana yang begitu terkejut saat suaminya memeluk dari belakang.

__ADS_1


Seketika, jantung Kirana berdegup kencang. Namun, ini adalah hal pertama kalinya mandi bersama dengan suaminya. 


"Mas,"


"Iya, sayang," Dibawah guyuran air dari shower, Ilham mencium leher dan merem*s dua bukit kenyal milik Kirana dengan begitu rakusnya.


Kemudian, Ilham membalikkan tubuh Kirana dan mencium bibir istrinya yang sudah menjadi candu untuk Ilham. Setelah itu, kegiatan panas yang berlangsung selama satu jam ini tentu pengalaman pertama bagi Kirana.


Selesai mandi, Ilham dan Kirana keluar dengan badan yang terlihat segar. Akan tetapi, tidak bagi Kirana. Badannya seakan remuk redam setelah suaminya melakukan kegiatan panas di kamar mandi tadi.


Kirana duduk di meja rias seraya mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk. Kemudian, Ilham berjalan menuju lemari pakaian dan mengambil kaos oblong dan celana pendek.


"Mas, sebentar lagi kita ke Lampung! Ehmm…kira-kira, apakah ada pekerjaan yang cocok untukku! Aku gak bisa berdiam diri saja disana, walau kita sudah menikah," tanya Kirana saat menyisir rambutnya.


"Soal itu, kita pikirkan nanti saja, dek,! Setelah tiba di Lampung nanti, akan Mas tanyakan pada bagian staf karyawan disana." ujar Ilham sambil menyisir rambutnya di depan kaca.

__ADS_1


"Yuk, kita keluar, sudah waktunya makan malam," ajak Ilham pada istrinya.


"Iya, Mas, sebentar aku pakai baju dulu." Kirana segera berdiri dan mengambil baju lengan panjang dan rok dengan motif bunga di samping.


__ADS_2