
Tujuh bulan kemudian …
Usia kehamilan Kirana sudah sembilan bulan untuk menuju persalinan.
Fahiz dan Kirana telah membeli baju bayi sejak sebulan yang lalu.
"Hati - hati di jalan Mas,"
"Iya sayang Mas berangkat dulu! Oya lupa cium anak kesayangan papa," Fahiz mencium perut Kirana yang telah membesar.
Kirana tersenyum melihat suaminya yang begitu perhatian selama kehamilannya itu.
Fahiz masuk ke mobil dan melajukan kendaraannya menuju kantor.
Setelah Fahiz pergi, Kirana seperti biasa akan berjalan - jalan di belakang rumah mereka yang terdapat taman dengan pemandangan yang begitu asri.
Kirana dan Mama Heni berjalan mengobrol membahas nama anak yang akan diberikan setelah persalinan.
Saat sedang asik bersantai duduk di taman, tiba - tiba perut Kirana sakit.
"Aduh Ma, perutku sakit sekali!" ucap Kirana memegang perutnya.
"Apa! Apakah sudah mau melahirkan?" tanya Mama Heni yang ikut cemas melihat Kirana.
Kemudian Mama Heni segera memanggil sopir untuk mengantar Kirana kerumah sakit.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit Kirana mengalami kontraksi lagi, membuat Mama Heni merasa cemas dan menghubungi Fahiz untuk segera kerumah sakit.
"Hallo Fahiz, segera kerumah sakit ya? Kirana mau melahirkan ini, daritadi perutnya sakit." kata Mama Heni meminta Fahiz datang.
"Apa Ma! Kirana mau melahirkan! Baik Ma, Fahiz segera menyusul kerumah sakit." kata Fahiz seraya berdiri dan berpamitan kepada Deni.
__ADS_1
"Deni, aku pergi dulu kerumah sakit. Kirana mau melahirkan." kata Fahiz tanpa menunggu jawaban asistennya tersebut.
"Baik Pak."
Setelah beberapa saat, Kirana dan Mama Heni sampai dirumah sakit. Kirana segera ditangani oleh dokter kandungan yang kebetulan lewat dan memberi Kirana brankar.
"Dokter, tolong menantuku Kirana!" ucap Mama Heni.
"Baik Bu."
Kirana dibawa ke ruang IGD untuk pemeriksaan.
Seorang perawat nampak memeriksa Kirana dan ternyata sudah pembukaan delapan.
"Dokter sudah waktunya melahirkan," ucap perawat tersebut.
Fahiz pun tiba dirumah sakit dan berlari menuju ruang IGD. Nampak, Mamanya menunggu di luar saat Kirana diperiksa.
"Keluarga pasien atas nama Nyonya Kirana?" tanya Dokter Amel.
"Saya suaminya Dok!"
"Istri anda sudah pembukaan delapan dan waktunya melahirkan." ucap Dokter Amel.
"Bolehkah saya ikut masuk kedalam Dok?" tanya Fahiz yang cemas akan keadaan istrinya.
"Boleh, silahkan!"
Setelah masuk kedalam ruang IGD, Fahiz melihat Kirana kesakitan antara hidup dan mati untuk melahirkan.
Fahiz memberi semangat dan doa agar Kirana tetap kuat selama persalinan.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, tangisan bayi yang memenuhi ruangan segera membuat Kirana dan Fahiz terharu. Lahirnya seorang bayi laki - laki tampan dengan berat 3,9 kilogram dan panjang 50 sentimeter.
Kirana dan Fahiz sempat memandang bayi mungil tersebut saat perawat memandikannya.
Setelah dimandikan, bayi tersebut diserahkan kepada Fahiz untuk memberi adzan pada putranya.
Selesai memberi adzan, Fahiz menyerahkan anaknya pada Kirana untuk di beri asi.
Untuk keluarga Kirana telah diberitahu Fahiz saat berangkat menuju rumah sakit bahwa Kirana akan melahirkan cucu pertama keluarga mereka.
Kebahagiaan dua keluarga mendengar cucu mereka telah lahir. Kemudian, mereka masuk kedalam untuk melihat bayi mungil yang putih dan lucu itu.
"Fahiz, sudah ada nama yang tepat untuk anakmu?" tanya Papanya yang melihat cucunya.
"Reyhan Galaksi Handoko, itu nama putraku Pa." ucap Fahiz dengan mencium putranya.
"Nama yang bagus, Papa senang dengan nama itu." sahut Papa Ilyas.
Kini, kebahagiaan Kirana dan Fahiz telah dilengkapi dengan hadirnya buah hati cinta mereka. Begitu juga kedua orang tua mereka masing - masing.
Penantian Kirana yang menunggu kehadiran anak telah menuai hasil yang manis. Pernikahan keduanya dengan seorang lelaki yang baik hati membawanya kepada kebahagiaan sampai maut memisahkan.
---------------------------TAMAT---------------------------
Hai semuanya, maaf ya baru bisa update hari ini. Sekali update langsung 2 bab. Oya, kisah Kirana dan Fahiz telah berakhir dengan hadirnya buah hati mereka. Author jadi ikut terharu nih 🤧🤧
Dan mohon maaf yang sebesar - besarnya bila ada salah penulisan kata yang tidak sesuai harapan kalian. Untuk kalian, terimakasih yang sudah membaca karya Suamiku Bukan Jodohku.
Kalian juga bisa baca karyaku yang lain "Bukan Salahku Memilih Pergi"
Sekali lagi terimakasih. Love You All 😘😘
__ADS_1