Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 87


__ADS_3

Kini, disinilah Fahiz dan Kirana berada di sebuah restoran.


"Mas, kenapa kita kesini?" tanya Kirana bingung.


"Aku ingin mengenalmu lebih dekat Kirana." ucap Fahiz yang masih menatap Kirana.


Kirana yang mendengar hal itu hanya tersipu malu dengan wajah merah merona.


"Ayo, turun dan masuk ke dalam!" ajak Fahiz kepada Kirana.


Keduanya turun dari mobil dan masuk kedalam restoran bergandengan tangan.


Saat masuk ke dalam, Kirana terpukau akan interior restoran tersebut.


Kemudian, Fahiz mengajak Kirana menuju tempat dimana bisa melihat pemandangan kota.


Lalu, pelayan datang menyerahkan menu. Fahiz nampak memilih menu dan juga minuman.


Kirana nampak melihat-lihat daftar menu dan membolak-balikkan buku menu tersebut.


Akhirnya, Fahiz yang melihat hal itu memesan dua menu yang sama dengannya.


Pelayan pun pergi meninggalkan mereka berdua.


"Maaf Mas Fahiz! Kirana baru pertama kali kesini, serta bingung memilih menu." kata Kirana dengan wajah polosnya.


Fahiz yang mendengar perkataan Kirana hanya tersenyum sambil menatap wajah cantik wanita di depannya itu.


"Iya tidak apa-apa Kirana. Mulai saat ini kamu akan terbiasa dengan hal itu.

__ADS_1


Setelah beberapa saat menunggu, pelayan datang membawa menu pesanan mereka berdua.


"Silahkan Mas dan Mbak!" ucap pelayan tersebut lalu pergi melayani pembeli yang lain.


Mereka berdua makan dengan santai. Bahkan, Fahiz sesekali menyuapi Kirana. Nampak, Kirana malu-malu akan perlakuan Fahiz yang begitu perhatian.


"Mas Fahiz? Apakah orang tua Mas Fahiz tahu tentang diriku?" tanya Kirana.


"Iya. Orang tuaku sudah mengetahui tentangmu yang berstatus janda. Akan tetapi, orang tuaku tak mempermasalahkan hal itu. Sebab, yang menjalani pernikahan adalah aku." jelas Fahiz.


"Akan Kirana pikirkan kembali Mas! Tapi, maukah Mas menungguku sampai Kirana siap menjawabnya nanti." timpak Kirana menjelaskan kepada Fahiz.


Selesai makan, Fahiz pun memanggil pelayan untuk membayar makanan.


Selesai membayar, Fahiz dan Kirana beranjak berdiri dan keluar restoran.


Fahiz melajukan kendaraannya menuju swalayan untuk di bawa pulang Kirana nanti.


"Iya Mas Fahiz." ucap Kirana.


Tak berselang lama sampailah di swalayan tersebut.


Keduanya turun dari mobil dan masuk beriringan menuju swalayan.


Kirana nampak membeli kebutuhan dirumah yang kebetulan juga hampir habis.


Sedangkan Fahiz, nampak membeli jajanan untuk adik-adik Kirana dan juga untuk adik kesayangannya Dwi yang manja.


Setelah memilih beberapa barang belanjaan, Fahiz dan Kirana menuju kasir dan membayarnya. Saat Kirana akan maju membayar, Fahiz bergerak cepat maju di depan Kirana.

__ADS_1


"Biar aku saja yang bayar!" pinta Fahiz.


"Baiklah."


Lalu, keduanya membawa beberapa kantong plastik dan di masukkan ke jok belakang mobil.


Masuk ke dalam mobil, Fahiz kembali melajukan kendaraannya menuju rumah Kirana.


Dalam perjalanan keduanya nampak memikirkan hal masing-masing.


"Mas, terimakasih atas semuanya. Kirana malah merepotkan Mas Fahiz." ucap Kirana yang nampak canggung.


"Buatmu tidak ada yang direpotkan. Aku sangat mencintaimu Kirana, aku akan sabar menanti jawaban darimu." kata Fahiz dengan tegas serta meyakinkan Kirana bahwa cintanya tulus.


"Mas Fahiz." gumam Kirana saat mendengar penuturan Fahiz yang begitu yakin.


"Terimakasih. Mas Fahiz mau sabar menungguku." ujar Kirana.


Setengah jam kemudian, tiba dirumah Kirana.


Fahiz turun dari mobil membawa kantong plastik begitu juga Kirana.


"Tunggu disini dulu ya Mas! Aku buatkan minum dulu." ucap Kirana yang berjalan menuju dapur.


Fahiz duduk di kursi dan mengecek ponsel. Nampak, Deni asistennya tak mengganggunya kali ini dengan tugas laporan.


"Kemana Deni? Tumben sekali dia tenang dan tak mengusikku. Biasanya, selalu telepon bila ada hal penting disaat liburan." gumam Fahiz lirih.


Jangan lupa like, komen dan hadiahnya ya.

__ADS_1


Terimakasih yang sudah membaca karyaku.


Selamat Membaca 🤗


__ADS_2