Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 40


__ADS_3

Hari Sabtu yang telah dinantikan akhirnya tiba.Ilham dan Kirana telah bersiap-siap berangkat menuju terminal.


"Pak, Bu, kami berangkat." ucap Ilham mencium tangan mertuanya bergantian. Kemudian memeluk kedua adik iparnya bergantian.


Kirana memeluk Bapak dan Ibunya bergantian, disertai derai airmata yang tak berhenti mengalir sejak tadi.


Sebab, ini pertama kalinya Kirana akan berpisah dengan orang tuanya juga adik-adiknya.


"Kirana, jaga diri baik-baik ya selama di Lampung. Jaga kesehatan dan jangan lupa makan teratur." tutur Bu Lastri menasehati seraya membelai pipinya juga mencium wajah putrinya.


"Nak Ilham, jaga Kirana ya selama di perantauan. Sebab, ini pertama kali Kirana melakukan perjalanan panjang." tutur Bu Lastri menasehati menantunya itu seraya melepaskan pelukannya.


Kemudian, Kirana beralih memeluk adik-adiknya yang sangat mereka sayangi. "Kalian berdua, selama kakak tidak ada disini, jaga Bapak dan Ibu ya! Jangan nakal dan turuti apa kata orang tua." titah Kirana pada Andika dan Laras.


Keduanya segera mengangguk dan memeluk kakaknya erat-erat. "Baik, kak, kami berdua akan menjaga amanah kakak." ucap Andika dan Laras bersamaan.


Ilham dan Kirana segera berangkat, karena mobil angkot yang dinanti sudah datang.


Mobil angkot yang ditumpangi Ilham dan Kirana segera melaju kendaraanya menuju terminal.

__ADS_1


Pak Tono, Bu Lastri, Andika dan Laras melambaikan tangan kepada sepasang pengantin yang telah pergi untuk merantau itu dengan perasaan sedih juga mendoakan agar selamat sampai tujuan.


Kini, rumah terasa sunyi dan sepi tanpa Kirana. Berharap putri sulungnya hidup bahagia dengan pasangannya kelak.


Di dalam mobil angkot, Kirana semakin menangis sesenggukan saat melambaikan tangan kepada keluarganya. Berat hatinya meninggalkan orang tua yang telah mendidiknya.


Akan tetapi, dirinya telah menikah dan akan mengikuti kemanapun suaminya bekerja.


Ilham hanya bisa mendekap dan berusaha menenangkan Kirana yang sedih, namun sesekali mencium kepala istrinya.


"Sabar ya dek, ini adalah ujian bagi setiap wanita yang sudah menikah. Seiring berjalannya waktu, semua pasti akan baik-baik saja." kata Ilham seraya mengusap punggung Kirana agar berhenti menangis walau tak bersuara.


Menempuh perjalanan satu jam, sampailah angkot tiba di terminal. Ilham dan Kirana segera turun dan membayar pada sopir yang telah mengantarkannya ke terminal.


"Kita tunggu di warung sana ya! Sambil menunggu bus yang kita tumpangi datang," ucap Ilham seraya menunjuk warung soto ayam.


Kirana mengangguk dan segera berjalan menuju warung soto tersebut bersama suaminya.


"Kita makan dulu ya sayang! Soalnya perjalanan kita masih panjang dan pastinya nanti takut kelaparan di jalan." ajak Ilham pada Kirana.

__ADS_1


"Tapi, aku masih kenyang, Mas!" sahut Kirana.


"Makan sedikit saja ya," pinta Ilham.


"Baiklah,"


Ilham segera memesan dua porsi soto ayam dan juga es teh kepada pemilik warung tersebut.


Beberapa menit kemudian, pesanan soto dan es teh akhirnya tiba. Ilham dan Kirana segera menyantap makanan soto tersebut yang masih mengepul.


Selesai makan, Ilham dan Kirana lalu membayar makanannya. Kemudian, mereka berdua segera pergi dari warung soto ayam tersebut dan menunggu bus datang.


Selang beberapa menit, bus yang ditunggu akhirnya datang. Ilham kemudian menarik Kirana untuk naik duluan ke Bus tujuan mereka, disusul Ilham di belakangnya.


Ilham dan Kirana memilih duduk di bagian tengah agar merasa nyaman. Lalu, Kirana duduk di samping jendela menikmati pemandangan hiruk pikuk kota yang dicintainya.


"Semoga aku kuat menjalani ini semua, dan berikanlah kesabaran juga keikhlasan dalam pernikahanku agar langgeng selamanya." ucap Kirana dalam hati.


Setelah bus penuh dengan penumpang, sang sopir segera melajukan kendaraan menuju Lampung. Perjalanan panjang ini akan menjadi pengalaman pertama bagi Kirana seumur hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2