Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 72


__ADS_3

Setelah kepergian Fahiz. Kirana segera berjalan menuju rumah, karena masih banyak yang harus dikerjakannya.


Sebagai seorang janda, tentu membuat Kirana tak patah semangat dalam menjalani hidupnya. Dirinya masih muda dan bisa menemukan kebahagiaan nantinya setelah menemukan jodoh sesuai keinginannya.


"Bu, pelanggan setia Ibu kemarin datang lagi membeli kue," ucap Kirana seraya duduk di sofa.


"Pelanggan yang mana? Pelanggan Ibu banyak?" tanya Bu Lastri yang penasaran akan ucapan Kirana.


"Itu, yang kemarin membeli kue ulang tahun." kata Kirana mengingatkan Ibunya.


"Oh, Nak Fahiz ya! Jadi, tadi dia datang kesini membeli kue lagi," ucap Bu Lastri sambil menahan senyumnya.


"Iya Bu. Tadi juga minta kartu nama toko juga. Sekalian aku kasih, sebab sewaktu-waktu di kantornya ada acara penting bisa memesan kue di toko kita." kata Kirana menjelaskan.


"Alhamdulillah, semoga rejeki kita lancar terus." ucap Bu Lastri.


"Aamiin."


"Kirana beres-beres rumah dulu Bu!" ucap Kirana sambil berlalu di hadapan Ibunya.


"Iya, baiklah."


Kemudian, Bu Lastri pergi menuju dapur untuk membuat kue pesanan seseorang.


Di saat yang sama, Fahiz telah sampai dirumahnya dengan wajah berseri-seri.

__ADS_1


Fahiz keluar dari kendaraan, lalu berjalan masuk ke dalam rumah dengan bersiul.


Lalu, Fahiz berjalan menuju dapur meletakkan kue donat di meja. "Bi, tolong kue donat ini letakkan di kulkas," pinta Fahiz.


"Baik Tuan Muda."


Fahiz meninggalkan dapur dan berjalan menuju kamar. Saat sedang menuju ke kamar, Fahiz bertemu dengan Dwi yang ingin ke ruang keluarga.


"Darimana saja, Mas? Bahagia banget!" tanya Dwi keheranan melihat tingkah kakaknya.


"Rahasia. Anak kecil jangan kepo!" ucap Fahiz seraya melenggang menuju kamar tanpa menghiraukan teriakan dari Dwi.


"Iish… Mas Fahiz pelit?" teriak Dwi yang sedang mendaratkan bokongnya di sofa.


Di dalam kamar, Fahiz langsung merebahkan tubuhnya dan mengambil kartu nama dari dompet.


"Cantik. Benar-benar cantik." gumam Fahiz sambil tersenyum menatap foto Kirana di ponselnya.


Fahiz tak ingin terburu-buru untuk mendekati Kirana. Dirinya ingin berjalan dengan sesuai keinginannya agar lebih nyaman selama mendekati Kirana.


Kemudian, Fahiz keluar kamar menuju ruang kerjanya. Setelah masuk ke dalam, Fahiz menghubungi orang kepercayaannya yaitu Deni.


"Halo, Deni. Kamu dimana?" tanya Fahiz.


"Saya sedang menikmati masa liburan saya, Pak!" ujar Deni diseberang telepon.

__ADS_1


"Enak sekali kamu!" cerca Fahiz kepada asistennya itu.


"Baiklah. Sekarang ada apa Bapak menelpon saya?" tanya Deni.


"Saya ada tugas untuk kamu. Cari informasi mengenai wanita yang bernama Kirana. Foto dan toko kue langganan mama akan aku kirim lewat email." pinta Fahiz dengan tegas.


"Hanya itu saja Pak? Apakah ada yang lainnya?" tanya Deni sekali lagi.


"Cukup itu saja. Aku tunggu kabar baik darimu." ucap Fahiz yang langsung menutup ponselnya secara sepihak.


"Baik Pak."


"Ckck…! Dasar bos, ganggu orang lagi berlibur saja." ucap Deni yang sedang ditemani wanita disampingnya di tempat tidur.


Lalu, Deni membuka laptop dan mengecek email masuk dan saat dibuka, benar saja wajah wanita cantik alami ada dihadapannya.


Seketika Deni terpana sesaat. Namun, ada wanita di sampingnya yang memperhatikan gerak geriknya dari tadi.


"Cantik, sungguh cantik. Wanita disebelahku bahkan kalah cantiknya." ucap Deni dalam hati.


Kemudian, Deni segera mengirim foto tersebut dan perintah untuk mencari informasi tentang gadis itu kepada orang kepercayaannya.


Setelah mengirim pesan kepada bawahannya. Deni lebih memilih menemani wanita yang sedang duduk disebelahnya. Untuk urusan memata-matai, Deni bisa meminta orang kepercayaannya untuk melihat keadaan disana.


Akhirnya, Deni tenggelam dalam dunianya bersama wanita yang sedang dikencaninya sampai terlelap tidur.

__ADS_1


Dukung karya author. Jangan lupa like, komen, vote dan hadiah.🙏


Selamat membaca 🤗


__ADS_2