
Ilham membulatkan matanya lebar karena terkejut, dan bagaimana bisa video dirinya dan Ani bisa sampai pada Kirana.
"Ini…"
"Darimana kamu dapatkan video ini, Dek?" tanya Ilham yang mulai emosi karena hubungannya dengan Ani terbongkar.
"Aku tidak tahu! Ini semua sudah terbukti, selama ini Mas, diam-diam dibelakangku sudah berselingkuh." ucap Kirana mulai berkaca-kaca.
"Aku pun juga tahu, bahwa Mas sering berduaan di kantor dengan Ani. Tanpa Mas sadari, aku dibelakang Mas saat kalian mengobrol begitu dekatnya." timpal Kirana lagi.
Kirana mulai menangis, bahkan hatinya terasa sesak.
"Ceraikan aku, Mas!" tegas Kirana.
"Apa!" Ilham terkejut bak disambar petir. Istrinya menceraikan dirinya.
"Apa kamu tidak dengar! Ceraikan aku!" kata Kirana penuh penekanan.
"Aku gak sanggup, harus melihat kamu berduaan dengan wanita itu. Kamu membohongiku, Mas." ucap Kirana dengan berlinang air mata.
"Baiklah, bila itu memang keputusanmu. Jujur, hubungan kita sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Enam tahun sudah pernikahan kita, tetapi aku juga menginginkan anak dari hubungan kita." terang Ilham.
__ADS_1
"Iya, aku mengakui. Kalau aku selama dua bulan ini memang berhubungan dengan Ani. Maaf, telah membuatmu kecewa. Kau tau, aku sungguh menginginkan seorang anak, Kirana." terang Ilham lagi.
Kirana yang mendengar penuturan Ilham, semakin sakit hati. Suaminya benar-benar egois dan tak bisa memahami isi hatinya, bahwa dirinya benar-benar kecewa.
Kirana juga sudah berusaha, tetapi Tuhan belum memberi kepercayaan pada dirinya. Kini, pernikahan mereka sudah tidak bisa bertahan karena pihak ketiga.
"Kalau begitu, besok aku akan mengundurkan diri dan segera antar aku pulang. Aku akan mengurus surat cerai tersebut setelah tiba di Jakarta." kata Kirana seraya beranjak berdiri dan meninggalkan Ilham sendirian di ruang tamu.
Kirana masuk ke kamar dan membanting pintu dengan kerasnya.
Ilham yang mendengar langsung terlonjak kaget saat istrinya menutup pintu dengan kerasnya.
Sekali lagi, Ilham melihat ponsel Kirana yang tergeletak di kursi dan membuka pesan tersebut. Dirinya begitu geram dan marah saat orang tersebut merekam dirinya di kantor tadi siang.
"Aku akan mencari tahu siapa yang berani berbuat macam-macam padaku!" gumam Ilham lagi.
Sedangkan di kamar, Kirana terbaring dan menangis sejadi-jadinya. Ternyata, suaminya mengakui bahwa dirinya benar-benar selingkuh dibelakangnya selama ini.
"Kenapa, Mas, tega padaku! Bukannya menghibur diriku, tetapi kau menaruh racun di hatiku. Sakit, Mas, sakit!" lirih Kirana sambil menangis.
Setelah beberapa saat meluapkan emosinya dengan menangis, Kirana segera beranjak berdiri dan menulis surat pengunduran dirinya.
__ADS_1
Selesai menulis surat pengunduran diri, Kirana kemudian membuka koper dan mengambil baju di lemari, lalu memasukkan semua bajunya. Dirinya tidak ingin lagi menyisakan sedikitpun barangnya disini.
Sudah tidak ada lagi kebahagiaan dan keceriaan disini. Yang ada hanya air mata kesedihan. Kirana tak ingin menyimpan kenangan ini lagi.
Kirana mengedarkan pandangannya. Di dalam kamar ini, begitu banyak kenangan bersama Ilham. Suka duka dirinya lalui bersama suaminya selama merantau di perkebunan sawit.
Kirana, terduduk lemas di tepi tempat tidur dan menangisi nasibnya yang hancur karena ulah suaminya.
Di ruang tamu, Ilham segera keluar dari rumah dan pergi menenangkan hati dan pikirannya yang kacau.
Ilham kemudian mencari Erik. Saat mengetuk pintu rumahnya beberapa kali tak sahutan, Ilham meyakini kalau Erik tidak ada dirumah dan belum pulang.
Kemudian, Ilham menghidupkan motornya yang terparkir di depan rumah dan bergegas pergi ke suatu tempat di tanah lapang yang luas penuh dengan orang yang berkencan dan juga menelpon sanak saudara.
Disinilah Ilham berada. Suasana yang sepi dan dinginnya malam terasa menambah kerumitan hidupnya yang semakin kacau.
***
Maaf ya baru bisa up 🙏 Othor beberapa hari ini sakit dan gak bisa up. Namun tenang saja, aku kasih dobel up untuk kalian.😘😘
Terimakasih yang sudah mampir di karya recehku ini. Jangan lupa kasih, like, vote, hadiah dan komen yak.
__ADS_1
Selamat membaca😘😘