Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 84


__ADS_3

"Baiklah karena sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, Papa dan Mama mau pulang," kata Pak Ilyas yang langsung berdiri di susul oleh Heni.


"Ajak Kirana kerumah kalau ada waktu," ucap Mama Heni tersenyum memandang Fahiz dan Kirana.


"Baik Ma,"


Kemudian Fahiz dan Kirana bergantian mencium kedua tangan orang tua Fahiz, lalu setelah itu mereka keluar ruangan.


"Mas, antar aku pulang ya!" kata Kirana yang mulai merasa canggung.


"Baiklah, ayo,"


"Deni, urus semuanya ya. Aku pulang dulu." ucap Fahiz yang kemudian masuk ke dalam mobil begitu juga Kirana.


"Baik."


Dalam perjalanan, Kirana bingung ingin mengatakan sesuatu kepada Fahiz dan mulai darimana iya harus menceritakannya.


"Mas Fahiz, apakah benar yang Mas katakan tadi di kantor?" tanya Kirana menoleh pada Fahiz yang sedang menyetir.


"Iya benar. Memang kenapa?" tanya balik Fahiz.


"Sejak kapan Mas?" tanya Kirana lagi.


"Sejak pertama kali melihatmu di toko kue Bu Lastri.!" terang Fahiz.


"Tapi Mas, aku ini sudah pernah menikah dan status janda!" ucap Kirana dengan wajah sendu.


"Aku tau semua tentang dirimu." kata Fahiz tenang.


"Apa!"

__ADS_1


Kirana menatap wajah Fahiz, tidak menyangka bahwa lelaki disampingnya ini sudah mengetahui semua tentang dirinya.


Fahiz kemudian memilih mencari taman untuk bicara dengan Kirana.


Sesampainya di taman, Kirana dan Fahiz turun dari mobil lalu mereka berdua duduk di kursi taman yang kebetulan sedang sepi pengunjung.


"Darimana Mas tau?" seru Kirana bertanya.


"Maaf kalau aku telah lancang mencari tau semua tentangmu. Tetapi, kata asistenku Deni yang telah bertanya ke beberapa tetanggamu." ucap Fahiz menatap Kirana.


"Jadi begitu," ucap Kirana yang menatap bunga-bunga di taman.


"Tidak apa-apa Mas. Aku tidak akan marah, ini semua sudah takdirku dan akan aku jalani dengan ikhlas." kata Kirana.


"Lalu, bagaimana dengan perasaanku padamu!" ucap Fahiz meminta jawaban dari Kirana.


"Maukah Mas Fahiz menunggu satu atau dua tahun lagi. Untuk saat ini aku belum siap dan aku ingin benar-benar siap kalau sudah yakin dengan diriku Mas." jelas Kirana.


Fahiz yang mendengar keputusan Kirana sedikit kecewa. Namun, Fahiz akan meyakinkan Kirana dengan tekad yang kuat.


Kirana yang tangannya digenggam seketika tersentak kaget. Namun, Kirana berusaha menjaga perasaan Fahiz yang menyukai dirinya.


"Baiklah, ayo kita pulang." ajak Fahiz yang menggandeng tangan Kirana.


"Iya Mas."


Keduanya masuk ke mobil. Fahiz melajukan kendaraannya membelah jalanan menuju rumah Kirana.


Dalam perjalanan, hanya keheningan yang tercipta dengan pikiran mereka masing-masing.


Tak berapa lama, sampailah dirumah Kirana.

__ADS_1


"Mampir dulu Mas," ucap Kirana lembut.


"Lain waktu saja aku akan mampir kerumah. Segera istirahat dan tidur yang nyenyak." ucap Fahiz memberi perhatian.


"Iya Mas. Hati-hati di jalan." ucap Kirana yang langsung membuka pintu mobil dan menutupnya kembali.


Fahiz mengangguk dan kemudian membunyikan klakson, lalu melajukan kendaraannya untuk pulang kerumah orang tuanya.


Beberapa saat kemudian, Fahiz sampai di rumah.


Keluar dari mobil Fahiz langsung berjalan masuk dan nampak Papa Mamanya sedang mengobrol di ruang keluarga.


"Fahiz kemari," ucap Mama Heni yang melihat Fahiz datang.


Fahiz pun bergabung dengan kedua orang tuanya yang sedang menonton televisi.


"Bagaimana dengan Kirana?" tanya Mama Heni yang melihat wajah Fahiz nampak tidak baik-baik saja.


"Kirana bilang, dirinya belum siap dan aku diminta menunggu satu atau dua tahun lagi sampai dia benar-benar yakin akan hatinya Ma." kata Fahiz


"Kenapa?" tanya Mama Heni.


"Ada satu hal yang ingin Fahiz katakan pada Mama dan Papa. Ini mengenai Kirana." ucap Fahiz yang menatap kedua orang tuanya bergantian.


"Apa itu."


"Kirana sudah pernah menikah dan sekarang status janda." kata Fahiz.


"Apa!" kini giliran kedua orang tua Fahiz yang terkejut akan penuturan anaknya itu.


Jangan lupa like, komen dan vote.

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir di karya recehku.


Selamat Membaca 🤗


__ADS_2