
Acara resepsi pernikahan akan segera di mulai, Ilham dan Kirana telah bersiap menuju tempat pelaminan. Begitu pula orang tua kedua mempelai.
Kini, Ilham dan Kirana bagaikan raja dan ratu dalam acara pernikahan mereka. Keduanya saling melirik satu sama lainnya. Tampak, kebahagiaan menghiasi wajah mereka.
Banyak tamu undangan berdatangan, termasuk ketiga teman Kirana yang sudah sejak tadi ditunggunya.
Ketiga teman Kirana, tak bisa hadir di acara akad nikah karena kesibukan kuliah mereka yang tak bisa ditinggalkan.
Di sela-sela kesibukan kuliah, mereka menyempatkan hadir walau hanya bisa datang di resepsi pernikahan sahabatnya.
Kini, Intan, Meli dan Ana, yang sudah datang barengan, nampak tercengang dengan hiasan dekorasi pernikahan dengan nuansa putih menambah kesan mewah.
"Waaahh, lihat gaes, rame sekali. Banyak banget tamunya," ucap Ana melihat suasana pernikahan sahabatnya itu.
Ketiga orang tersebut lalu masuk dan mengisi daftar tamu dan menulis nama mereka masing-masing.
Kirana yang melihat ketiga temannya datang, langsung tersenyum dan melambaikan tangannya pada Intan, Meli dan Ana.
Ketiga sahabat tersebut juga melambaikan tangan kompak kepada Kirana, lalu segera mencari tempat duduk di dekat pengantin.
Ilham yang sedari tadi melihat tingkah istrinya, hanya tersenyum juga penasaran siapa yang membuat istrinya begitu bahagia.
"Mas, itu sahabatku datang," ucap Kirana menunjuk ketiga sahabatnya itu.
__ADS_1
Ilham melihat sahabat istrinya dan hanya tersenyum menanggapi perkataan Kirana.
Lalu menautkan jarinya di sela-sela jari Kirana dan membuat empunya di pegang seketika membeku dan berdegup kencang tak karuan.
"Mel, lihat, Kirana tampak cantik banget ya, aku hampir gak mengenalinya loh?" ujar Ana saat melihat Kirana dan suaminya duduk di pelaminan.
"Iya, aku juga sama hampir gak mengenalinya," sahut Intan dan Meli bersamaan.
"Gak nyangka, Kirana hebat juga ya! Mendapat pasangan yang ganteng walau di jodohkan orang tuanya," celetuk Meli melihat suami Kirana.
"Iya, aku kasian, sekaligus kagum sama Kirana karena dia termasuk sabar dan penurut anaknya" timpal Intan.
"Kalian kapan nyusul, Kirana?" tanya Ana saat mendengar obrolan kedua sahabatnya itu.
"Iish, jangan sekarang An, aku masih mau mengejar impian dan karirku dulu. Baru memikirkan menikah." ujar Meli.
Mereka bertiga mengobrol dan menikmati hidangan yang tersedia, dan mendengar suara musik dangdut yang mengalun di telinga begitu syahdunya.
Setelah dua puluh menit berlalu, mereka segera menghampiri pasangan pengantin.
"Selamat menempuh hidup baru ya, Kirana, aku pasti nyusul 'kok, tapi masih lama," Intan tersenyum bahagia lalu memeluk Kirana dan mencium pipi kanan dan kiri sahabatnya diikuti Meli dan Ana.
"Kalau menikah jangan lupa undang aku ya," sahut Kirana seraya tertawa bahagia.
__ADS_1
"Pasti."
Lalu mereka bertiga bergantian bersalaman dengan Ilham. Kemudian mereka meminta berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.
Lalu, ketiga sahabat tersebut segera berpamitan kepada pasangan pengantin baru itu.
Setelah kepergian ketiga sahabatnya. Kini, Ilham dan Kirana, menyalami tamu secara bergantian dan Ilham membisikkan sesuatu di telinga istrinya membuat wajah Kirana tampak merah merona malu.
"Dek Kirana, saat ini sangat cantik seperti bidadari yang turun dari kayangan. Setelah acara ini selesai, siap-siap ya?" bisik Ilham seraya tersenyum simpul.
Beberapa jam telah berlalu, acara resepsi pernikahan telah selesai.
Kini, kedua pasangan pengantin baru itu memasuki kamar yang telah dihias dengan pita warna putih dan kuning keemasan dan juga dua balon hati yang membuat Kirana terpana.
Ilham segera merebahkan tubuhnya di ranjang yang sedari tadi berdiri lama menyalami para tamu undangan.
Sedangkan, Kirana duduk di meja rias melepas satu per satu perhiasan yang menempel di baju pengantinnya.
Namun saat ini, Kirana diliputi rasa gugup dan jantung yang berdetak tak karuan sedari tadi. Kirana bingung dan merasa canggung karena ini adalah pernikahan pertamanya.
"Mas, mandi dulu saja, biar nanti tidurnya nyenyak," pinta Kirana pada suaminya.
Ilham yang sedang bersandar di tempat tidur sambil memandangi istrinya langsung bangun, lalu berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
Kirana yang melihat suaminya dari kaca, bahwa Ilham memandang terus menerus, membuat Kirana langsung menunduk malu.
Ilham melewati Kirana seraya tersenyum dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Kirana, sedang melepaskan hiasan di jilbab dan baju yang membuat kepalanya terasa berat.