
Mas hanya bercanda sayang, kapanpun Dek Kirana mau bersandarlah di bahu Mas di saat sedih maupun senang.
"Ayo turun, kasihan pesawat kalau lama menunggu." ajak Fahiz pada istrinya.
Keduanya turun dari mobil setelah pak sopir menurunkan barang dari bagasi mobil.
Lalu, keduanya pamit kepada sopir dan agar hati - hati dalam perjalanan.
Setelah kepergian sopirnya, Fahiz dan Kirana segera menuju ruang tunggu bandara dimana mereka menunggu keberangkatan pesawat.
"Mas, Kirana ke toilet sebentar ya?" ucap Kirana ijin ke suaminya.
"Iya sayang,"
Setelah beberapa menit Kirana kembali dari toilet, Kirana kembali duduk di samping Fahiz.
"Panggilan kepada para penumpang tujuan Bali segera masuk ke pesawat, karena tiga puluh menit lagi akan berangkat." suara petugas memberitahu pengumuman.
"Mas, sudah dipanggil. Ayo masuk kesana!" ajak Kirana yang begitu antusias.
"Iya sayang ayo."
Keduanya segera berjalan dan menyerahkan tiket tersebut kepada petugas.
Setelah beberapa saat, Fahiz dan Kirana masuk lalu mencari tempat duduk sesuai tiket yang tertera.
Beruntunglah suasana dalam pesawat hanya beberapa orang saja.
Kirana memilih duduk dekat dengan jendela. Ini pertama kalinya Kirana naik pesawat.
__ADS_1
Fahiz menggenggam tangan Kirana dengan lembut.
"Tidurlah sayang, nanti Mas bangunkan kalau sudah sampai!" ujar Fahiz.
"Iya Mas, sebentar saja." ucap Kirana.
Tiga puluh menit berlalu, semua penumpang telah berada di pesawat. Pesawat pun segera lepas landas untuk sampai tujuan Bali.
Beberapa jam kemudian, pesawat yang ditumpangi Fahiz dan Kirana sampai di Bandara Ngurah Rai.
Kini, Fahiz dan Kirana mencari taxi untuk menuju hotel yang telah di pesan Mamanya.
Fahiz pun, menghubungi Mama Heni untuk memberitahu bahwa dirinya telah sampai di Bali.
"Hallo Assalamualaikum Ma," sapa Fahiz.
"Waallaikumsalam, bagaimana Hiz sudah sampai hotel?" tanya Heni dengan gembira.
"Baiklah, Mama tenang kalau sudah sampai." ucap Mama Heni.
"Iya Ma. Ya sudah Fahiz dan Kirana pergi dulu? Nanti Fahiz hubungi lagi kalau sudah sampai hotel." kata Fahiz yang merasa lelah selama perjalanan.
Satu jam kemudian, mereka telah sampai di hotel yang ternama di Bali. Kirana dan Fahiz turun dari mobil dan membayar ongkoa perjalanan mereka.
"Terimakasih Pak."
Sopir taxi pun segera pergi setelah menerima uamg tersebut.
Fahiz dan Kirana masuk ke hotel disambut dengan ramah oleh pegawai hotel tersebut.
__ADS_1
"Selamat siang Bapak dan Ibu, mau menginap berapa hari?" tanya pegawai resepsionis.
"Lima hari mbak," kata Fahiz tersenyum.
"Baik, boleh minta Ktp Bapak sebentar untuk mengisi data." kata pegawai tersebut.
Fahiz mengeluarkan Ktp nya dari dompet dan menyerahkan ke pegawai tersebut.
Pegawai pun segera menerima Ktp dan mengisi data Fahiz di komputer sebagai pelanggan hotel tersebut.
"Baiklah Pak, terimakasih sudah berkunjung ke hotel kami. Selamat bersenang - senang." ucap pegawai tersebut seraya menyerahkan Ktp dan memberi kunci kamar kepada Fahiz.
Fahiz dan Kirana diantar oleh pegawai hotel yang mengantar mereka ke kamar lantai tiga di hotel itu.
Fahiz dan Kirana masuk ke lift, setelah pegawai tersebut menekan tombol lift tersebut.
Ting …
Lift terbuka, mereka keluar dan menuju kamar nomer 212. Setelah sampai di depan kamar, pegawai hotel itu menyerahkan kunci tersebut kepada Fahiz. Tak lupa Fahiz memberi tips kepada pegawai itu dan berterimakasih.
Masuk ke kamar, Kirana langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur king size itu.
"Ah lelahnya …!"
Jangan lupa like komen dan hadiah ya.
Selamat Membaca 🤗
Author mau rekomendasikan lagi karya teman. Ini juga menarik loh judul Putri Cantik Milik Tuan Reymond karya author Zafa. Jangan lupa mampir ya.
__ADS_1