
Keesokan harinya, Ilham dan Kirana sudah bersiap-siap akan pulang ke rumah Kirana.
"Pak, Bu, Ilham sekalian pamit. Hari sabtu sudah berangkat ke Lampung." kata Ilham saat sedang menyantap makanannya.
"Iya, nak. Ingat pesan Bapak!" kata Pak Darman.
Selesai makan, Ilham dan Kirana segera berangkat menuju rumah orang tua Kirana.
"Jaga diri kalian baik-baik," ucap Ilham sambil memeluk kedua orang tuanya bergantian.
"Kamu juga Ham, jaga Kirana selama di perantauan." tutur Bu Susi melepaskan pelukannya.
"Sampaikan salamku pada besanku ya," kata Bu Susi.
"Iya, Bu."
Kirana juga memeluk mertuanya bergantian, tak lupa Bu Susi selalu mendoakan yang terbaik untuk kedua pasangan pengantin baru itu.
"Assalamualaikum," ucap Ilham dan Kirana bersamaan lalu mereka segera naik ke mobil.
"Waallaikumsalam."
Ilham melajukan mobilnya keluar dari gerbang rumah dan membelah jalanan.
Perasaan Ilham sangat bahagia dan begitu senang telah menikahi wanita disampingnya. Ilham kemudian menggenggam tangan Kirana lembut.
__ADS_1
"Dek, Mas bahagia banget menikah denganmu." ucap Ilham menatap Kirana sekilas lalu menatap ke depan.
"Kirana juga bahagia Mas, Kirana akan menerima perjodohan ini dengan ikhlas.
Selama perjalanan, keduanya saling bercerita dan memahami karakter mereka masing-masing.
"Oh ya, dek, Mas kelupaan, kita belanja dulu ya ke supermaket. Mau belanja oleh-oleh untuk teman di Lampung." kata Ilham saat kebetulan menemukan supermaket.
"Baik, Mas."
Ilham segera mencari parkiran dan ternyata suasana sangat ramai saat menemukan tempat parkir yang tak jauh dari pintu masuk supermaket.
Keduanya turun dari mobil dan Ilham segera menggandeng tangan Kirana.
Sesampainya di pintu masuk, Ilham segera mencari tempat snack oleh-oleh, sedangkan Kirana hanya mengikuti kemana suaminya melangkah.
Kini, keduanya masuk mobil dan Ilham melajukan mobilnya menuju rumah mertuanya.
Selang beberapa menit, sampailah keduanya di rumah Kirana.
"Assalamualaikum," sapa Ilham dan Kirana bersamaan.
"Waallaikumsalam," sahut orang di dalam menjawab salam.
Saat pintu terbuka, ternyata adiknya Laras yang membuka pintu. "Loh, dek kok gak sekolah!" tanya Kirana pada adiknya lalu berjalan masuk ke dalam ruang keluarga.
__ADS_1
"Iya, kak, aku lagi libur sekolah, karena para guru ada rapat. Makanya aku santai di rumah." ujar Laras menjelaskan pada kakaknya.
"Lalu, Andika kemana?" tanya kirana lagi.
"Kak Dika, masih sekolah. Pulangnya nanti siang." balas Laras menimpali.
"Ow, ya sudah. Ini, taruh di dapur, kakak tadi membeli kebutuhan di rumah," ucap Kirana menyerahkan kebutuhan bahan-bahan makanan kepada adiknya.
"Banyak banget, kak!" kata Laras melihat belanjaan kakaknya itu.
"Iya, sekalian dek untuk kebutuhan bulan depan." Kirana menjawab pertanyaan adiknya itu sambil mengusap kepalanya pelan.
Bu Lastri yang melihat, anaknya datang segera berlari kesamping rumah untuk menemui anak dan menantunya itu. Seperti biasa, Bu Lastri akan menyerahkan tugas tersebut kepada karyawannya bila ada urusan.
"Kalian sudah pulang? Ibu kangen banget. Sehari gak ketemu kayak sebulan," ucap Bu Lastri yang memeluk anak dan menantunya bergantian.
"Bagaimana kabar Bapak dan Ibumu, nak Ham?" tanya Bu Lastri yang duduk disamping Kirana.
"Alhamdulillah, Bapak dan Ibu sehat. Bapak dan Ibu juga menyampaikan salam kepada kalian.
"Salam balik ya, nak Ham,"
Ketiganya berbincang dan mengobrol, lalu Laras datang membawa minuman dan camilan yang baru dibelikan kakaknya tadi.
"Bapak kemana, Bu? Kok, sepi?" tanya Ilham saat mengambil jajanan di toples.
__ADS_1
"Seperti biasa, Bapak lagi keluar ke rumah temannya," ujar Bu Lastri.
Mereka mengobrol dan berbagi cerita juga tertawa bersama. Sesekali juga meledek Kirana bagaimana rasanya jadi pengantin baru. Kebahagiaan ini pasti menjadi kenangan yang terindah dan tak akan terlupakan bagi Kirana.