Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 12


__ADS_3

***


Di hari yang sama di tempat lain, Ibrahim setelah menghubungi Kirana lewat telepon. Dirinya merasa gelisah dan juga memikirkan perasaannya pada Kirana yang tak terbendung.


Ibrahim sudah memikirkan matang-matang soal perasaannya. Dalam waktu dekat dirinya akan mendatangi rumah Kirana nanti.


"Aku harus segera mendatangi rumah Kirana. Apapun yang akan terjadi, aku harus bisa menemuinya." gumam Ibrahim dengan penuh keyakinan.


Tanpa sepengetahuan Kirana, Ibrahim berencana mendatangi rumah Kirana dan ingin memberi kejutan pada mantan kekasihnya itu.


Jujur Ibrahim masih belum bisa merelakan Kirana. Dia masih sangat mencintai kekasihnya itu. Berusaha melupakan namun pada akhirnya tetap tak bisa.


***


Hari berikutnya, Bu Susi kembali datang kerumah besannya untuk membicarakan persiapan acara pernikahan.


"Jeng, bagusnya untuk pakaian para orang tua dan saudara yang lainnya pakai warna apa ya?" tanya Bu Susi bingung saat melihat pakaian seragam pernikahan di sosial media ponselnya.


"Bagusnya pakai warna ungu, Jeng. Lebih mewah tapi juga sederhana," ujar Bu Lastri yang ikut melihat apa yang ditunjukkan Bu Susi.


"Kalau untuk pakaian pengantin nanti warna putih, Jeng? Biar ada perpaduan putih dan ungu," timpal Bu Lastri.


"Baik Jeng, aku setuju saja." ucap Bu Susi.


Kirana yang sedang di belakang bermain dengan adik-adiknya, segera membersihkan diri dan disusul kedua adiknya.


"Dika, Laras, ayo segera mandi sudah sore!" pinta Kirana pada adik-adiknya.


"Oke, Kak."


Mereka berjalan menuju kamar masing-masing. Karena setiap kamar ada kamar mandi.

__ADS_1


Sedangkan Kirana yang mau berjalan menuju kamarnya, tak sengaja bersitatap muka dengan calon mertuanya segera menyapa dan setelahnya berpamitan untuk mandi.


Setelah menunggu beberapa menit, kini Kirana kembali keruang tamu bersama Ibu dan calon mertuanya itu.


"Wah, Bu. Sedang melihat apa? Kok kelihatannya serius sekali?" tanya Kirana saat berjalan menghampiri Ibu dan calon mertuanya.


"Eh, Nak Kirana, sini…sini… duduk Nak. Ini aku dan ibumu sedang melihat-lihat baju pernikahan di sosmed." ucap Bu Susi seraya menarik Kirana untuk duduk disebelahnya.


"Bagus 'kan bajunya?" tanya Bu Susi seraya menunjukkan pada Kirana baju yang telah dipilih.


Kirana hanya tersenyum kaku, saat melihat baju pernikahan.


"Iya, Bu, sangat cantik sekali," ujar Kirana.


Bu Lastri ikut tersenyum memandang putrinya yang cepat berbaur dengan calon mertuanya itu.


Setelah merundingkan perihal baju pernikahan, dekorasi dan catering dan hal lainnya, akhirnya Bu Susi menyumbangkan soal desain baju pernikahan.


Kini Kirana dan Ibunya duduk berdua di ruang tamu setelah kepergian Bu Susi.


"Kirana," panggil Bu Lastri pada putrinya.


"Iya, Bu." sahut Kirana seraya menoleh memandang Ibunya sambil tersenyum.


"Kir, apakah kamu bahagia?" tanya Bu Lastri yang memandang putrinya dengan wajah sendu.


"Kirana bahagia kok, Bu," jawab Kirana tersenyum lembut sambil memegang tangan Ibunya.


Jujur Bu Lastri sesungguhnya beberapa bulan ini, selalu memikirkan apa yang pernah Kirana ceritakan padanya.


Bu Lastri takut anaknya akan memberontak dan tak terima soal perjodohan ini.

__ADS_1


Namun, ternyata apa yang dilihatnya beberapa bulan ini anaknya sama sekali tak membantah ataupun protes.


Diamnya Kirana inilah yang selama ini membuat Bu Lastri memikirkan perasaan dan hati Kirana takut berujung ke arah yang salah.


"Alhamdulillah, Nak," Ibu senang mendengarnya seraya memeluk Kirana.


Andika dan Laras segera bergabung saat tak ada tamu yang dilihatnya tadi.


"Eh, kalian baru keluar setelah tamunya pergi! Kalian darimana?" tanya Bu Lastri pada anak-anaknya.


"Kami di dalam kamar Bu, sambil bermain game di ponsel!" timpal Andika dan Laras menjawab pertanyaan dari Ibunya.


"Lain kali, gak boleh begitu ya!" tutur Bu Lastri menasehati anak-anaknya.


"Kalau ada tamu, disapa dulu! Bukan langsung pergi begitu saja!" tutur Bu Lastri mengingatkan Andika dan Laras.


"Baik, Bu! Maafkan kami ya," ucap Andika dan Laras.


Pak Tono baru sampai setelah berkunjung kerumah sahabat lamanya.


"Assalamualaikum," sapa Pak Tono pada orang di dalam.


"Waallaikumsalam," jawab Bu Lastri dan ketiga anaknya.


Melihat istri dan anak-anaknya bercanda dan tertawa senang, Pak Tono segera ikut bergabung dan duduk disebelah Andika.


"Ini ada apa? Kok, pada berkumpul diruang tamu? Apakah tadi ada tamu?" tanya Pak Tono.


"Oh, ini tadi Bu Susi datang kerumah, membahas pakaian pernikahan dan hal lainnya Pak," jawab Bu Lastri menjelaskan pada suaminya.


"Jadi hasilnya bagaimana, Bu?" sahut Pak Tono seraya mengangguk-anggukan kepalanya.

__ADS_1


"Sudah beres dan insyallah menjelang hari pernikahan semua sudah siap," ucap Bu Lastri menjelaskan ke suaminya yang begitu antusias.


__ADS_2