Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 31


__ADS_3

Dikamar yang berbeda, Ilham juga dirias dan hampir selesai. Setelah siap Ilham segera keluar dari kamar.


Kini, Ilham segera menuju tempat dimana akad nikah sudah ada beberapa orang yaitu petugas KUA, Pak Tono dan juga Bapaknya serta para saksi akad nikah.


Di iringi perias manten, Kirana berjalan menuju tempat akad nikah, dimana sudah ada Ilham menunggunya dengan hati yang berdebar-debar.


Begitu pula Kirana, jantungnya seakan mau copot karena hari ini adalah hari bahagia, hari pernikahan dirinya dengan Ilham.


Ilham melihat Kirana dari kejauhan, menatapnya tanpa berkedip sama sekali.


Kirana yang melihat Ilham menatapnya terus menerus, langsung menunduk dan nampak semburat merah merona di kedua pipi.


Kini, Kirana sudah duduk di samping Ilham dan keduanya nampak tegang disertai debaran jantung yang sejak tadi bertabuh dengan cepat.


"Kalian sudah siap," ucap Pak Tono saat melihat kedua pasangan tampak tegang satu sama lainnya.


"Kami sudah siap Pak!" ucap Ilham dengan tegas dan mantap.


"Baiklah, kalau begitu acara bisa dimulai." kata Pak Tono seraya memandang petugas KUA disebelah dan juga besannya kemudian mengangguk bersamaan.


Saat Pak Tono akan mengucapkan kata ijab kabul dan menjabat tangan Ilham, Ilham semakin berkeringat dingin dan tegang.

__ADS_1


"Sebentar, Pak, Ilham tarik nafas dulu ya? Soalnya, ini pernikahanku yang pertama kali," celetuk Ilham sambil memegang tengkuknya yang tidak gatal.


Seketika, semua orang yang melihat tingkah Ilham tertawa lepas, begitu juga Kirana yang berada di sebelahnya ikut tertawa.


Setelah beberapa saat mengatur nafas dengan baik, Pak Tono segera memulai acara ijab kabul dengan menjabat tangan Ilham.


"Saudara Ilham Nugroho bin Sudarman Nugroho, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Kirana Putri Ayundia binti Sutono dengan mas kawin uang tunai sebesar dua juta rupiah dibayar tunai," Pak Tono menghentakkan tangan diikuti Ilham mengikuti ucapan Pak Tono.


"Saya terima nikah dan kawinnya Kirana Putri Ayundia binti Sutono dengan mas kawin tersebut tunai!" Ilham menjawab dengan sekali tarikan nafas.


"Bagaimana saksi? Sah?"


"Sah."


"Sah."


Petugas KUA, Pak Tono, Pak Darman, Ilham dan Kirana berdoa bersama, agar pernikahannya langgeng terus selamanya.


Kirana segera mencium tangan Ilham sebagai tanda istri yang berbakti kepada suaminya.


Ilham kemudian mencium kening Kirana dengan begitu mesranya.

__ADS_1


Kebahagiaan tampak terpancar diantara kedua mempelai pria dan wanita.


Andika dan Laras, juga begitu bahagia akan pernikahan kakaknya terlaksana dengan baik dan lancar.


Mereka berdua kemudian mengabadikan acara akad nikah sebagai kenang-kenangan.


Setelah acara akad nikah selesai, Ilham dan Kirana akan dirias kembali di tempat semula karena acara resepsi pernikahan dimulai dua jam lagi.


Begitu pula, kedua orang tua Kirana dan orang tua Ilham juga akan dirias.


Di kamar, kedua orang tua Ilham dirias, "Alhamdulillah ya, Pak, sekarang putra kita sudah menikah dan Ibu bisa tenang," kata Bu Susi tersenyum di liputi air mata bahagia.


"Iya, Bu, Bapak juga bahagia sekarang Ilham sudah ada yang menemani," ujar Pak Darman seraya mengusap-usap lengan istrinya.


"Semoga, pernikahan Ilham dengan Kirana langgeng sampai kakek nenek ya, Bu!" ucap Pak Darman.


"Aamiin."


Di luar, lantunan suara musik dangdut juga penyanyi elekton ikut memeriahkan acara pernikahan Ilham dan Kirana. Banyak orang yang menyumbang lagu.


Semua orang menikmati acara pernikahan ini dengan bahagia, juga banyak berbagai macam menu pilihan yang disediakan di acara tersebut.

__ADS_1


__ADS_2