
Perjalanan kali ini, sungguh membuat Kirana terus kepikiran kedua orang tua juga adik-adiknya.
Sesekali Kirana menangis dan Ilham yang melihat istrinya menangis hanya bisa menghela napas panjang. Namun, Ilham sebisa mungkin memberi nasehat kepada istrinya untuk merelakan kepergiannya menuju Lampung.
Setelah melewati jalan yang cukup panjang, sampailah bus di Pelabuhan Merak. Dimana, bus akan melakukan penyeberangan sampai ke Pelabuhan Bakauheni yang memakan waktu kurang lebih dua jam.
"Dek, bangun! Kita sudah sampai di Pelabuhan," ucap Ilham seraya menepuk pipi Kirana pelan agar bangun.
Kirana segera membuka matanya, dan dilihatnya banyak kendaraan yang antri untuk masuk ke Pelabuhan.
"Sudah sampai ya, Mas?" ujar Kirana yang melihat pemandangan di pelabuhan melalui jendela bus.
"Belum, dek. Masih jauh tempatnya." sahut Ilham.
"Oh."
"Ayo, kita turun dari bus dan melihat pemandangan laut," ajak Ilham pada Kirana agar istrinya bisa melupakan kesedihannya.
"Baiklah, Mas."
Setelah mereka turun dari bus, Kirana dan Ilham segera mencari tempat dimana orang-orang berdiri.
Saat sampai di tempat pembatas kapal, Kirana begitu terpana akan pemandangan yang ada di depan matanya. Hamparan laut dan kapal-kapal besar yang bersandar di pelabuhan, sesaat melupakan kesedihannya meninggalkan orang tua di rumah.
__ADS_1
Ilham disampingnya, segera merangkul Kirana yang sedang tersenyum kepada sang pencipta keindahan alam.
"Bagaimana dek? Apakah kamu senang?" tanya Ilham pada Kirana yang membuat Ilham tak lepas memandang wajah istrinya itu.
"Iya, Mas, terimakasih. Berkatmu, aku bisa melupakan segala rasa sedih yang ada di hatiku." kata Kirana tersenyum seraya menatap wajah tampan suaminya.
Mata mereka berdua saling bertemu, Kirana lalu menyandarkan kepalanya di bahu Ilham untuk menyalurkan segala rasa kenyamanan.
Ilham merasa bahagia mendapatkan istri yang begitu cantik, pintar dan mandiri juga sholehah.
Saat mereka sedang asik memandang hamparan laut yang luas. "Kruuukk," perut Kirana berbunyi, menandakan bahwa sang empunya sedang lapar.
Ilham yang mendengarnya seketika tertawa. "Hahahaha, kamu lapar ya, dek!" tanya Ilham yang masih tertawa melihat Kirana yang wajahnya nampak merona merah karena malu.
"Ayo."
Saat akan berjalan mencari makanan, kapal pun segera berlayar untuk menempuh perjalanan kurang lebih dua jam.
Akhirnya Ilham menemukan penjual makanan dari berbagai menu. Ilham dan Kirana membeli dua bungkus nasi rames dan minuman teh hangat yang ada di kapal. Tak lupa Ilham juga membeli beberapa botol minuman dan snack ringan untuk dirinya dan juga istrinya selama perjalanan nanti.
Segera mereka berdua menyantap makanan dengan nikmat dan duduk di ruang tunggu kapal. Setelah selesai makan, Kirana segera mengajak Ilham menikmati pemandangan laut dan hembusan angin yang segar.
***
__ADS_1
Menempuh perjalanan kurang lebih dua jam, akhirnya kapal tiba di Pelabuhan Bakauheni. Kapal pun bersandar di dermaga. Para penumpang segera menaiki bus, mobil dan juga motor untuk keluar dari pelabuhan menuju tempat tujuan mereka masing-masing.
Kini, Ilham dan Kirana sudah duduk di bus yang mereka tumpangi. Kemudian, bus mengantri untuk keluar dari kapal.
Selang beberapa menit, bus melenggang keluar dan segera berangkat menuju tempat Ilham bekerja.
Kirana begitu terpukau saat melihat tempat yang begitu ramai. Dimana dia baru pertama kali menyeberang pulau jawa seumur hidupnya.
"Mas, inikah Kota Lampung." tanya Kirana yang masih memandang kota melalui jendela bus.
"Iya, dek, ini Kota Lampung. Akan tetapi, sangat luas. Tempat kerja Mas, masih jauh karena berada di pedalaman.
Kirana hanya mengangguk, dan semoga dirinya betah selama di perantauan bersama suaminya.
Ilham kemudian memeluk Kirana dengan mesra, agar istrinya merasakan kenyamanan dan juga kehangatan.
Tanpa sadar, Kirana tertidur dalam pelukan Ilham karena rasa hangat dan bahu bidang suaminya yang nyaman.
Ilham seketika tersenyum saat melihat istrinya tertidur di pelukannya.
"Tidurlah, dek! Setelah sampai nanti aku bangunin." gumam Ilham lalu mengambil ponsel di sakunya untuk menghubungi teman dekatnya agar menjemputnya di terminal.
Setelah menghubungi temannya, Ilham segera menyimpan ponselnya di saku celana seraya membelai rambut Kirana yang lurus dan wangi.
__ADS_1