
Sesampainya di toko Ilham segera melihat beberapa perhiasan yang terpajang di etalase.
Pak Darman dan Bu Susi yang di belakang Ilham juga melihat-lihat, siapa tahu ada yang sesuai dengan pilihan istrinya.
"Wah, Pak cantik-cantik loh perhiasannya," ucap Bu Susi seraya memandang berbagai perhiasan di etalase toko itu.
"Mbak, saya boleh melihat cincinnya?" tanya Bu Susi saat melihat cincin yang bermata satu mungil di tengah.
Karyawan toko tersenyum dan segera mengeluarkan perhiasan, lalu menyerahkan kepada pembeli.
Bu Susi langsung mencoba cincin tersebut dan ternyata pas dijari manisnya.
"Pak, gimana? Cantik gak?" tanya Bu Susi pada suaminya.
Pak Darman yang sedang melihat anting-anting seketika menoleh saat istrinya menunjukkan jari manisnya.
"Cantik, Bu! Tapi ada yang kurang?" jawab Pak Darman menatap istrinya dengan wajah serius.
"Apa Pak! dan mana yang kurang?" jawab Bu Susi dengan memegang wajahnya dan tangannya.
"Yang kurang adalah senyummu Bu. Sebab kalau tak tersenyum, wajah cantik Ibu makin hilang," canda Pak Darman pada istrinya.
Bu Susi yang merasa di goda seketika mencubit pinggang suaminya dan tampak semburat merah merona di kedua pipinya.
Karyawan toko yang melihat adegan sepasang suami istri yang ada di depannya hanya tersenyum geli.
Bu Susi pun akhirnya memilih gelang dan cincin sesuai keinginannya dan akan dipakainya saat pernikahan Ilham nanti.
Di toko yang sama Ilham juga melihat sepasang cincin pernikahan yang begitu cantik dan elegan.
"Mbak saya coba cincinnya itu?" ucap Ilham seraya menunjuk cincin bermata sedikit besar namun terkesan mewah.
Karyawan toko yang melihat pembeli di depannya tampak terpana dan kagum akan ketampanan Ilham yang membuatnya tak berkedip mata.
__ADS_1
Ilham tak menyadari bahwa dirinya sejak masuk toko menjadi pemandangan yang luar biasa bagi para karyawan toko terutama wanita. Bahkan, beberapa karyawan toko melirik dan berbisik akan ketampanan Ilham.
"Ini Mas," karyawan toko seraya menyerahkan ke sang pembeli.
Ilham mencoba dan nampak pas di jarinya akan tetapi cincin untuk Kirana takut kebesaran dan kekecilan.
Dia berharap cincin ini pas nantinya saat dipakai. Ilham berpikir kembali, nanti sajalah belinya kalau mengajak Kirana saja.
Akhirnya Ilham membatalkan niatnya untuk membeli cincin.
Ilham pun segera berjalan menuju kedua orang tuanya berada.
"Pak, Bu? Gimana? Ada yang dibeli?" tanya Ilham saat berada disamping kedua orang tuanya itu.
"Eh, Ham! Gimana menurutmu? Cantik gak? Bu Susi bertanya pada Ilham seraya menunjukkan jari dan tangannya.
"Cantik Bu." jawab Ilham sambil tersenyum.
Bu Susi membeli cincin dan gelang sesuai permintaan suaminya. Dan akhirnya dengan perasaan senang dan bahagia Bu Susi pun menurutinya.
Mereka memilih berjalan-jalan saja di mall, karena hanya sekedar cuci mata saja.
Menuju parkiran, Ilham segera masuk mobil disusul Pak Darman dan Bu Susi.
"Pak, setelah ini kita kemana?" tanya Ilham pada Bapaknya.
"Kita ke warung soto lamongan langganan Ibu yuk, Ham? Tempatnya gak jauh 'kok dari mall." sahut Bu Susi yang sudah lama tidak ke sana.
"Oke."
Keluar dari mall, Ilham segera menuju langganan soto Ibunya.
Tak berselang lama setelah mencari, akhirnya sampailah mereka di tempat warung soto lamongan yang berada di pinggiran jalan.
__ADS_1
Saat sampai di tempat ternyata sangat ramai. Dan Ilham segera memarkirkan mobilnya.
Turun dari mobil, Pak Darman, istri dan putranya berjalan memasuki warung dan mencari tempat duduk.
"Pak, soto ayam dan teh hangat tiga porsi ya?" kata Bu Susi pada pemilik warung tersebut.
"Baik, Bu." ucap pemilik warung tersebut namun kaget saat melihat siapa yang datang.
"Eh, Bu Susi!"
"Sudah lama tidak pernah datang kesini? Apakabar, Bu?" tanya Pak Jono seraya tersenyum senang melihat langganan tetapnya datang.
"Kabar baik, Pak! Maklum sibuk jadi jarang kesini!" jawab Bu Susi sambil tersenyum.
Bu Susi dan Pak Darman adalah langganan tetap warung Pak Jono dari dulu. Karena enak dan murah meriah.
Karena kesibukan mereka yang mendera jadi mereka jarang ke warung soto ayam Pak Jono.
Mengobrol beberapa menit akhirnya Bu Susi segera menghampiri suami dan putranya seraya menunggu pesanan datang.
"Sudah lama sekali Pak, gak pernah datang kesini?" ujar Bu Susi seraya mengedarkan pandangan melihat suasana warung yang begitu ramai sekali.
"Iya, Bu. Sudah lama ya kita gak pernah kesini. Dan warungnya juga makin ramai loh!" jawab Pak Darman ikut melihat suasana warung.
"Ham, kamu belum pernah kesini kan! Rasanya enak banget loh, dijamin kamu pasti ketagihan." ujar Bu Susi.
"Iya, Bu. Nanti Ilham coba dan kapan-kapan mengajak Kirana kesini." sahut Ilham pada Ibunya.
"Nah, iya ajak Kirana kesini nanti setelah kalian menikah." ujar Bu Susi.
Beberapa saat kemudian, pesanan datang dan mereka segera menyantap hidangan soto ayam Pak Jono.
Setelah selesai makan, mereka bertiga akhirnya membayar dan pulang ke rumah.
__ADS_1
***