
Akhirnya, sampailah Ilham dan Kirana di terminal.
Ilham segera membangunkan istrinya. "Dek, bangun! Kita sudah sampai terminal," bisik Ilham di telinga Kirana.
Kirana kemudian terbangun dan melihat suasana terminal juga sangat ramai penduduk dan kendaraan yang lalu lalang.
Ilham dan Kirana turun dari bus, keduanya di sambut oleh teman kerjanya bernama Erik yang sudah lama menunggu kedatangan Ilham dan istrinya.
Kirana tak menyangka suaminya ternyata sudah dijemput oleh mobil perusahaan saat tiba di terminal.
"Selamat datang di Lampung," kata Erik menyambut kedatangan sepasang pengantin baru itu.
Kemudian Erik memeluk Ilham, lalu beralih ke istri sahabatnya mengulurkan tangan sebagai tanda perkenalannya.
Erik begitu terpana saat melihat istri sahabatnya yang begitu cantik dan anggun.
"Hai, aku Erik," sapa Erik.
"Hai juga, namaku Kirana," balas Kirana menyambut uluran tangan sahabat suaminya itu.
"Ya, sudah ayo, keburu siang dan hujan saat tiba di mess!" ajak Erik kepada sepasang pengantin baru dan melihat awan sedikit mendung.
Kemudian mereka masuk ke mobil, Ilham segera meletakkan barang-barang yang dibawanya ke tempat jok belakang.
Lalu Ilham duduk dibagian depan di samping Erik sebagai sopir, kemudian Kirana duduk di kursi belakang kemudi.
Erik melajukan kendaraan membelah jalanan menuju tempat tujuan yang terbilang jauh dari kota.
"Bro, kita mampir di warung dulu untuk mengisi perut yang kosong," ujar Ilham.
"Oke."
Erik pun segera mengangguk dan mencari warung yang paling enak di daerah Lampung.
Beberapa saat kemudian, sampailah mereka di rumah makan sederhana yang begitu ramai kendaraan terparkir di halaman rumah makan tersebut.
Erik memarkirkan kendaran dan turun dari mobil, disusul Ilham dan juga Kirana yang segera mengikuti suaminya melangkah. Ketiganya memasuki rumah makan dan memilih duduk dekat jendela.
__ADS_1
Pelayan datang membawa menu makanan. Erik dan Ilham memilih menu makanan sayur lodeh dan juga es jeruk sebagai pelepas dahaga.
Sedangkan Kirana masih terlihat membuka menu, tetapi masih melihat-lihat mana yang sekiranya menggugah seleranya itu.
Ilham yang melihat hanya menggelengkan kepala pelan. Lalu segera meminta pelayan mencatat menu yang sama.
Setelah mencatat menu makanan, pelayan segera pergi ke dapur.
"Bagaimana bro, kabar perusahaan?" tanya Ilham yang sedang menunggu makanan datang.
"Seperti biasa, kerjaan makin numpuk dan sebulan yang lalu ada karyawan baru di kantor." jawab Erik sambil membalas pesan di ponselnya.
"Oh ya, dari divisi mana dia?" tanya Ilham balik.
"Besok saja, kamu berkenalan dengannya!" sahut Erik yang sesaat melirik istri sahabatnya yang diam saja dari tadi.
"Baiklah, badanku rasanya gatal semua kalau tidak bekerja setelah lama cuti," canda Ilham seraya tertawa.
"Bisa saja, kamu Ham,"
Tak berselang lama, pesanan mereka datang dan pelayan segera meletakkan makanan dan minuman tersebut di meja.
"Silahkan menikmati," ucap pelayan tersebut ramah.
Lalu pelayan tersebut pergi melayani pembeli yang lain dimana rumah makan saat itu begitu ramai.
Ketiga orang tersebut makan dengan tenang dan hanya suara sendok yang saling bersahutan.
Selesai makan, Kirana meminta ijin kepada suaminya ke toilet untuk membasuh wajahnya yang kusam.
"Mas, aku ke toilet sebentar ya!" bisik Kirana pada Ilham suaminya.
"Baiklah, jangan lama-lama!" pinta Ilham.
Erik yang melihat istri sahabatnya pergi ke toilet segera menanyakan pada Ilham.
"Bro, istrimu cantik sekali! Kenalan dimana?" tanya Erik yang begitu penasaran.
__ADS_1
"Biasa bro, dijodohkan orang tuaku," kata Ilham seraya tersenyum.
"Apa! Jaman modern kayak begini masih saja ada perjodohan. Kayak jaman siti nurbaya aja kamu Ham," ledek Erik sekaligus heran dengan sahabatnya itu.
"Mau bagaimana lagi Rik, orang tuaku yang menentukan dan aku tak bisa berbuat apa-apa. Daripada aku harus menjadi bujang lapuk di kebun sawit," sahut Ilham dengan candaannya.
Kirana yang berada di toilet segera keluar dan menuju wastafel yang tersedia, lalu membasuh wajahnya agar terlihat segar. Kemudian, Kirana mengeluarkan tisu dan alat make up yang berada di tasnya.
Kirana segera mencari ponsel di dalam tas dan menghubungi orang tuanya bahwa dirinya telah sampai di Lampung.
"Assalamualaikum," sapa Kirana saat ponselnya terhubung.
"Waallaikumsalam," sahut Bu Lastri yang begitu senang putrinya menelpon. Padahal belum lama berpisah tetapi Bu Lastri sudah sangat merindukan putrinya itu.
"Kirana cuma mau menyampaikan, kalau Kirana dan Mas Ilham sudah sampai di Lampung," kata Kirana menjelaskan agar orang tuanya tidak khawatir.
"Alhamdulillah, nak kalau sudah sampai. Jaga kesehatan dan hati-hati," tutur Bu Lastri menasehati putrinya itu.
"Baik, Bu! Nasehat Ibu akan Kirana ingat selalu." ucap Kirana.
"Ya, sudah Bu. Kirana tutup teleponnya karena Mas Ilham sudah menunggu." ujar Kirana pada Ibunya.
"Assalamualaikum."
"Waallaikumsalam."
Setelah memberi bedak pada wajah dan juga lipstik di bibirnya, Kirana segera keluar dan menemui suami dan juga sahabat suaminya itu.
Begitu sampai di mana suami dan Erik berada, Kirana duduk dan menghabiskan minumannya sampai habis.
"Maaf ya, aku lama di toilet. Soalnya antri di dalam." ucap Kirana.
"Tidak apa-apa."
Setelah selesai, mereka pun menuju kasir dan membayar makanan. Lalu ketiganya segera menuju tempat parkir dimana mobilnya berada dan masuk ke mobil.
Erik yang sebagai sopir segera melajukan mobilnya menuju mess perusahaan dimana mereka bekerja.
__ADS_1