
Keesokan paginya, Kirana bangun dan terkejut saat melihat jam dinding sudah menunjukkan angka pukul tujuh pagi.
Ia tergesa-gesa bangun seraya dan langsung menuju kamar mandi. Setelah selesai dengan ritualnya, Kirana keluar dengan badan dan wajah yang lebih segar dan juga wangi.
Pagi hari ini Kirana dan Ilham sengaja janjian bertemu karena sebelumnya Ilham ingin mengajak Kirana ke suatu tempat.
Di sisi lain, Ilham yang sudah bangun saat subuh nampak segar setelah mandi karena ingin mengajak Kirana jalan-jalan.
"Pagi Pak, Bu!" sapa Ilham saat berjalan menuju ruang makan dimana orang tuanya sudah berada di meja makan lebih dulu.
"Pagi juga Ham!" sapa Pak Darman dan Bu Susi bersamaan.
Ilham segera duduk di kursi makan dan mengambil nasi goreng kesukaannya.
"Mau kemana Ham? Pagi-pagi sudah rapi!" tanya Bu Susi yang sedang menikmati sarapannya.
Ilham yang sedang menyantap nasi goreng seketika menoleh pada Ibunya. "Mau ke rumah Kirana Bu!" kata Ilham seraya melanjutkan makan nasi goreng.
"Ke rumah Kirana lagi? Bukannya semalam sudah ya?" timpal Pak Darman yang sudah menyelesaikan sarapan.
"Iya Pak, semalam hanya jalan-jalan biasa bersama adik-adiknya!" ujar Ilham yang juga telah menyelesaikan sarapan nasi gorengnya.
"Kali ini kencan spesial Pak!" timpal Ilham lagi seraya tersenyum menatap Pak Darman dan Bu Susi bergantian.
Pak Darman dan Bu Susi ikut tersenyum senang akan perasaan Ilham karena putranya selama ini terlalu lama menyendiri setelah putus dari kekasihnya dahulu.
__ADS_1
"Pak…Bu…Ilham berangkat ya!" Ilham seraya berdiri dan berpamitan kepada orang tuanya.
"Hati-hati ya, Ham!"
"Oke Bu!"
Sebelum berangkat Ilham menelpon Kirana terlebih dahulu.
"Halo assalamualaikum Dik Kirana!" ucap Ilham di seberang telepon.
"Waallaikumsalam Mas!" jawab Kirana menerima panggilan telepon dari calon suaminya.
"Dik Kirana sudah siap belum?" tanya Ilham lagi.
"Iya Mas, ini sudah siap.
Ilham bergegas masuk ke mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Setengah jam kemudian, Ilham memasuki halaman rumah Kirana.
Pak Tono dan Bu Lastri yang sedang melayani pembeli nampak melihat mobil calon menantunya datang.
"Pak, itu mobil Ilham datang!" ucap Bu Lastri seraya mengarahkan karyawan untuk meneruskan pekerjaannya.
"Iya, Bu! Yuk, kita ke rumah dulu," kata Pak Tono seraya keluar dari toko dan Bu Lastri menyusul dari belakang setelah menyerahkan segalanya pada karyawan.
__ADS_1
Ilham turun dari mobil dan berjalan masuk ingin mengetuk pintu rumah.
Sebelum mengetuk pintu nampak Pak Tono sudah membuka pintu lebih dahulu.
"Eh, Nak Ilham! Silahkan masuk dulu!" ucap Pak Tono seraya mempersilahkan Ilham masuk dan duduk.
Ilham masuk dan duduk diikuti Pak Tono sedangkan Bu Lastri pergi ke dapur membuat minuman untuk Ilham.
"Ada keperluan apa Nak Ilham datang pagi-pagi?" tanya Pak Tono.
"Begini Pak, Ilham mau mengajak Kirana pergi ke Ancol berdua!" balas Ilham menjawab pertanyaan dari calon mertuanya itu.
"Oh, tentu boleh Nak Ilham! Sebentar Bapak panggil Kirana dulu!" kata Pak Tono seraya bangkit dan berjalan menuju kamar Kirana.
Saat sedang menunggu Kirana, Bu Lastri datang membawa minuman.
"Tok…tok…tok."
"Kirana didepan ada Nak Ilham!" teriak Pak Tono seraya mengetuk pintu dan memanggil putrinya untuk segera keluar kamar.
"Iya, Pak Kirana sudah siap!" sahut Kirana sambil membuka pintu kamarnya.
Pak Tono segera menggandeng tangan Kirana berjalan beriringan menuju ruang tamu.
Ilham dan Bu Lastri sedang mengobrol saat Pak Tono dan Kirana datang. Dan obrolan mereka pun akhirnya berhenti seketika karena Ilham lagi-lagi terpesona oleh kecantikan Kirana yang begitu cantik alami.
__ADS_1
"Pagi Dek Kirana!" sapa Ilham melihat Kirana saat duduk disampingnya.