Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 78


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Kirana dan Fahiz sampai di rumah. 


"Mas Fahiz, terimakasih telah mengantarku sampai rumah," ucap Kirana tersenyum.


"Tidak apa-apa! Oh ya, boleh sekalian minta nomer telepon mu?" tanya Fahiz yang mengeluarkan telepon genggamnya di hadapan Kirana.


"Boleh." Kirana kemudian menyebut nomer telepon tersebut kepada Fahiz.


"Oke. Terimakasih, nanti aku hubungi kalau sudah sampai rumah." kata Fahiz yang kemudian berpamitan kepada Kirana.


Kirana hanya menganggukkan kepala seraya tersenyum lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


Dalam perjalanan, Fahiz nampak tersenyum senang karena mendapat kesempatan mendekati Kirana.


Tak berselang lama, Fahiz sampai di kantor dengan perasaan bahagia.


Fahiz lalu berjalan masuk ke dalam kantor dengan wajah dan senyum yang mengembang di kedua sudut bibirnya.


Beberapa karyawan yang melihat Fahiz, nampak berbisik-bisik akan tingkah atasannya yang tersenyum mempesona. Membuat para karyawan wanita klepek-klepek dibuatnya.


Deni merasa heran saat melihat boss sekaligus temannya tersenyum dari jauh. 


"Ada apa dengan Fahiz, senyum-senyum sendiri sedari tadi." heran Deni melihat atasannya itu.


"Den, ikut aku!" ucap Fahiz seraya masuk ke dalam ruangannya.


Deni pun langsung berdiri dan mengikuti kemana Fahiz masuk.

__ADS_1


Lalu Deni duduk di sofa berhadapan dengan Fahiz yang rebahan dengan mata tertutup dan senyum di kedua sudut bibirnya.


"Den, akhirnya aku bisa mendekati Kirana. Kau tahu, aku tadi bertemu dengan Kirana di pinggir jalan saat ban motornya bocor." kata Fahiz langsung terduduk dengan tersenyum.


"Terus."


"Ya, aku bisa mengobrol dan bisa melihat wajahnya dari dekat. Jantungku, rasanya berdebar tidak karuan Den," ujar Fahiz membayangkan wajah Kirana.


"Hanya itu."


"Jadi, kamu memintaku masuk hanya untuk mendengar cerita orang yang lagi kasmaran." ucap Deni dengan memutar bola matanya malas.


"Tentu saja, aku bahagia Den sangat bahagia," kata Fahiz.


"Hah…mengganggu orang kerja saja." ujar Deni seraya beranjak berdiri meninggalkan Fahiz yang bengong.


"Biarkan saja, dasar Deni gak peka. Aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan dan tak akan aku lepaskan begitu saja." gumam Fahiz dengan mantap.


Kemudian, Fahiz melanjutkan pekerjaannya yang tertunda dan ingin segera pulang ke rumah.


***


"Assalamualaikum Kirana," ucap Fahiz melalui telepon.


"Waallaikumsalam, ini siapa?" tanya Kirana saat nomer telepon asing masuk ke telepon genggamnya.


"Apakah kamu lupa dengan kejadian tadi sore, saat ban motor bocor." sahut Fahiz mengingatkan Kirana.

__ADS_1


"Ah iya, hampir aku lupa Mas Fahiz!" ucap Kirana merasa malu karena lupa akan kejadian tadi sore.


"Oya, apakah besok kita bisa bertemu? Aku ingin membicarakan hal penting soal pekerjaan." kata Fahiz yang sengaja ingin bertemu dengan Kirana membahas pekerjaan.


"Baiklah, besok aku bisa karena kebetulan aku free. Jadi, ketemuan dimana?" tanya Kirana.


"Besok aku hubungi kembali." ujar Fahiz bahwa ajakannya diterima oleh Kirana.


"Oke. Aku tutup teleponnya dulu. Masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Assallamualaikum," pamit Fahiz pada Kirana.


"Waallaikumsalam."


Fahiz melompat kegirangan saat ajakannya untuk bertemu Kirana langsung diterima. Betapa, bahagianya Fahiz saat ini. Dirinya akan menceritakan perihal Kirana pada mamanya di saat waktu yang tepat.


"Baiklah. Saatnya membereskan berkas-berkas yang berserakan di meja dan pulang ke rumah." ujar Fahiz senang dan tersenyum.


Fahiz kemudian, melangkah keluar meninggalkan ruangan dan menyapa Deni yang masih berkutat dengan pekerjaannya.


"Deni, aku pulang dulu. Kalau sudah selesai kau boleh pulang." kata Fahiz dengan tersenyum seraya meninggalkan Deni tanpa menunggu jawaban dari asistennya itu.


"Hah, dasar bucin akut!" gumam Deni yang kemudian ikut merapikan berkas di meja dan bergegas pulang ke rumah.


Dirinya tak ingin berlama-lama di kantor, sebab sudah ada janji dengan kekasih hatinya yang seminggu ini tak bertemu. Rasa rindunya semakin menggebu-gebu saat Fahiz pulang dengan cepat. Deni pun pulang dengan hati riang gembira.


Jangan lupa like, komen dan vote ya


Terus dukung karya author agar tetap semangat berkarya

__ADS_1


Selamat Membaca 🤗


__ADS_2