Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 85


__ADS_3

"Kirana sudah pernah menikah dan sekarang status janda." kata Fahiz.


"Apa!" kini giliran kedua orang tua Fahiz yang terkejut akan penuturan anaknya itu.


"Apakah sudah punya anak?" tanya Mama Heni.


"Sepertinya belum Ma. Waktu Fahiz datang kerumahnya tak terlihat anak kecil berkeliaran." ujar Fahiz mengingat saat datang kerumah Kirana.


"Jadi, apakah Mama dan Papa setuju bila Fahiz menikah dengan Kirana nanti?" tanya Fahiz lagi pada kedua orang tuanya.


Ilyas dan Heni saling berpandangan dan mereka sepemikiran mengingat usia Fahiz yang sudah tepat untuk menikah. Sebab, berkali-kali di kenalkan selalu tak pernah ada yang pas dihatinya.


"Papa dan Mama setuju Fahiz. Asalkan kamu bahagia orang tua ikut bahagia." kata Pak Ilyas dengan tersenyum memandang putra sulungnya itu.


"Terimakasih Pa, Ma." ucap Fahiz yang langsung berdiri dan menghampiri kedua orang tuanya lalu memeluknya.


"Ya sudah, Fahiz masuk kedalam kamar dulu." pamit Fahiz pada orang tuanya.


"Iya Fahiz."


Fahiz berlalu meninggalkan ruang keluarga dengan senyum mengembang di kedua sudut bibirnya. Kini Fahiz hanya tinggal memikirkan cara untuk meyakinkan Kirana kedepannya.

__ADS_1


"Jodoh emang gak akan kemana ya Pa," ucap Heni saat berada disamping suaminya.


"Iya Ma. Mengikuti perkembangan jaman sekarang banyak yang menikahi janda daripada perawan. Entah anak muda jaman sekarang apa yang dipikirkan!" heran Pak Ilyas melihat jaman anak sekarang.


"Mungkin karena cinta Pa, janda atau perawan sama saja. Walaupun Mama berharap dapat perawan tapi janda juga gak salah." ucap Heni yang juga heran akan perkembangan anak muda jaman sekarang.


Di dalam kamar, Fahiz hanya senyam senyum sendiri sambil menatap foto Kirana di ponselnya.


"Kirana, aku akan meyakinkan dirimu sampai kau tak bisa melupakanku nanti. Aku bukan seperti suamimu yang pecundang itu." gumam Fahiz menatap foto Kirana.


***


Di tempat berbeda Kirana juga memikirkan hal akan ucapan Fahiz tadi siang.


"Kirana! Mikirin apa hayo? Kok, melamun saja dari tadi? Gak baik melamun nanti kesambet loh!" ucap Bu Lastri saat melihat Kirana duduk melamun di teras.


"Sini Bu, duduk di samping Kirana." pinta Kirana melihat Ibunya berdiri di sampingnya.


Kirana langsung memeluk erat Ibunya untuk menyalurkan rasa rindunya saat masih muda dulu. Betapa dirinya rindu ingin dibelai dan dimanja saat tidur.


"Ada apa Kirana? Kini apa yang membuatmu gelisah dan memeluk Ibu seperti ini?" tanya Bu Lastri yang heran melihat Kirana.

__ADS_1


"Bu, Mas Fahiz menyatakan cintanya padaku." ucap Kirana yang sekarang beralih tiduran di pangkuan Ibunya.


"Bagus dong. Ibu setuju kamu dengan Fahiz, dia laki-laki yang baik dan bertanggung jawab." ucap Bu Lastri yang langsung memberi lampu hijau kepada Fahiz.


"Tapi Bu, Kirana belum siap untuk menikah lagi untuk sekarang." kata Kirana dengan hati yang gundah gulana.


"Terus, apa jawaban kamu pada Fahiz?" tanya Bu Lastri penasaran.


"Aku meminta Mas Fahiz untuk menungguku satu atau dua tahun lagi." kata Kirana dengan wajah polosnya.


"Kirana … Kirana. Jodoh, maut itu sudah kehendak Allah, Nak. Untuk apa menunggu sampai begitu lama untuk menerima cinta Fahiz. Sampai Fahiz di ambil orang kamu baru menyesal." tutur Bu Lastri menasehati Kirana yang begitu polos akan cinta.


"Kamu itu sudah dewasa, harusnya bisa memikirkan masa depanmu yang lebih baik lagi. Untuk adik-adikmu mereka sudah besar dan dewasa juga. Jadi pikirkan kebahagiaanmu." timpal Bu Lastri lagi menasehati Kirana agar mengubah pandangannya tentang cinta.


"Iya Bu. Nanti Kirana pikirkan lagi nasehat Ibu. Terimakasih Bu. Berkatmu Kirana bisa terbuka mata hati dan pikiran Kirana untuk menuju masa depan lebih baik." kata Kirana tersenyum yang langsung mencium pipi Ibunya kiri dan kanan.


"Ya sudah, Kirana mau mandi dulu Bu." pamit Kirana langsung berdiri meninggalkan Ibunya di teras.


Bu Lastri yang melihat tingkah Kirana hanya bisa menggelengkan kepala pelan. "Ada-ada saja."


Jangan lupa like, komen dan vote ya

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir ke karyaku.


Selamat Membaca 🤗


__ADS_2