Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 17


__ADS_3

"Terimakasih, Nak Ilham."


"Jadi merepotkan Nak Ilham nih!" ucap Pak Tono tersenyum.


"Tidak sama sekali Pak. Ini sebagai bentuk silaturahmi saja." Kata Ilham seraya tersenyum.


Perasaan Ilham saat ini  campur aduk. Berperang dengan detak jantungnya yang sedari tadi berdebar tidak karuan.


"Begini Pak. Ilham mau meminta ijin kalau boleh?" tanya Ilham saat memandang kedua orang tua Kirana bergantian.


"Silahkan, Nak!"


"Kedatangan Ilham kesini sebenarnya mau meminta ijin pada Bapak dan Ibu, untuk mengajak 'Dek Kirana keluar jalan-jalan," ajak Ilham pada Kirana seraya meminta ijin.


"Oh, tentu boleh Nak Ilham. Kirana tak pernah keluar rumah kecuali diminta membeli kebutuhan sehari-hari." Ujar Pak Tono seraya tersenyum lebar.


Kirana seketika terduduk kaku dan jantungnya tiba-tiba berdegup kencang berirama seperti gendang ditabuh.


Mendapatkan ijin dari calon mertua membuat Ilham bersorak gembira dalam hati.


"Ya, sudah Kirana biar ganti baju dulu sekalian menjemput adik-adiknya di sekolah." ucap Bu Lastri.


Kirana beranjak berdiri dan menuju kamarnya untuk mengganti pakaian.


Sedang Ilham seraya menunggu Kirana datang, Ilham mengobrol bercanda tawa dengan Pak Tono dan Bu Lastri di ruang tamu.


Beberapa menit kemudian, Kirana datang dengan penampilan sederhana tetapi elegan. Membuat Ilham semakin terpesona akan kecantikan Kirana.


Kirana yang merasa di tatap langsung melihat ke sembarang arah.


Mereka berdua segera berpamitan dan mencium punggung tangan Pak Tono dan Bu Lastri.


"Kirana berangkat ya Pak, Bu," ucap Kirana saat menyalami kedua tangan orang tuanya. Begitu pula Ilham yang ikut menyalami tangan calon mertuanya.


"Ya, Nak, hati-hati dijalan ya? Jangan ngebut." tutur Bu Lastri pada kedua pasangan calon pengantin.


Ilham dan Kirana segera bergegas menuju sekolah Andika dan Laras, karena ingin mengajak Kirana dan kedua adiknya jalan-jalan. Mumpung masih siang sekalian saja.


Tak lupa Kirana juga membawakan baju ganti untuk kedua adiknya.


Sesampainya di sekolah Kirana segera turun dari mobil dan mencari Andika. 

__ADS_1


Untung saja jam pelajaran sekolah belum usai dan Kirana segera kembali ke mobil seraya menunggu Andika keluar.


Tak berselang lama bel sekolah berbunyi tanda pelajaran sekolah telah berakhir.


Andika tidak tahu kalau Kirana datang menjemput. Hanya Laras yang dijemput sekolah selama ini.


Begitu Andika keluar gerbang sekolah, Kirana segera berteriak memanggil adiknya dan melambaikan tangannya.


Andika yang dipanggil lalu menghampiri kakaknya. Namun kakaknya tidak sedirian melainkan bersama calon kakak iparnya yaitu Ilham.


"Loh, kakak datang menjemputku! Bukannya menjemput 'Dek Laras dulu?" tanya Andika sedikit bingung pada kakaknya.


"Iya, ini sekalian jemput kamu dulu Dek!" kata Kirana.


Andika segera melihat Ilham yang sedang berada di dalam mobil dan menyapanya.


"Hai, Mas Ilham? kapan datang?" sapa Andika pada calon kakak iparnya itu seraya melambaikan tangannya.


"Kemaren pagi sampainya," ucap Ilham sambil tersenyum.


"Ya, sudah yuk! Kita segera jemput Laras," kata Kirana seraya melihat jam tangan yang ada di tangannya.


"Terus sepedaku bagaimana, kak?" ujar Andika yang bingung mau ditaruh mana sepedanya.


Untung saja mobil Ilham luas dan kursi belakang bisa dilipat untuk menaruh sepeda dan kebetulan sepeda Andika juga bisa dilipat.


Andika, Kirana, Ilham segera masuk mobil dan bergegas menuju sekolahan Laras untuk menjemputnya.


Menempuh perjalanan beberapa menit, sampailah mereka di sekolah Laras dan ternyata Laras menunggu jemputan di pos satpam.


Kirana turun dari mobil dan berjalan beberapa langkah untuk menjemput adiknya.


Sedangkan Andika dan Ilham hanya menunggu di mobil saja.


Melihat kakaknya datang, Laras segera berpamitan kepada satpam sekolah.


"Kakak datang naik apa? kok jalan kaki?" tanya Laras yang bingung kenapa kakaknya datang menjemput dengan jalan kaki.


"Kakak datang bersama Mas Ilham, 'Dek Laras!" kata Kirana pada adiknya seraya menunjuk mobil yang terparkir tidak jauh dari mereka berdiri.


"Oh, Mas Ilham pulang ya! Ciee…ciee…yang sebentar lagi menikah!" ledek Laras pada kakaknya Kirana dengan candaan.

__ADS_1


Seketika Kirana yang digoda wajahnya nampak semburat merah merona di kedua pipinya.


Kirana segera mencubit pipi Laras karena menggodanya.


Kini keduanya berjalan menuju mobil Ilham yang terparkir diseberang jalan.


Kirana dan Laras masuk mobil dan Laras tersentak kaget ternyata kakak keduanya Andika juga ada di mobil tersebut dan masih memakai seragam sekolah juga sama seperti dirinya.


"Kak Andika juga disini?" tanya Laras pada kakak keduanya itu.


"Iya, Dek Laras. Kak Kirana dan Mas Ilham yang menjemput." ujar Andika yang duduk di tengah.


"Kak, kita mau kemana nih?" Tanya Laras pada kakaknya yang duduk di depan mobil.


"Tapi, baju kita berdua masih pakai seragam sekolah kak!" timpal Laras lagi dan Andika seraya menganggukan kepala membenarkan perkataan Laras.


"Nih, ada oleh-oleh dari Mas Ilham buat kalian berdua. Semoga kalian suka!" ucap Kirana lalu menyerahkan bingkisan tersebut kepada kedua adiknya.


Andika dan Laras segera mengambil bingkisan tersebut yang tertera nama mereka berdua.


"Terimakasih Mas Ilham." seru Andika dan Laras bersamaan.


"Sama-sama."


Ilham menoleh sekilas kepada kedua adik-adik Kirana seraya tersenyum.


Andika dan Laras segera membuka bingkisan tersebut. Saat membuka bingkisan, mereka berdua tampak senang dengan hadiah dari calon kakak iparnya itu.


"Waaaahhh...bajunya cantik sekali!" seru Laras saat melihat baju gamis warna pink bermotif bunga warna.


Begitu pula Andika yang mendapat sepasang baju koko dari calon kakak iparnya.


"Sekarang ganti baju kalian ya?" ujar Kirana agar adiknya segera mengganti pakaian seraya menyerahkan baju ganti yang dibawa dari rumah.


Andika dan Laras mengambil baju ganti mereka dan bergantian mengganti pakaian mereka di bagasi mobil belakang tempat menaruh sepeda tadi.


"Nah kita sekarang jalan-jalan karena Mas Ilham yang ngajak," kata Kirana pada adiknya yang duduk di belakang.


"Yeeeyyy…" seru Andika dan Laras bersamaan seraya mengangkat kedua tangan diatas.


Ilham hanya tersenyum mendengar keseruan adik-adik Kirana dibelakang. Ilham menyalakan mobil lalu segera pergi dari sana dan menuju tempat yang dikunjungi tepatnya mall.

__ADS_1


***


__ADS_2