Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 45


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan setengah jam, akhirnya tibalah mereka di rumah.


Saat akan membuka pintu rumah, terdengar bunyi klakson mobil dan ternyata belanjaan mereka datang di waktu yang tepat.


Setelah menurunkan barang-barang dan dibantu Ilham memasukkan belanjaan mereka ke dalam rumah. Orang yang bekerja sebagai pengantar barang segera berpamitan pulang. "Terimakasih, Mas." kata Ilham.


Orang tersebut menganggukkan kepala dan segera berlalu untuk mengantar barang pelanggan yang lain.


"Mas, bantu aku ya merapikan tempat ini. Setelah itu, aku akan memasak untuk makan siang dan malam kita." pinta Kirana pada suaminya.


"Iya, dek! Ayo, kita bereskan dan rapikan rumah ini." ucap Ilham.


Mereka berdua akhirnya berbagi tugas masing-masing untuk membersihkan rumah mereka.


Di sisi lain, Erik yang saat itu baru saja pulang dari kencannya di divisi lain. Mendapati rumah sahabatnya pintu terbuka lebar.


Lalu, Erik segera menghampiri rumah Ilham. "Assallamualaikum," sapa Erik saat masih di ambang pintu.


"Waallaikumsalam," sahut Ilham dan Kirana bersamaan.


"Lagi pada ngapain?" Kok, rumah berantakan begini!" tanya Erik duduk di kursi plastik.


"Lagi bersih-bersih ini! Rumah lama tak di huni, jadi di bersihkan dan dirapikan. Mumpung ada yang bantu." ucap Ilham saat sedang mengepel lantai.


"Aku bantuin ya?" ucap Erik.

__ADS_1


"Oke, thank ya."


Setelah satu jam berlalu, akhirnya rumah Ilham bersih dan rapi. Sedangkan, Kirana juga sudah selesai membersihkan dapur setelah memasak.


Kemudian, Kirana membuat minuman dan juga camilan untuk Ilham serta Erik saat semuanya beres.


Ketiganya, mengobrol dan bercanda tawa bersama dan sesekali candaan Erik membuat Kirana tertawa terbahak-bahak.


Tak terasa, hari sudah menjelang sore hari. Erik pun berpamitan kepada Ilham dan juga Kirana.


Ilham dan Kirana, bergantian untuk mandi. Setelah selesai membersihkan diri, Ilham dan Kirana menonton televisi bersama hingga malam tiba.


Saat makan malam tiba, Kirana pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan yang telah dimasaknya tadi siang. Kemudian, Kirana membawa makanan tersebut ke depan ruang tamu dimana terdapat ruang yang luas untuk tempat santai sambil lesehan.


Keduanya, menikmati makanan tersebut dengan tenang dan hanya sendok yang saling bersahutan.


Setelah selesai makan, Kirana segera membawa piring kotor ke dapur dan dibantu Ilham membawa nasi dan lauk pauk untuk disimpan di meja dapur.


Selesai membersihkan semua peralatan makanan, Ilham dan Kirana duduk berdua di teras rumah. 


"Mas, suasana disini ternyata tampak sepi sekali!" tanya Kirana melihat sekitar rumah mereka yang begitu sunyi dan hanya ada beberapa orang yang berjalan dan menyapa mereka berdua saat mengobrol.


"Iya, dek, beginilah suasana perkebunan sawit yang jauh dari kota. Akan tetapi, disini lebih ramai saat waktu gajian tiba selalu akan ada pasar malam sebulan sekali." jelas Ilham panjang kali lebar.


"Benarkah?" sahut Kirana yang begitu penasaran suasana pasar malam di perkebunan yang luas ini.

__ADS_1


"Nanti saatnya tiba, aku akan mengajakmu dek!" ucap Ilham yang sudah mulai menguap.


"Yuk, masuk kedalam, Mas sudah mengantuk! Besok sudah mulai bekerja." ajak Ilham.


"Ayo, Mas! Aku tutup pintunya dulu."


Ilham pergi ke kamar mandi untuk mencuci kaki dan tangannya sebelum tidur, begitu pula Kirana yang juga melakukan hal yang sama.


Kini, keduanya telah berada di tempat tidur. Namun, Kirana segera menuju lemari pakaian untuk menggantinya dengan daster agar tidur lebih nyenyak.


Ilham yang melihat pergerakan istrinya yang berganti pakaian, seketika menelan salivanya saat melihat tubuh indah Kirana yang memunggunginya.


Kirana berjalan ke tempat tidur dan menyandarkan dirinya di samping suaminya.


Walau, awalnya Kirana merasa canggung dan malu saat sedang berduaan seperti ini. Namun, sebisa mungkin Kirana akan membalas cinta Ilham yang telah dia berikan seutuhnya kepada suaminya.


"Kenapa, Mas lihatin aku seperti itu?" tanya Kirana heran saat tatapan Ilham begitu intens kepada dirinya.


Tanpa basa basi, Ilham segera mendekat dan mencium bibir ranum istrinya yang begitu candu untuk Ilham.


Kirana yang merasakan ciuman lembut Ilham seakan melayang dan terhanyut sentuhan Ilham yang begitu membuatnya lemas dan Kirana pun membalas ciuman itu.


Malam yang panas dan panjang pun terjadi berkali-kali hingga keduanya tidur terlelap saling berpelukan.


***

__ADS_1


__ADS_2