
Setelah pergi, orang tersebut segera pulang kerumahnya.
Begitu sampai rumahnya, orang tersebut masuk ke kamar dan tersenyum miring melihat hasil rekaman yang di ambilnya tadi di kantor saat akan pulang. Sebab, dia di dapur kantor sedang makan karena lapar sekalian mengambil air minum.
Saat akan masuk ke dalam, dia melihat kejadian yang menyenangkan sekaligus bisa membuat Ilham jatuh seketika.
"Ilham, kau akan hancur di tanganku. Aku sudah sangat membencimu saat orang yang aku cintai kau ambil." gumam Candra melihat hasil rekaman tersebut.
"Ani, aku sudah lama menyukaimu! Tapi, kenapa kau lebih memilih Ilham daripada aku!" gumam Candra lagi yang merasa kecewa akan pilihan Ani.
Candra adalah salah satu Asisten Perkebunan Sawit juga sama seperti Ilham. Namun, Candra mulai membenci Ilham saat Ani menolak cintanya dan memilih Ilham.
Candra sudah mengetahui, kalau Ilham sudah menikah dan berita ini akan sampai kepada istrinya Kirana. Tentu membuat Candra senang melihat Ilham dan Ani hancur.
Kemudian, Candra segera mengirim pesan tersebut kepada Kirana yang saat ini sedang menikmati tidurnya.
"Lihat saja nanti, Ilham! Permainanmu akan segera berakhir!" celetuk Candra tersenyum miring seraya mengepalkan tangannya dengan kuat.
***
Disisi lain, Ilham dan Ani sudah selesai melepas rindu. Ilham kemudian berpamitan kepada Ani untuk melanjutkan pekerjaannya.
Sedangkan Ani, juga melanjutkan pekerjaannya, sebab jam istirahat sebentar lagi selesai.
Jam dua siang, beberapa staff karyawan mulai kembali bekerja dan menempati tempat duduk mereka masing-masing.
__ADS_1
"Kamu tidak pulang, An?" tanya salah satu teman kerja Ani.
"Tidak, aku tadi bawa bekal makanan. Daripada aku bolak balik, capek juga. Makanya, aku bawa bekal makan siang," tukas Ani dengan tersenyum.
Teman Ani menanggapinya hanya dengan menganggukkan kepala. Lalu, melanjutkan pekerjaannya kembali.
***
Kirana bangun pukul dua siang. Lalu, bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya yang lengket.
Lima belas menit kemudian, Kirana keluar dengan wajah yang berseri dan wangi. Setelah itu, Kirana segera memakai baju lengan panjang dan celana untuk bersantai.
Kirana bercermin dan hanya memakai make up natural , karena memang tidak kemana-mana. Kemudian, Kirana mengambil ponselnya di atas tempat tidur dan membuka beberapa pesan.
Namun, ada satu pesan dari nomor asing yang membuat keningnya mengernyit.
Betapa terkejut Kirana, lalu menutup mulutnya, saat melihat video rekaman yang menunjukkan suaminya sedang bercumbu dan hal lainnya dengan Ani di kantor. Bahkan kejadian itu dilakukan di siang hari saat kantor sepi.
Seketika, Kirana hancur dan menangis melihat video itu. Apa yang ada dalam pikiran suaminya saat ini, sungguh membuat Kirana semakin yakin untuk menceraikan Ilham.
***
Tak terasa hari sudah sore. Ilham pulang ke rumah dengan hati yang begitu senang.
*Assalamualaikum," sapa Ilham.
__ADS_1
"Waallaikumsalam," sahut Kirana yang kebetulan sedang menonton televisi.
Kirana segera menyambut tangan Ilham dan menciumnya seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
"Mas, setelah mandi ada yang ingin aku bicarakan!" kata Kirana datar.
"Baiklah, Mas mandi dulu ya?" ujar Ilham yang melihat wajah istrinya tidak ada senyuman sama sekali.
Setelah beberapa menit, Ilham keluar dengan badan yang terlihat segar. Kemudian, Ilham segera memakai baju dan menemui istrinya di ruang tamu.
Ilham duduk di samping Kirana dan merangkulnya mesra. Namun, Kirana segera menepis tangan Ilham kasar.
"Dek, kenapa kau kasar sekali! Apa yang membuatmu marah dan kasar seperti ini!" tanya Ilham dengan wajah yang menahan emosi saat melihat Kirana menepis tangannya.
"Apa! Mas, bilang aku kasar? Lalu, pernahkah Mas berpikir apa yang membuatku bersikap kasar?" tanya Kirana.
"Sungguh, Mas gak mengerti arah pembicaraanmu ini!" ucap Ilham.
"Jadi, Mas pura-pura tidak tahu atau emang sengaja membohongiku selama ini!" kata Kirana penuh penekanan menahan emosinya.
"Membohongi soal apa?" tanya Ilham yang mulai khawatir hubungannya tercium oleh Kirana.
"Tolong, jelaskan ini padaku, Mas!" ucap Kirana seraya melempar ponselnya tepat di pangkuan Ilham.
Ilham membulatkan matanya lebar karena terkejut, dan bagaimana bisa video dirinya dan Ani bisa sampai pada Kirana.
__ADS_1
"Ini…"