Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 16


__ADS_3

Keesokan harinya, Ilham telah bersiap-siap berkunjung ke rumah calon mertua dan calon istrinya serta membawa oleh-oleh dari Lampung.


Ilham tampak tampan dengan kemeja cream dipadu dengan celana jeans hitam. Menambah ketampanannya berkali-kali lipat.


"Mau kemana Ham?" tanya Pak Darman saat melihat putranya sudah rapi dan wangi.


"Biasa Pak, kencan," jawab Ilham.


"Oh, mau ke rumah Nak Kirana ya?" Pak Darman bertanya kembali pada putranya.


"Iya, Pak sekalian silaturahmi dengan calon mertua." ujar Ilham sambil tersenyum.


Bu Susi yang berada di dapur yang sudah menyelesaikan masakannya dan menatanya di meja makan segera keluar dan memberitahu suami dan putranya untuk sarapan.


Namun apa yang dilihatnya, Ilham sudah berdandan rapi dan wangi seakan mau pergi berkencan.


"Wah, Ilham sudah rapi dan wangi nih! Pasti mau kerumah Kirana ya?" sela Bu Susi saat berjalan menghampiri putra dan suaminya.


"Hehehe…iya Bu," ucap Ilham seraya memegang tengkuk kepala dan tersenyum malu.


"Ya, sudah yuk sarapan dulu. Ibu sudah selesai masak!" kata Bu Susi mengajak suami dan putranya untuk sarapan bareng.


Selesai makan, tak lupa Ilham berpamitan dan mencium tangan kedua orang tuanya.


Dan kini disinilah Ilham. Dirumah keluarga calon mertua serta calon istrinya.


Ilham mengetuk pintu seraya mengucap salam.


"Assalamualaikum," sapa Ilham dari luar seraya merapikan pakaiannya.


"Wa'allaikumsalam," sahut orang dari dalam seraya membuka pintu. Dan Kirana yang membuka pintu nampak terkejut akan kedatangan calon suaminya.


"Eh, Mas Ilham? Kapan datang? Kok, gak kasih kabar dulu kalau mau datang?" tanya Kirana yang nampak kaku dan salah tingkah melihat Ilham sudah berada di depan matanya.

__ADS_1


"Masuk dulu Mas," kata Kirana mempersilahkan calon suaminya masuk ke dalam rumah.


Ilham masuk ke dalam dan segera duduk di sofa begitu juga Kirana. Mereka duduk berhadapan.


"Mas datang kemaren dan sengaja gak ngasih kabar pada Dek Kirana karena ingin memberi kejutan," ucap Ilham seraya tersenyum melihat Kirana.


Kirana hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja.


"Oh iya ini, oleh-oleh buat Bapak dan Ibu. Makanan khas Lampung namanya Kemplang." kata Ilham seraya menyerahkan makanan pada Kirana.


"Apa itu Kemplang?" tanya Kirana dengan raut wajah bingung.


"Kemplang itu sejenis kerupuk daging ikan yang pembuatannya dengan cara dipanggang. Walau teksturnya cukup keras namun renyah. Makanan ini sangat cocok dijadikan camilan atau pendamping lauk saat makan. Kalian pasti ketagihan ketika mencicipinya." kata Ilham menjelaskan panjang kali lebar pada Kirana.


"Ooh," jawab Kirana seadanya.


"Jadi merepotkan, Mas Ilham ini." ujar Kirana.


"Ah, tidak merepotkan kok. Mas hanya memberi oleh-oleh saja buat calon mertua." kata Ilham dengan memandang wajah Kirana.


"Sebentar ya, Mas? Kirana bawa kedalam dulu sekalian memanggil Bapak dan Ibu," kata Kirana seraya berdiri menuju dapur.


"Silahkan." 


Sambil menunggu, Ilham melihat suasana rumah yang tampak sepi dan damai. Lalu Ilham merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya yang berdering.


Nampak layar ponsel menampakkan Ibunya memanggil dan Ilham segera menggeser layar ponsel keatas untuk menerima telepon dari Ibunya.


"Bagaimana, Ham? Sudah sampai belum?" tanya Bu Susi diseberang telepon.


"Sudah Bu, sepuluh menit yang lalu." jawab Ilham.


"Ini lagi menunggu Bapak dan Ibu karena masih di belakang!" timpal Ilham lagi menjelaskan pada Ibunya.

__ADS_1


"Oh, ya sudah kalau begitu! Ingat jaga tutur kata dan sikap ya di depan calon mertua!" tutur Bu Susi mengingatkan putranya.


"Iya Bu iya" 


"Ya sudah Ilham tutup teleponnya ya!" ucap Ilham.


Dan obrolan mereka ditelepon pun berakhir.


Sementara itu belakang, Kirana sedang memberitahukan kedatangan Ilham pada kedua orang tuanya.


"Pak, Bu didepan ada Mas Ilham," kata Kirana memberitahu Bapak dan Ibunya yang sedang berada di toko.


"Loh, Ilham datang? Sejak kapan?" tanya Pak Tono dan Bu Lastri bersamaan.


"Lebih jelasnya, Bapak dan Ibu temui dulu Mas Ilham." sahut Kirana.


Pak Tono dan Bu Lastri segera menuju ruang tamu.


Sedang Kirana menuju dapur untuk membuat minuman dan camilan yang dibawa oleh Ilham tadi.


Ilham yang melihat calon mertuanya datang segera berdiri dan menyalami serta mencium kedua tangan.


Pak Tono dan Bu Lastri segera duduk dan disusul Ilham setelah menyapa calon mertuanya.


"Nak Ilham apakabar? kapan datang?" tanya Pak Tono.


"Alhamdulillah Ilham baik. Datang kemarin pagi, Pak!" jawab Ilham seraya tersenyum.


"Bagaimana kabar Bapak dan Ibumu?" sahut Bu Lastri yang ikut menanyakan kabar besannya.


"Bapak dan Ibu alhamdulillah juga sehat, Bu!" jawab Ilham.


Saat mengobrol Kirana datang membawa minuman dan camilan. Setelahnya Kirana duduk di sebelah Ibunya.

__ADS_1


"Ini oleh-oleh untuk Andika dan Laras, 'Dik," kata Ilham saat Kirana duduk di samping Ibunya.


__ADS_2