
Enam tahun telah berlalu.
Ilham dan Kirana yang sibuk bekerja membuat hubungan mereka agak renggang. Ilham hampir dua bulan ini pulang larut malam terus tanpa memikirkan istrinya yang sedang menunggunya pulang.
Bahkan, desas desusnya Ilham pernah ketahuan berduaan dengan salah satu karyawan staf di kantor pusat. Namun, mereka yang melihat hubungan itu seakan menutup mata mereka.
Kirana, yang mendengar berita itu akan berusaha mencari tahu sendiri kabar miring tersebut.
Sampai, pada malam hari ini, Ilham baru pulang larut malam. Kirana, yang melihat suaminya pulang larut malam seakan curiga dengan tingkah laku suaminya itu.
"Mas, darimana saja kamu! Kenapa pulang selarut ini!" geram Kirana melihat Ilham.
"Itu, bukan urusanmu!" ketus Ilham lalu meninggalkan Kirana sendirian di ruang tamu menuju kamar.
Mendengar kata-kata suaminya, Kirana seketika menangis dan terduduk lemas di kursi. Bahwa, apa yang dilihatnya adalah fakta suaminya mulai berubah.
Saat masuk ke dalam kamar, Kirana melihat suaminya telah tidur. Kemudian, Kirana ikut merebahkan tubuhnya yang lelah di samping Ilham. Mereka tidur saling memunggungi.
Sampai jam satu dini hari, Kirana pun tak bisa tidur memikirkan pernikahannya yang di ujung tanduk. Akankah, dia pulang ke kampung halamannya atau bertahan disini. Sampai akhirnya Kirana tanpa sadar tertidur dengan sendirinya, karena rasa kantuk yang mendera.
__ADS_1
Keesokan paginya, Kirana mengerjapkan matanya beberapa kali. Kemudian, menoleh ke samping bahwa suaminya sudah tidak ada di tempat tidur.
Lalu, Kirana segera melihat jam di ponsel. Betapa terkejutnya dia, jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.
"Astaga, aku bangun kesiangan!" celetuk Kirana lalu bergegas lari ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya.
Selesai mandi, Kirana segera berdandan dan pergi ke dapur untuk makan. Saat membuka tudung saji di meja makan, terlihat ada makanan di meja. "Apakah, Mas Ilham yang masak saat aku masih tertidur?" gumam Kirana.
Tanpa pikir panjang, Kirana segera mengambil piring dan nasi juga lauk pauk. Kemudian, segera melahap makanan tersebut dengan cepat karena dikejar oleh waktu.
Selesai, makan Kirana segera berangkat ke kantor divisi. Ya, Kirana sudah bisa naik motor sendiri tanpa harus berboncengan dengan Bu Ira lagi. Sebab, Ilham membeli motor untuk Kirana beberapa tahun lalu sebelum badai rumah tangganya datang.
"Pagi, Bu Ira," sapa Kirana saat masuk ke dalam dan menghampiri Bu Ira.
"Pagi, juga Kirana," sapa balik Bu Ira saat melihat kedatangan Kirana.
"Ayo, sini Kirana, bantu aku merekap laporan ini dan akan diserahkan ke kantor pusat pagi ini juga." kata Bu Ira menjelaskan.
"Baik, Bu."
__ADS_1
Kirana dan Bu Ira, segera mengisi data-data dari laporan para mandor dengan cepat. Selesai merekap laporan, Bu Ira dan Kirana segera berangkat menuju kantor pusat.
Menempuh perjalanan setengah jam, sampailah mereka di kantor pusat. Di mana para kerani setiap divisi berkumpul untuk menyerahkan kepada admin pertanaman untuk memasukkan data-data ke komputer.
Bu Ira dan Kirana segera turun dari motor, namun Kirana melihat motor suaminya terparkir di depan kantor. Kirana, segera berjalan lewat samping kantor agar tidak ketahuan suaminya.
Kirana, ingin melihat dengan mata kepala sendiri bahwa berita itu tidak benar. Saat masuk ke dalam, Kirana sempat terpaku dan melihat jelas bahwa suaminya sedang duduk di samping staf karyawan kasir. Mereka mengobrol layaknya sepasang kekasih dengan begitu intensnya.
"Jadi, berita itu benar. Bahwa, Mas Ilham diam-diam di belakangku selingkuh!" batin Kirana yang hatinya sakit melihat suaminya duduk berdekatan dengan staf karyawan tersebut.
Bu Ira yang melihat Kirana hanya diam membisu, segera melihat arah pandang Kirana tertuju kemana. Ternyata, Pak Ilham yang duduk mengobrol dengan staf karyawan yang begitu dekat jaraknya.
"Bu Ira, kalau sudah selesai mari kita pulang." ucap Kirana dengan wajah sendunya.
"Iya, Kirana. Sebentar lagi juga selesai ini," ujar Bu Ira yang merasa kasihan kepada Kirana.
Kirana hanya menunduk malu dan tak ingin suaminya tahu bahwa dirinya ada di belakangnya.
Untung saja, kantor tersebut besar dan Ilham tak akan melihat bahwa istrinya melihat semua tingkah lakunya di kantor. Sebab, Kirana duduk di belakang. sedangkan staf karyawan kasir tersebut berada di depan.
__ADS_1