
Menempuh perjalanan selama tiga jam, tibalah mereka di perusahaan sawit tempat dimana mereka bekerja.
Saat mereka tiba, waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam.
Erik segera turun dari mobil setelah memarkirkan mobil di depan rumahnya.
Ilham yang melihat Kirana tertidur di mobil, segera turun dan membuka pintu mobil. Sebelum mengangkat Kirana, Ilham mengambil kunci rumah yang selama ini di tinggal cuti olehnya.
"Erik, bantu bukain pintu! Aku akan menggendong Kirana ke dalam rumah." pinta Ilham seraya menyerahkan kunci rumahnya.
"Oke,"
Erik segera berjalan ke samping rumah Ilham yang kebetulan bersebelahan dengan rumahnya.
Setelah pintu terbuka dan menyalakan lampu rumah, Erik segera menghampiri Ilham yang sedang berusaha menggendong istrinya yang tertidur.
"Sudah kubuka pintunya, selamat istirahat. Aku pulang dulu!" ucap Erik seraya berpamitan kepada Ilham.
"Terimakasih, Rik." ucap Ilham.
"Sama-sama."
Ilham segera mengangkat istrinya dan menggendong ala bridal style menuju rumahnya yang kebetulan bersebelahan dengan rumah Erik. Kemudian, pintu ditutup dan menguncinya.
Setelah itu, Ilham segera membawa Kirana menuju kamar yang selama ini dia tempati.
Memasuki kamar, Ilham merebahkan istrinya ke tempat tidur. Kemudian, Ilham masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang lengket, karena seharian ini tak mandi.
__ADS_1
Selesai mandi, Ilham nampak begitu segar dan rambutnya yang basah menambah ketampanan Ilham yang membuat banyak wanita terpesona.
Ilham segera merebahkan tubuhnya yang lelah di samping Kirana. Perjalanan yang panjang ini cukup melelahkan, namun terbayar karena saat ini Ilham sudah ada yang menemaninya tidur.
Kemudian, Ilham memeluk Kirana dari belakang dan tak berapa lama ikut tertidur karena rasa lelah yang menderanya.
Satu jam kemudian, Kirana terbangun dan mengerjapkan matanya berkali-kali. Badannya terasa remuk redam setelah melakukan perjalanan panjang untuk sampai ke Lampung.
"Ini dimana? Kok, aku sudah berada di kamar? Apakah sudah sampai di rumah atau hotel!" gumam Kirana seraya melihat suasana ruangan di kamar.
Kemudian, Kirana menoleh ke samping dan dilihat suaminya sedang tidur terlelap dengan wajah damainya.
Kirana beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk menyegarkan badannya yang lengket.
Selesai mandi, Kirana keluar dengan wajah dan badan yang terlihat segar serta wangi aroma shampo.
Kirana duduk di depan cermin dan menyisir rambutnya yang basah. Kirana mengedarkan pandangan sekitar kamar yang berukuran sedang dan bertanya-tanya dalam benaknya.
Setelah minum, Kirana mencari ponsel di dalam tas dan dilihatnya jam masih menunjukkan pukul sepuluh malam juga baterai lemah.
Kirana kembali mencari carger di dalam koper. Setelah ketemu, Kirana segera mengisi daya baterai dan kembali ke tempat tidur menemani suaminya yang tidur terlelap.
Kirana, kemudian berjalan kembali ke tempat tidur dan menghadap ke suaminya, lalu tak berselang lama Kirana pun terlelap tidur.
***
Keesokan harinya, Kirana terbangun dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Setelah selesai mandi, memakai baju lengan dan rok panjang, Kirana menatap cermin lalu berdandan ala kadarnya.
Kirana segera pergi ke dapur dan melihat bahan-bahan yang ada di kulkas. Ternyata, di kulkas tidak menemukan bahan sama sekali.
Namun, Kirana melihat sebuah gentong dan di dalamnya ternyata tempat penyimpanan beras. Akhirnya, Kirana mengambil beras dan mencucinya hingga bersih.
Setelah bersih, beras tersebut di masukkan ke magic com. Sambil menunggu beras matang, Kirana mengupas bawang merah dan bawang putih juga memotong cabe ukuran sedang.
Rencananya, Kirana membuat nasi goreng untuk suaminya. Ini pertama kalinya Kirana memasak di rumah berdua dengan suaminya dengan bahan ala kadarnya.
Kemudian, Kirana segera mengulek bumbu tersebut hingga halus. Setelah halus, tak lama nasi pun sudah matang.
Di dalam kamar, Ilham terbangun dan tak mendapati Kirana di sampingnya.
"Kemana, Kirana? Apa mungkin lagi mandi, tapi aku tak mendengar suara air di kamar mandi," gumam Ilham.
Kemudian, Ilham segera menuju kamar mandi dan ternyata kosong. Lalu, Ilham segera masuk dan membersihkan dirinya.
Selesai mandi, Ilham keluar dengan badan yang lebih segar dan membuka lemari pakaian dengan kaos lengan panjang dan celana pendek selutut. Saat bercermin, Ilham mencium bau wangi dan wanginya berada di dapur rumahnya.
Ilham keluar kamar dan segera menuju dapur, ternyata di lihatnya Kirana sedang memasak. Lalu, Ilham segera memeluk istrinya dari belakang seraya mencium pundak Kirana.
Kirana terlonjak kaget saat ada yang memeluk dirinya dari belakang.
"Eh, Mas ngagetin saja! Aku kira hantu tadi," canda Kirana yang sedang menggoreng nasi.
Seketika Ilham segera mencubit pinggang Kirana dan mereka tertawa bahagia di pagi harinya yang cerah.
__ADS_1
"Masak apa, dek?" tanya Ilham saat memeluk istrinya.
"Ini, lagi bikin nasi goreng, Mas," sahut Kirana seraya menggoreng nasi yang hampir matang.