
Setelah nasi goreng jadi, Kirana segera mengambil piring dan mengisi nasi goreng untuk Ilham.
Lalu, keduanya makan nasi goreng dengan saling berhadapan. Sesekali, mereka saling suap-suapan.
Selesai makan, Kirana segera membersihkan piring kotor di dapur.
Setelah dari dapur, Kirana segera menghampiri suaminya yang berada di teras rumah dan duduk disampingnya.
"Mas, tidak bekerja?" tanya Kirana saat melihat lingkungan sekitar rumah yang mereka tinggali.
"Besok saja, dek! Mas, masih kecapekan. Lagian, ini hari minggu." sahut Ilham.
"Ah, iya, aku lupa kalau hari ini adalah hari minggu," Kirana seraya menepuk jidatnya.
Ilham yang melihat tingkah istrinya hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Saat mereka sedang asik mengobrol, tetangga Ilham lewat.
"Pagi, Pak Ilham?" sapa wanita tersebut seraya menganggukan kepala terhadap sepasang suami istri tersebut.
"Pagi juga, Bu Ana!" balas Ilham menjawab sapaan tetangganya.
"Istrinya ya, Pak!" tanya Bu Ana lagi saat menghampiri atasannya itu.
"Iya, Bu. Kenalin, ini istri saya, namanya Kirana." sahut Ilham.
__ADS_1
"Salam kenal, Bu Kirana. Saya, Bu Ana anggotanya Pak Ilham." ucap Bu Ana seraya mengulurkan tangan untuk berjabat tangan pada Kirana.
"Salam kenal juga, Bu Ana."
"Ya sudah, Pak, silahkan dilanjut ngobrolnya. Saya permisi dulu, mau belanja ke warung." Bu Ana berpamitan kepada Ilham dan Kirana.
"Disini ramah-ramah ya, Mas orangnya." ucap Kirana.
"Iya, dek. Setelah ini, aku ajak jalan-jalan keliling kebun sawit." ujar Ilham seraya bangkit dari duduknya dan mengambil motor yang masih terparkir di dalam rumah.
Kemudian, Ilham segera memanaskan motornya yang sudah lama tidak di kendarainya.
Setelah beberapa menit, Ilham segera mengajak Kirana berkeliling. Akan tetapi, Kirana terlebih dulu mengunci rumah.
Keduanya, kini berkeliling rumah dan juga perkebunan sawit yang luas melewati jalanan yang berdebu dan banyak bebatuan yang terjal.
"Mas, sekalian kita belanja kebutuhan dapur ya?" ucap Kirana saat mereka sedang di jalan.
"Baiklah. Kita mampir warung dulu." timpal Ilham seraya melajukan kendaraan motornya pelan.
Beberapa saat kemudian, sampailah mereka di warung yang memiliki banyak kebutuhan rumah tangga dan juga sembako untuk kebutuhan sehari-hari.
Ilham berhenti tepat di depan warung tersebut. Lalu, Kirana turun dari motor dan keduanya segera masuk ke dalam.
Saat masuk ke dalam warung. Kirana begitu tercengang, karena warung tersebut begitu besar dan lengkap. Kemudian, Kirana mengambil keranjang yang tersedia di depan kasir dan segera mengambil barang apa saja yang saat ini mereka butuhkan.
__ADS_1
Sedangkan Ilham, membantu Kirana membawakan keranjang tersebut. Sebab, belanjaan Kirana sangat banyak.
Setelah selesai memilih barang sesuai kebutuhan, mereka segera membayarnya di kasir.
Ternyata, belanja kebutuhan dapur begitu banyak. Mereka tak bisa membawanya dengan motor.
Akhirnya, mereka meminta kepada pemilik warung untuk mengantarkan barang ke alamat yang sudah mereka berikan.
Pemilik warung menyanggupi untuk mengantar barang tersebut, namun bisanya siang hari. Sebab, mobil pick up mereka sedang di pakai keluar mengantar barang pelanggan yang lain.
Segera, Ilham dan Kirana melanjutkan perjalanan mereka berkeliling di kebun sawit yang luas.
Kirana begitu takjub melihat perkebunan sawit yang begitu luas dan ini pertama kalinya merantau di pedalaman yang jauh dari kota.
Ilham, kemudian mengajak Kirana di suatu tempat dimana terdapat banyak orang yang sedang berkumpul. Yaitu, pusat pemancaran sinyal.
Di depannya terdapat lahan kosong yang luas, namun pemandangan tersebut sebuah perkebunan sawit yang masih kecil-kecil.
"Indah sekali, Mas, pemandangannya." puji Kirana melihat hamparan luas kebuh sawit yang entah berapa hektar mereka menanam sawit.
"Iya, dek, disini begitu ramai, tetapi juga menjadi pemandangan yang indah bagi kita saat melihat matahari terbenam sambil menelpon orang yang kita sayangi.
"Jadi selama ini, Mas menelponku juga berada di tempat ini," tanya Kirana mengedarkan pemandangan di sekitarnya.
"Iya, sayang." ujar Ilham saat mereka duduk diatas motor berdua melihat orang-orang berkumpul menghubungi sanak saudara mereka yang jauh dari kota dan pulau.
__ADS_1
Setelah dirasa cukup lama berada disana, Ilham dan Kirana memutuskan untuk pulang kerumah. Takut belanjaan mereka sudah sampai saat mereka tidak ada di rumah.