
Ilham keluar dari rumah Kirana dengan perasaan tak menentu.
Kemudian, Ilham melajukan kendaraannya bukan menuju ke rumah. Namun, ke cafe untuk menenangkan pikirannya yang kacau.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam. Ilham menemukan cafe yang tempatnya sejuk dan rindang. Kini, disinilah Ilham duduk termenung sendirian bertemankan minuman bir.
Ilham pun, menghubungi Erik yang berada di Lampung untuk mendengar kabar disana.
"Hallo Rik," sapa Ilham saat meminum bir yang ada di depannya.
"Halo Ham, bagaimana kabarmu?" sahut Erik saat sedang santai di bawah pohon sawit yang kebetulan ada sinyal.
"Kabarku buruk, Rik. Aku dan Kirana akan segera bercerai dan tinggal menunggu keputusan sidang." kata Ilham dengan rambut yang acak-acakan.
"Terus, bagaimana kabar Ani, Rik? Kenapa, aku tidak bisa menghubunginya?" tanya Ilham yang bingung kenapa susah sekali menghubungi kekasihnya itu.
"Oya, kamu belum tahu kabar disini ya? Ani sekarang sudah dipecat, begitu juga kamu Ham." jelas Erik mengatakan berita tersebut.
"Apa…! Aku dan Ani di pecat! Bagaimana bisa!" teriak Ilham yang langsung berdiri mendengar berita mengejutkan itu.
Kemudian, Erik menceritakan segalanya setelah kepergian Ilham dan Kirana dari Lampung.
Betapa terkejutnya Ilham. Bahwa video panas dirinya tersebut tersebar dan beberapa orang telah menghina Ani dan orang tuanya.
"Kapan, rencanamu balik ke Lampung, Ham?" tanya Erik penasaranan.
"Nanti, sampai surat perceraianku keluar. Aku akan segera balik ke Lampung secepatnya dan mengambil beberapa barangku yang masih disana." jelas Ilham panjang dan lebar.
Setelah mengobrol dengan Erik melalui ponsel yang dihubunginya. Perasaan Ilham sedikit lega dan tenang.
Sungguh miris dan lengkap sudah penderitaannya sekarang. Di ceraikan istri, dipecat dari pekerjaan, kekasih pergi tanpa ada kata putus.
"Hancur sudah hancur segalanya!" ucap Ilham yang merasa pusing dan ingin berteriak histeris.
Kemudian, Ilham segera membayar minuman tersebut dan keluar dari kafe menuju ancol. Ilham ingin menenangkan pikirannya yang tambah kacau.
"Aaarrrgghhh…"
__ADS_1
"Bodoh Ham, bodoh"
Ilham berteriak sambil mencaci maki dirinya sendiri di tepi laut saat sudah sampai di ancol pada malam hari yang menempuh perjalanan kurang lebih dua jam. Untung saja suasana pantai sepi dan hanya beberapa orang saja.
Seketika hatinya hancur berkeping-keping saat bersamaan.
***
Di lain tempat, Kirana setelah diantar pulang oleh Ilham, langsung bergegas masuk ke kamar.
Kirana menangisi nasib yang ternyata tidak sesuai harapannya. Setelah mengajukan perceraian dan menunggu sidang, Kirana akan coba mencari pekerjaan agar tidak berlarut dalam kesedihannya.
Kirana pun tertidur karena kelelahan menangis. Orang tua Kirana hanya bisa mendoakan semoga putrinya mendapatkan jodoh yang lebih baik lagi daripada Ilham.
Kini, kedua orang tua Kirana menyerahkan segala sesuatu hal lainnya kepada Kirana untuk menentukan pilihan mencari jodoh.
"Pak, Ibu sungguh menyesal setelah apa yang terjadi. Ibu tak menyangka, Ilham bukan jodoh yang terbaik dikirim untuk Kirana." ucap Bu Lastri dengan wajah sendunya.
"Iya Bu, kita sebagai orang tua tetap mendo'akan agar Kirana segera mendapat jodoh yang lebih baik daripada Ilham nantinya.
***
Kini, waktu sidang telah tiba. Ilham dan Kirana masing-masing berangkat dari tempat yang berbeda, mereka telah berpisah sejak pengajuan perceraian di daftarkan.
"Kirana, ayo segera berangkat!" teriak Bu Lastri memanggil Kirana yang masih berdandan di kamarnya.
"Sebentar lagi selesai Bu," sahut Kirana.
Jujur, perasaan Kirana saat ini sedang berdegup kencang. Sebab, ini pertama kali dirinya datang ke pengadilan. Pak Tono dan Bu Lastri mengantarkan Kirana ke pengadilan agama.
Kirana, Pak Tono dan Bu Lastri segera berangkat menuju pengadilan agama yang telah diberitahukan sebelumnya kepada Kirana begitu juga Ilham lewat pesan singkat mereka.
Ilham dan kedua orang tuanya akhirnya sampai di pengadilan agama lebih awal, karena Kirana masih dalam perjalanan.
Mereka semua keluar dari mobil saat sudah memarkirkan kendaraan. Lalu, bersama-sama berjalan ke gedung pengadilan.
Kirana sampai di gedung pengadilan agama lima belas menit kemudian. Lalu, keluar dari mobil dan berjalan memasuki gedung itu, dimana Ilham dan mantan mertuanya sudah menunggu.
__ADS_1
"Mas…Pak…Bu," sapa Kirana kemudian mencium tangan Ilham, lalu mencium tangan mertuanya yang akan menjadi mantan mertua itu.
Begitu pula kedua orang tua Kirana dan Ilham saling berpelukan.
"Maafkan kesalahan Ilham kami Bu Lastri," ucap Bu Susi penuh penyesalan.
"Iya Bu. Bisa di pahami." ujar Bu Lastri yang merasa sedih dan kecewa sebenarnya, setelah tahu kalau Ilham ternyata selingkuh di belakang Kirana selama ini karena Kirana belum juga di karuniani anak.
Kemudian, tak lama panggilan kepada Ilham dan Kirana untuk segera memasuki ruangan persidangan sudah tiba.
Keduanya, masuk ke dalam gedung diikuti dengan keluarga masing-masing, menyaksikan proses perceraian.
Ilham dan Kirana duduk di kursi pesakitan, saat hakim pengadilan membacakan surat gugatan perceraian yang diajukan Kirana.
Perasaan Ilham dan Kirana benar-benar berdegup kencang, mendengar hakim menyebutkan beberapa kesalahan dan bukti nyata perselingkuhan Ilham di hadapan beberapa orang.
"Disini, bukti nyata berupa video tak pantas telah kami terima dari pihak penggugat, Bu Kirana disaksikan oleh pihak keluarga. Bahwa, pihak tergugat telah melakukan perbuatan zina di tempat yang tak pantas. Apakah, pihak tergugat mengakui bukti tersebut?" tanya Hakim pengadilan saat mengucapkan dan menunjukkan video tersebut.
"Saya mengakui, bahwa video tersebut benar-benar saya lakukan dalam keadaan sadar dan tanpa rekayasa." ucap Ilham dengan tegas.
Kirana langsung hancur berkeping-keping, saat sekali lagi suaminya mengakui di hadapan hakim dan para orang tua.
Setelah mendengar pengakuan dari pihak tergugat, Hakim segera mengesahkan perceraian Ilham dan Kirana seraya mengetok palu tiga kali sebagai bukti perceraian telah sah di lakukan.
Kini, Ilham dan Kirana telah sah bercerai. Ada perasaan bahagia dan juga sedih dalam hati Kirana. Berbeda dengan Ilham yang langsung menangis saat hakim mengesahkan perceraian mereka.
"Mas, semoga setelah perpisahan kita ini, Mas mendapatkan jodoh yang lebih baik dariku." kata Kirana saat melihat mantan suaminya menangis di kursi pesakitan.
Ilham semakin menangis mendengar perkataan mantan istrinya itu dan memeluk Bu Susi saat menghampiri Ilham yang sedang menangis.
"Iya, Dek. Maafkan Mas yang telah menyakiti hatimu selama ini. Mas terlalu egois dan hingga salah langkah." ucap Ilham di sertai airmata mengalir di kedua sudut mata Ilham.
"Yang sabar ya, Ham. Ini sudah takdir dan semoga setelah kejadian ini bisa membuatmu semakin dewasa dalam menentukan keputusan." tutur Bu Susi menasehati Ilham seraya mengusap punggung putranya.
Kirana begitu sedih dan ikut menangis, saat Ilham mengatakan hal tersebut.
Kirana dan keluarga Ilham tidak mengetahui, bahwa Ilham telah di pecat dari pekerjaannya. Ini, yang membuat Ilham semakin menyesal dan Ilham akan kembali ke Lampung besok mengambil semua baju dan beberapa dokumen di sana.
__ADS_1
***
Maaf ya baru update 🙏 disela-sela kesibukan, author sempatkan untuk menulis. Sekali lagi, akan author usahakan bisa up seperti biasanya.🤗