
Acara berjalan sangat lancar dan Keesokan paginya, Ilham terbangun dan melihat Kirana masih tertidur terlelap karena semalam Ilham melakukan kegiatan panasnya lagi sampai menjelang subuh.
Ilham mencium wajah Kirana, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket.
Kirana bangun saat meraba tempat tidur tak mendapati suami di sisinya. Badannya terasa sakit dan lelah, setelah kegiatan panasnya bersama Ilham yang berulang-ulang.
Ilham keluar dari kamar mandi, dan melihat Kirana sudah duduk bersandar di tempat tidur.
"Kalau masih capek, tidur lagi saja, dek," ucap Ilham saat keluar dari kamar mandi.
"Tidak Mas, aku mau mandi saja. Gak enak sama Bapak dan Ibu, kalau aku di kamar terus." ujar Kirana berjalan tertatih menuju kamar mandi.
Ilham yang melihat istrinya berjalan tertatih merasa kasihan, lalu menggendong Kirana ala bride style ke kamar mandi. "Aarrgghh.." Kirana spontan kaget dan merangkul leher suaminya karena malu.
"Mas, keluar dulu ya," ucap Kirana dengan wajah merona malu.
"Mas tunggu di tempat tidur ya? Kita keluar kamar bareng-bareng," ujar Ilham keluar dari kamar mandi.
Setelah beberapa menit, Kirana akhirnya keluar dengan badan yang terlihat lebih segar.
Ilham dan Kirana keluar dari kamar setelah waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
__ADS_1
"Ciee… pengantin baru," ledek Andika saat melihat kakaknya baru keluar dari kamar.
"Apaan sih," Kirana kemudian mencubit pinggang Andika karena menggodanya.
Ilham hanya tersenyum melihat aksi kakak dan adik yang selalu meramaikan suasana.
"Bapak dan Ibu dimana?" tanya Kirana.
"Ada, Bapak dan Ibu lagi di halaman depan," kata Andika.
"Yuk, Mas kita makan dulu," ajak Kirana pada suaminya.
Ilham mengangguk seraya mengikuti istrinya ke meja makan.
Mereka berdua makan dengan tenang dan tak ada yang bersuara, hanya suara sendok yang saling bersahutan.
Selesai makan, mereka segera menuju teras halaman rumah.
"Eh, dan bangun kalian? kata Bu Lastri saat mengobrol dengan Pak Tono.
"Iya, Bu, maaf Kirana bangun kesiangan," ucap Kirana saat duduk di kursi kemudian Ilham menyusul duduk disebelahnya.
__ADS_1
"Gak apa-apa, hal biasa pengantin baru bangun kesiangan," kata Bu Lastri tersenyum senang melihat Kirana yang tampak masih malu.
"Apa rencana kalian setelah menikah?" tanya Pak Tono ikut menimpali obrolan.
"Seminggu lagi masa cuti saya habis, Pak! Rencananya, dek Kirana akan saya ajak ke Lampung." sahut Ilham.
Kirana seketika terkejut mendengar perkataan suaminya.
Selama ini, Kirana belum pernah jauh dari orang tuanya. Apakah ini sudah waktunya berpisah setelah menikah.
"Jadi, seminggu lagi kalian ke Lampung! Kirana, apakah kamu siap nak?" tanya Pak Tono saat melihat Kirana tampak diam.
"Kirana siap, Pak! Sudah sewajarnya istri mengikuti kemanapun suami pergi," ujar Kirana sambil memeluk Ibunya.
Bu Lastri sesungguhnya berat berpisah dengan Kirana. Akan tetapi, putrinya kini telah menikah dan sepantasnya mengikuti kemana suaminya pergi.
"Kirana, Ibu pasti akan merindukanmu," ucap Bu Lastri membelai wajah Kirana lalu mencium keningnya.
"Sama, Bu, Kirana pasti akan merindukan Bapak, Ibu, Andika dan juga Laras." sahut Kirana memeluk Ibunya erat-erat.
"Jagalah Kirana baik-baik disana, jangan buat dia menangis ataupun sedih," tutur Pak Tono pada Ilham.
__ADS_1
"Baik, Pak! Ilham akan menjaga Kirana dengan baik." ucap Ilham.
Setelah mengobrol cukup lama, siangnya Ilham dan Kirana berpamitan kepada orang tuanya, untuk pergi kerumah orang tua Ilham mertua Kirana.