Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 14


__ADS_3

Tak berselang lama, Pak Darman segera keluar dari kamar mandi dengan wajah segar berseri-seri.


Pak Darman segera berdandan rapi, karena ingin mengajak putranya Ilham berjalan-jalan. 


Sudah lama sekali semenjak Ilham bekerja, Pak Darman tak pernah mengajak Ilham jalan-jalan seperti sekarang ini.


Setelah rapi Pak Darman segera keluar dari kamar dan mencari Ilham di kamar namun gak ada. Saat mendengar ada suara orang mengobrol di dapur, Pak Darman segera berjalan menuju dapur.


"Ham," panggil Pak Darman pada Ilham.


Ilham yang dipanggil spontan tersentak kaget begitu pula Bu Susi setelah menyelesaikan masakannya.


"Bapak ini, ngagetin saja!" ucap Bu Susi saat mendengar suara suaminya dan menoleh sambil matanya melotot karena kaget.


"Hehehe, iya Bu, maafin Bapak. Bapak 'kan gak sengaja!" ujar Pak Darman seraya tersenyum nyengir kuda.


Bu Susi hanya menggelengkan kepalanya seraya menata makanan yang sudah matang ke meja makan.


"Yuk kita makan," ajak Bu Susi pada suami dan putranya.


Bu Susi segera mengambil piring dan menaruh nasi juga lauk pauk lalu menyerahkan pada suaminya.

__ADS_1


Sedangkan Ilham mengambil nasi sendiri dan juga mengambil sayur kesukaannya yaitu sayur asem.


"Ham, selesai makan kita jalan-jalan ya, sambil cuci mata," ucap Pak Darman setelah memasukkan nasi ke dalam mulutnya.


"Oke, Pak, sudah lama juga Ilham gak jalan-jalan nih, Ilham hanya jalan-jalan diperkebunan sawit saja Pak!" jawab Ilham seraya tersenyum senang.


"Ibu gak diajak nih? Masa cuma Ilham saja Pak yang diajak!" timpal Bu Susi ikut menyahut obrolan seraya memasang wajah memelas.


"Wah, padahal Bapak mau berduaan saja sama Ilham Bu?" canda Pak Darman seraya melirik istrinya yang seketika memasang wajah cemberut.


Bu Susi yang dilirik seketika melengos mendengar jawaban dari suaminya walaupun sudah tau kebiasaan Pak Darman yang suka usil.


"Hahahahaha," Ilham tertawa saat melihat perdebatan kecil diantara kedua orang tuanya itu.


"Tuh, kan diketawain Ilham Pak, Bapak sih bercanda saja!" jawab Bu Susi yang langsung melengos menatap ke sembarang arah.


"Iya Bu iya, Ibu boleh ikut. Sudah lama 'kan kita gak berkumpul bersama saat seperti sekarang." ujar Pak Darman yang sudah selesai makan.


Selesai menyantap makanan, mereka mengobrol bercerita saling berbagi ilmu kehidupan kepada Ilham agar masa depan putranya lebih baik nantinya.


Setelah beberapa saat, akhirnya Pak Darman, Bu Susi juga Ilham segera berangkat menuju mall.

__ADS_1


Dan kini, disinilah mereka bertiga. Pak Darman menggandeng tangan Bu Susi sedangkan Ilham hanya berjalan sendiri tanpa pasangan.


Sebenarnya Ilham mau menghubungi Kirana, akan tetapi mengurungkan niatnya. Sekalian ingin memberi kejutan pada calon istrinya itu.


Ilham sengaja tidak menghubungi Kirana walau sebenarnya sudah tau pulang sebulan lagi. Tetapi Kirana tidak tahu tepatnya kapan.


Dan besok Ilham datang kerumahnya ingin memberi kejutan dan oleh-oleh untuk calon mertua, Kirana dan juga adik-adiknya.


Saat memasuki mall ternyata suasana mall begitu ramai. Berjalan beberapa langkah Ilham melihat toko perhiasan.


"Pak ramai sekali mallnya?" ujar Bu Susi yang berbinar cerah saat melihat barang-barang yg dipajang di beberapa toko.


"Iya, Bu! Gak nyangka ya, lama sekali kita gak ke mall!" ujar Pak Darman yang juga begitu senang mengajak anak dan istrinya.


"Sesekali menyenangkan hati istri gak ada salahnya 'kan!" gumam Pak Darman.


"Pak, Bu, Ilham kesana dulu ya?" Ilham seraya menunjuk ke toko perhiasan yang dilihatnya.


"Ibu ikut, Ham! Sudah lama Ibu gak membeli perhiasan! Pengen beli yang baru." ujar Bu Susi begitu senang saat jalan-jalan seperti ini di mall.


"Bapak ikut jugalah, Ham!" sahut Pak Darman seraya berjalan di samping istrinya menyusul Ilham yang sudah berjalan duluan.

__ADS_1


__ADS_2