Suamiku Bukan Jodohku

Suamiku Bukan Jodohku
bab 63


__ADS_3

"Apa ini…!" teriak Pak Beni yang membelalakkan matanya lebar, saat melihat video panas tersebut.


Seketika, wajah Pak Beni merah padam karena dipenuhi amarah dan kekecewaan terhadap karyawan yang di percayainya itu.


Candra yang melihat atasannya, hanya tersenyum smirk. Aksinya kali ini, sukses membuat kedua pasangan sejoli itu hancur seketika.


"Pak Beni, lihat sendiri 'kan? Karyawan Bapak yang sangat dipercaya telah menghancurkan nama baik perusahaan kalau video itu tersebar luas." tukas Candra menjelaskan agar atasannya itu segera memecat Ani dan Ilham.


"Kamu benar, Pak Candra! Ini, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Panggil Ani untuk segera ke ruangan saya." pinta Pak Beni dengan menahan emosi.


"Baik, Pak."


Candra, kemudian segera beranjak berdiri dan memanggil Ani.


"Ani, kamu di panggil Pak Beni, ada hal penting katanya!" ucap Candra dengan senyuman menghiasi wajahnya.


"Oke, baiklah, Pak," ucap Ani yang sedang mengerjakan tugas laporan kasir. Lalu, berdiri menuju ruangan Pak Beni.


Ani dan Candra masuk ke dalam ruangan tersebut bersama-sama, karena pintu ruangan tidak tertutup.


"Bapak, memanggil saya?" tanya Ani.


"Silahkan, duduk Ani dan Pak Candra," pinta Pak Beni yang berusaha tenang walau hati dipenuhi amarah.


Setelah Ani dan Pak Candra duduk, Pak Beni kemudian menyerahkan ponsel Pak Candra kepada karyawannya tersebut.


"Ani, saya tahu kamu selama ini adalah karyawan yang sangat jujur dan pekerjaanmu sangat bagus. Akan tetapi, kesalahan sedikit saja yang ada pada dirimu akan sangat fatal dan bisa membahayakan perusahaan." jelas Pak Beni kepada karyawannya.


Ani yang mendengarkan penjelasan dari atasannya itu, dibuat bingung dan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Rasakan kamu Ani, kamu sebentar lagi akan dipecat dari perusahaan ini dan namamu akan buruk andai video itu tersebar luas, batin Candra dengan senyuman tipis di bibirnya.


"Tolong kamu jelaskan, Ani? Apa maksud video ini!" kata Pak Beni seraya menyerahkan ponsel Pak Candra.


Ani segera menerima ponsel tersebut dan membuka video itu.


"Ini…"


Ani langsung menutup mulutnya tak percaya, saat video dirinya dan Ilham yang begitu panas terekam jelas.


Betapa bodoh dirinya, saat tidak mengetahui kalau di kantor itu masih ada orang dan orang tersebut merekam kegiatan panas mereka saat kantor sedang sepi.


"Pak, darimana Bapak dapatkan video ini!" tukas Ani yang khawatir akan dipecat di kantor ini.


"Saya dapatkan darimana, kamu tidak perlu tahu. Yang jelas video itu jelas bukti, bahwa kamu dan Ilham bersalah telah menyalahgunakan kantor untuk hal yang tidak pantas untuk dilakukan." jelas Pak Beni.


"Sekarang, kamu dipecat! Segera, kemasi barang-barangmu dan angkat kaki dari perusahaan sawit ini setelah selesai bekerja. Saya, tidak mau ada karyawan yang berbuat hal rendah di kantor ini. Surat pemecatan mu akan sampai sebentar lagi di mejamu." tegas Pak Beni.


Dhuuuuaaarrr


Ada petir disiang bolong, namun tidak hujan. Ani terkejut kalau Ilham ternyata sudah menikah. Jadi, selama ini dirinya telah ditipu oleh lelaki yang telah beristri.


"Apa..!" ucap Ani terkejut mendengar kata dipecat dan lebih terkejut lagi, ternyata Ilham sudah menikah.


"Saya, tidak tahu, Pak, sungguh saya tidak tahu, kalau Pak Ilham telah menikah!" kata Ani menjelaskan apa adanya.


"Untuk, Pak Ilham mulai hari ini juga akan dipecat. Setelah kembalinya dari Jakarta, beliau akan langsung menerima surat pemecatan saat hari itu juga." kata Pak Beni menjelaskan panjang dan lebar.


Ani langsung lemas seketika dan menangis saat dipecat. Dirinya merutuki orang yang telah merekam video tersebut. Sebab, karena orang itu yang telah membuatnya di pecat.

__ADS_1


Candra, yang sejak tadi menyimak dan mendengarkan sungguh senang dalam hati. Bahwa, pujaan hatinya dan Ilham dipecat dari kantor ini.


"Akhirnya, sainganku telah dipecat dan pasti disana, Ilham dan istrinya bertengkar hebat. Hahaha," ucap Candra dalam hati.


Setelah beberapa saat, baik Candra maupun Ani segera keluar ruangan dari atasannya. Sedangkan, Pak Beni hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap karyawan yang begitu baik pekerjaannya dengan kecewa. Lalu, melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Keluar dari ruangan atasannya, Ani berjalan lalu duduk di kursi dengan wajah ditekuk dan penuh amarah juga kecewa terhadap Ilham.


Sedangkan, Candra berpura-pura memberi perhatian seolah-olah peduli kepada Ani. Namun, yang membuat Ani dan Ilham dipecat adalah ulahnya.


"Bersabarlah, Ani. Aku tidak menyangka, orang yang merekam mu itu begitu tega menyebar video itu kepada Pak Beni." kata Candra dengan wajah sendu.


Ani yang mendengar perkataan Candra, hanya bisa menahan air matanya, agar tidak keluar.


"Pak Candra, tolong biarkan saya sendiri dulu. Silahkan, Pak Candra pergi!" pinta Ani lirih mengatakan tersebut kepada Asisten tersebut.


"Baiklah, saya pergi dulu. Masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan. Semoga, setelah dari sini, kamu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi." kata Candra sambil berlalu meninggalkan Ani.


Sungguh, miris nasibnya kali ini. Dirinya dipecat dan mendapati kekasihnya ternyata telah memiliki istri. Dua kebodohan sekaligus telah dilakukannya.


Dirinya tak menyangka, Ilham begitu tega membohonginya, kalau ternyata ijin cuti nya adalah pulang kampung bersama istrinya.


"Kenapa, Mas Ilham! Kenapa, kamu tega membohongiku!" lirih Ani sambil matanya berkaca-kaca ingin menangis.


***


Jangan lupa like, komen, vote, hadiah yak sayangku.😘


Dukungan kalian sangat berarti🤗

__ADS_1


Selamat membaca😘


__ADS_2