Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 35


__ADS_3

***


Sebelum ke rumah mertuanya. Kirana menyempatkan membeli buah untuk mertuanya.


"Kita mampir dulu ya, Mas, ke toko buah," pinta Kirana. Ilham mengangguk seraya melihat di jalanan luar.


Setelah mengamati di jalanan, akhirnya Ilham menemukan toko buah yang lumayan besar dan ramai.


Ilham dan Kirana, sama-sama turun dari mobil. Keduanya bergandeng tangan memasuki toko, "Selamat datang silahkan berbelanja," sapa pegawai tersebut ramah saat pembeli datang.


Kirana, kemudian membawa keranjang menuju buah-buahan yang terpajang di rak-rak buah.


"Mas, biasanya Ibu suka buah apa?" tanya Kirana saat melihat berbagai macam buah.


"Ibu, suka semua jenis buah, kecuali buah durian," jawab Ilham.


"Kenapa tidak suka? Padahal, durian itu sangat enak," tanya Kirana lagi.


"Entahlah, Ibu dari dulu tidak suka dengan buah itu, mungkin karena dari baunya," sahut Ilham.


Kirana hanya menganggukan kepalanya pelan. "Kita beli buah jeruk dan buah naga saja, ya Mas," ujar Kirana.


"Ya terserah, dek Kirana saja." 


Setelah mengambil buah dan memasukkan ke keranjang, Kirana dan Ilham segera membayar ke kasir.

__ADS_1


Keluar dari toko buah, Ilham dan Kirana masuk ke mobil dan menaruh barang belanjaan ke jok tengah. Kemudian, Ilham segera melajukan mobilnya membelah jalanan menuju ke rumah Ibunya.


Begitu sampai di rumah Ibunya, Ilham turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Kirana, serta membantu membawa buah-buahan yang dibelinya di toko buah.


"Assalamualaikum," Ilham dan Kirana mengetuk pintu seraya mengucap salam bersama.


"Waallaikumsalam," sahut orang dari dalam.


Bu Susi membuka pintu dengan senyum yang mengembang di kedua sudut bibirnya. " Eh, menantuku datang? Ayok, masuk dulu ke dalam," ajak Bu Susi lalu Kirana mencium tangan mertuanya kemudian Ilham ikut mencium tangan Ibunya.


Ilham dan Kirana kemudian duduk di sofa dan menaruh buah-buahan di meja.


"Bu, ini sekedar oleh-oleh dari kami," ucap Ilham seraya duduk bersandar di sofa.


"Kenapa, kalian repot membawa buah-buahan. Di rumah masih banyak buah," ucap Bu Susi yang melihat isi buah di kantong plastik.


"Bapak ada di belakang, lagi menanam cabai! Sebentar lagi juga kesini." jawab Bu Susi.


"Kalian, nanti menginap disini 'kan?" tanya Bu Susi berharap putranya mau menginap.


Kirana yang masih canggung hanya bisa diam saat pertama kali datang ke rumah mertuanya.


"Iya, Bu, nanti kita menginap sekalian Ilham mau menyiapkan baju-baju untuk kembali ke Lampung." ujar Ilham menjelaskan.


"Loh, kok cepat sekali kembali ke Lampungnya! Kirana, juga diajak?" timpal Bu Susi lagi.

__ADS_1


"Iya, Bu, pastilah kuajak! Nanti disana buat penyemangat saat bekerja." kata Ilham sambil mengerlingkan mata sebelah ke Kirana.


Kirana melihat suaminya yang mengerlingkan mata seketika melengos sambil tersenyum malu.


Bu Susi hanya bisa pasrah saat mendengar keputusan putranya, yang akan membawa Kirana ke Lampung.


Saat mereka sedang mengobrol, Pak Darman dari belakang segera bergabung bersama istri, putra dan juga menantunya.


"Kalian sudah lama?" tanya Pak Darman saat sudah duduk di sofa.


"Iya, Pak, lima belas menit yang lalu kami sampai," ujar Ilham seraya mencium tangan Pak Darman diikuti Kirana.


Bu Susi yang nampak bahagia, bahwa putra dan menantunya akan menginap malam ini, segera mengajak Kirana pergi ke dapur untuk membuat minuman dan juga menyiapkan makan malam.


Di ruang tamu, Ilham dan Pak Darman mengobrol membahas pekerjaan, sedangkan di dapur Kirana menyiapkan minuman untuk suami dan mertuanya. Lalu, Bu Susi menyiapkan bahan untuk dimasak bersama Kirana.


"Silahkan, diminum Mas dan Pak," ucap Kirana saat menaruh minuman dan buah jeruk di atas meja.


"Terimakasih, Nak," ucap Pak Darman saat melihat menantunya.


Ilham semakin terpesona dan kagum dengan Kirana, yang berhasil membuat dirinya semakin mencintainya.


"Saya, permisi dulu ke dapur, Mas, Pak," ucap Kirana seraya pergi meninggalkan Bapak dan suaminya mengobrol.


"Kami gak salah pilih 'kan, nak!" kata Pak Darman menepuk bahu putranya saat melihat Kirana berjalan menuju dapur.

__ADS_1


Ilham hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi perkataan Bapaknya. Nampak, wajahnya merona merah karena memang Kirana yang telah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


__ADS_2