
Keesokan harinya, Kirana telah memikirkan dengan matang apa yang orang tuanya ucapkan.
Kirana akan menerima Fahiz sebagai kekasihnya dan akan memberi kabar ini kepada Fahiz saat bertemu.
Setelah sarapan pagi dengan orang tua dan juga kedua adiknya, Kirana segera menghubungi Fahiz karena ada yang ingin dibicarakan.
"Mas Fahiz, bisa kita bertemu hari ini saat makan siang?" tanya Kirana.
"Tentu bisa, nanti aku akan datang menjemputmu." kata Fahiz antusias.
"Baiklah, saya tutup dulu teleponnya, selamat bekerja Mas Fahiz." ucap Kirana dengan tersenyum.
"Iya, terimakasih dan kamu hati-hati dijalan." sahut Fahiz memberi perhatian kepada Kirana.
Keduanya pun berangkat bekerja masing-masing dengan wajah ceria dan bahagia.
***
Siang pun telah tiba, Fahiz telah bersiap-siap menjemput Kirana ke toko kuenya.
"Deni, aku pergi keluar makan siang dulu! Bila nanti ada yang mencari, bilang saja saya keluar." titah Fahiz pada sekretarisnya sekaligus asisten pribadinya.
"Baik Pak!"
__ADS_1
Fahiz keluar menuju parkiran dan masuk ke mobil, lalu melajukan kendaraannya membelah jalanan menuju tempat Kirana berada.
Setengah jam kemudian, Fahiz sampai di tempat Kirana. Tampak Kirana telah siap di teras toko kue sedang menunggunya datang.
Kirana yang tahu Fahiz datang langsung menghampiri dan masuk ke mobil.
"Sudah lama menunggu?" tanya Fahiz sambil menatap wajah Kirana.
"Tidak juga Mas, sekarang kita kemana?" tanya Kirana.
"Kita ke tempat restoran kemarin pertama kali kita datangi." kata Fahiz yang langsung melajukan kendaraannya menuju restoran.
"Iya Mas,"
Tak berapa lama sampai di restoran.
Pelayan datang membawa menu, kemudian Fahiz memilih menu berdua untuk Kirana. Sebab, Fahiz tahu Kirana pasti akan bingung memilih.
Kemudian, pelayan pergi setelah Fahiz memilih menu makanan dan minuman.
"Mas Fahiz, ada yang ingin Kirana bicarakan!" ucap Kirana sedikit gugup saat akan mengatakannya.
"Apa itu! Apakah Kirana menerima perasaanku!" kata Fahiz seakan tau apa yang ingin dibicarakan Kirana.
__ADS_1
"Bagaimana Mas Fahiz bisa tahu apa yang akan aku katakan!" ucap Kirana dalam hati.
"Mas Fahiz, saya menerima perasaan cinta Mas kepadaku." ucap Kirana dengan kepala menunduk malu.
"Apa! Benarkah? Mas Fahiz gak salah dengar 'kan?" tanya Fahiz meyakinkan pendengarannya tidak salah.
"Kirana menerima cinta Mas Fahiz." ucap Kirana dengan wajah merona merah karena hatinya berdegup kencang saat ini.
"Alhamdulillah, akhirnya cintaku di terima juga." ucap Fahiz dengan mengucap syukur dan mencium tangan Kirana.(author ikut seneng nih akhirnya cinta Fahiz diterima Kirana. Ciee..ciee 😂)
Tak lama pelayan datang membawa makanan yang dipesan oleh mereka dan meletakkan di meja.
"Silahkan Mas dan Mbak dinikmati makanannya." ucap pelayan tersebut dan berlalu pergi dari hadapan mereka.
Keduanya, makan dengan santai dan Fahiz menatap Kirana dengan penuh kasih sayang. Sedangkan Kirana masih tampak malu-malu dan sesekali menundukkan kepalanya karena Fahiz menatap ke arahnya terus.
"Mas Fahiz kenapa menatap Kirana terus? Kirana malu Mas?" ujar Kirana dengan wajah merah merona.
"Mas Fahiz bahagia dan senang. Sungguh sangat bahagia karena Kirana menerima cintaku." ucap Fahiz dengan senyum mengembang di kedua sudut bibirnya.
Selesai makan, mereka masih saling mengobrol satu sama lainnya. Keduanya begitu bahagia dan menceritakan hal-hal kecil untuk mengenal pasangan masing-masing.
Jangan lupa like, komen, hadiahnya ya.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca karyaku.
Selamat Membaca 🤗