
Kirana keluar dengan badan yang lebih segar dan rambut basahnya semakin memancarkan kecantikan alaminya.
Fahiz yang sedang bermain dengan ponselnya, seketika terpana akan kecantikan istrinya itu.
"Mas buruan mandi, aku sudah selesai nih!" ucap Kirana yang langsung duduk di tepi tempat tidur membelakangi suaminya.
"Ah iya, sebentar lagi. Mas masih ingin mencium wanginya istriku yang cantik ini." kata Fahiz memeluk Kirana dari belakang dengan mencium leher jenjang istrinya.
Kirana yang mendapat pelukan, seketika merasa geli dan berdegup kencang saat ini.
"Mas bau nih, seharian gak mandi! Mandi dulu ya sayang?" ucap Kirana meminta suaminya untuk mandi.
"Iya … iya …"
Fahiz melepaskan pelukan tersebut dan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang juga lengket, sebab seharian menyambut para tamu undangan yang begitu antusias menyaksikan pernikahannya.
Kirana, kemudian mengambil pakaian di lemari dan juga segera menyisir rambutnya yang basah.
Setelah beberapa menit berlalu, Fahiz keluar dengan wajah yang lebih segar. Kemudian, Fahiz mengambil baju yang telah dibawanya dari rumah beberapa jam yang lalu.
Nampak Kirana duduk bersandar di tempat tidur menunggu suaminya selesai mandi.
__ADS_1
Setelah memakai baju, Fahiz langsung menuju tempat tidur dimana istrinya berada.
Fahiz langsung memeluk Kirana dan mencium pipi istrinya dengan lembut.
"Capek banget ya sayang? Sini aku pijitin. Aku 'kan dah janji mau mijitin istriku tadi." kata Fahiz yang langsung melepas pelukan tersebut dan duduk memijit kakinya.
"Iya Mas, capek banget berdiri lama tadi! Apalagi tamunya banyak banget hari ini. Akan tetapi, aku bahagia Mas menikah denganmu. Semoga pernikahan kita langgeng terus." ucap Kirana seraya menatap wajah suaminya.
"Aamiin sayang."
"Dek, Mas boleh minta ya?" ucap Fahiz yang masih memijit Kirana.
Kirana pun hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Tanpa berbasa-basi, Fahiz pun menyudahi memijit dan langsung melepas bajunya satu per satu.
Kirana yang melihat aksi suaminya yang begitu antusias, langsung memerah merona wajahnya.
Jantungnya semakin tak karuan melihat tubuh atletis suaminya yang begitu menggoda.
Fahiz pun menatap wajah Kirana dengan senyum yang merekah, keduanya saling memandang dengan jarak yang begitu dekat. Membuat Kirana dan Fahiz gugup satu sama lainnya.
__ADS_1
Ini adalah pernikahan pertama bagi Fahiz. Kemudian, Fahiz pun mencium lembut bibir Kirana yang begitu menggodanya sejak akad nikah.
Kirana tak bisa menolak saat bibir mereka menyatu, membuat dirinya rindu akan kasih sayang suami yang begitu perhatian.
(Aduuh author pun ikut dag dig dug nih, berasa ikut panas wooii 🤣🤣🙈🤭 lanjut yuk, sisanya bayangin sendiri ya 🤣🤣)
Dua jam mereka beradu panas di atas tempat tidur, membuat keduanya langsung terlelap dan memeluk satu sama lainnya.
Bahkan saat larut malam, Fahiz pun terbangun dan membuat Kirana yang sedang tidur pun terpaksa terbangun dan melayani suaminya selama dua jam. Kirana semakin lemas tak berdaya di saat lelah setelah acara pernikahan.
(Duh bang Fahiz kenapa membuat Kirana semakin lemas bang, nanti kalau gak bisa bangun gimana?🤣🤣🤣)
Akhirnya mereka pun kembali tertidur setelah melakukan aksi panas tersebut. Fahiz dan Kirana berdoa semoga akan hadir janin yang diimpikan Kirana selama ini.
Hai semuanya, jangan lupa like, komen dan hadiahnya ya.
Oya author mau promosiin karya teman nih, karya Momoy Dandelion dengan judul Pemuas Ranjang CEO. Jangan lupa mampir ya gaes.
Selamat Membaca 🤗
__ADS_1